Gerakan Antikorupsi, Mati Suri?
8 December 2004Sumber: Media Indonesia, 8 Desember 2004
Sayangnya, tak lama setelah pencanangan itu kita memasuki masa-masa persiapan pemilihan umum, baik legislatif maupun pemilihan presiden. Dan, kedua organisasi tadi juga ikut sibuk mencari kuasa, terutama pada pemilihan presiden. Tokoh-tokohnya disibukkan oleh berbagai manuver untuk mengegolkan kader kedua organisasi untuk diorbitkan sebagai presiden maupun wakil presiden. Sebagaimana lazim terjadi dalam gerakan politik, berbagai manuver menjelang pemilu juga menyertakan berbagai konflik internal organisasi, yang tentu saja menyita energi. Akibatnya, gerakan budaya antikorupsi yang sudah dicanangkan jadi terlupakan.
Setelah usainya gegap gempita pemilihan umum, yang tak menghasilkan kader dari kedua organisasi tadi sebagai pemenang, sayangnya kita tak juga mendengar ada langkah lanjutan mengenai gerakan ini. Muktamar NU yang saat ini sedang berlangsung, misalnya, lebih banyak membicarakan isu perebutan kursi ketua umum ketimbang masalah umat dan bangsa, terutama isu korupsi. Karena itu kita layak bertanya, seriuskah para pemimpin organisasi itu ketika dulu mencanangkan gerakan budaya antikorupsi, atau mereka hanya kebetulan sedang latah?
