Asbak Portabel
18 December 2008Salah satu tempat belanja favorit saya di Jepang adalah “Hyaku-en shop” atau “toko seratus yen”. Di situ dijual beraneka barang dengan harga sama, yaitu 100 yen. Jenis tokonya bermacam-macam. Ada yang berupa toko kecil. Tapi ada pula yang berupa supermarket besar, menjual berbagai jenis barang seperti makanan, sayur, barang-barang kelontong, alat tulis, dan lain-lain.
Kepana 100 yen? 100 yen (sekitar 12.000 rupiah dengan kurs saat ini) boleh dibilang sebagai nilai terendah yang masih bisa digunakan untuk berbelanja. Hampir tidak ada barang yang bisa kita beli dengan harga di bawah 100 yen. Satu kaleng Coca Cola seharga 120 yen. Satu bungkus rokok Marlboro 320 yen. Satu liter bensin 120 yen. Jadi, barang dengan harga 100 yen adalah barang murah.
Karena murah, toko 100 yen adalah tujuan pertama untuk membeli barang kebutuhan. Mulai dari alat-alat dapur: sendok, piring, gelas, panci, perlengkapan kamar mandi, alat tulis, hingga perlengkapan piknik. Kalau tidak tersedia di toko itu, barulah saya mencari ke tempat lain. Tentu saja itu berarti saya harus membeli barang dengan harga di atas 100 yen.
Selain murah, toko 100 yen banyak menyediakan barang yang disebut “idea goods”. Barang yang fungsinya unik, dan memudahkan berbagai kegiatan. Misalnya pembelah telur rebus, yang memungkinkan kita mengiris telur rebus tipis-tipis dengan sekali tekan. Nah, salah satu barang yang bagi saya masuk kategori “idea goods” adalah asbak portabel. Ini adalah sebuah asbak berbentuk kantong kecil dari bahan tahan panas, dan bisa dilipat. Ada juga yang terbuat dari almunium, kecil, kompak, bisa dilipat.
Mengapa sebuah asbak portabel diperlukan? Ini erat kaitannya dengan kebiasaan orang Jepang untuk menjaga kebersihan. Ketika merokok di luar ruangan, mereka tidak ingin mengotori lingkungan dengan abu dan puntung rokok. Karenanya asbak ini diperlukanm agar mereka bisa merokok termasuk di tempat-tempat yang tidak tersedia asbak.
Tentu tidak semua orang Jepang berdisiplin tinggi. Ada saja perokok yang tidak beradab. Cukup sering saya lihat orang dengan tenang menjatuhkan puntung rokoknya di jalan, lalu menginjaknya. Lebih parah lagi, ada yang sengaja membuang puntung rokoknya ke lubang celah penutup got. Ini adalah tindakan yang luar biasa bodoh. Kalau puntung rokok dibuang di jalan, masih ada kemungkinan puntung rokok itu tersapu oleh tukang sapu. Tapi kalau dibuang ke got yang tertutup, maka puntung tadi tidak akan pernah bisa dibersihkan.
Nah, terhadap perokok tak beradab ini, perusahaan rokok Jepang JT melakukan kampanye perbaikan adab perokok, melalui TV, koran, maupun poster. Salah satu tema yang diangkat adalah penggunaan asbak portabel ini. Berikut ini adalah contoh poster kampanye tersebut.

Selain menerbitkan iklan, perusahaan ini juga memantau efektivitas iklan yang mereka keluarkan. Di bawah ini adalah grafik perkembangan jumlah pemilik asbak portabel (hijau) dan jumlah orang yang terbiasa membawa asbak portabel.

Bagaimana dengan perusahaan rokok kita? Saya tidak pernah menemukan iklan rokok kita yang bertujuan menyadarkan orang untuk memperbaiki adab merokok. Padahal adab merokok di negeri kita termasuk parah. Orang masih seenaknya merokok di tempat-tempat yang telah ditetapkan sebagai tempat dilarang merokok.
Karena tidak ada iklan yang mendidik dan menyadarkan dari perusahaan rokok, maka banyak yang kreatif membuat iklan sendiri. Contohnya adalah poster-poster berikut. Bagi saya poster-poster ini lebih menarik dan mendidik.



December 18th, 2008 at 12:29
Itu iklan2 counter-iklan rokok kok menarik ya. Media Nuansa, kok nggak pernah dengar namanya ya? Advertising Agency, atau LSM anti-rokok?
December 14th, 2010 at 11:58
bagus sekali saya senag dengan hal kayak gini tapi yg kayak gini kok jarang ada di iklan Tv,,sekalix munculin di Tv dong buar org pada tobat semua,,,sukses buat semua :