<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Reformasi di Kantor Pajak</title>
	<atom:link href="http://berbual.com/bisnis-dan-manajemen/reformasi-di-kantor-pajak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://berbual.com/bisnis-dan-manajemen/reformasi-di-kantor-pajak/</link>
	<description>tempat ngobrol ngalor-ngidul</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2010 02:11:32 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<item>
		<title>By: THW</title>
		<link>http://berbual.com/bisnis-dan-manajemen/reformasi-di-kantor-pajak/comment-page-1/#comment-111</link>
		<dc:creator>THW</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 08:58:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://berbual.com/?p=192#comment-111</guid>
		<description>Salam hormat kang

Permios, nuhun ikutan komentar, nya,
Perubahan nu sekarang dilakukan di kantor pajak mah semoga bisa menjadi trigger buat kita semua, secara berubah itu mah teu enak dan rada kudu dipaksa. Kadang mah kayak main siasat aja jadinya. Tapi Insya Alloh kalo tabah,konsisten dan kreatif, ada aja yang mendukung dan bisa jadi momentum. Nu yang tiyasa jadi contohna : pas lagi mulai masuk krisis di September 2008, eh pas mulai ada sunset policy. Orang-orang kaya pada bayar pajak lebih dari biasanya. Jadi Indonesia kita punya amunisi lebih di tahun krisis 2009 buat stimulus pembangunan serta modal tambahan buat reformasi di departemen lain. Contoh lagi, pas mau pemilu eh pas juga waktu 11 juta WP baru pada harus lapor pajak tahunan. Nu jadina mereka mah akan lebih cermat memilih secara kalo milihna serampangan, bisa jadi pajak nu baru aja dibayar tiyasa habis dikorup anggota dewan nu terpilih. Nah, kebetulan-kebetulan macam gini kang, sering teu direncanakan sami mudah terlewatkan begitu saja, kalo teu ada nu ngemulai perbaikan. Dengan 2 hal barusan, reformasi pajak mulai nyata manfaatna buat Indonesia secara bisa mendorong orang nu kaya buat nyumbang lebih pas badhe krisis serta mendorong terciptana DPR-DPRD yang bersih. 11 juta WP baru plus jutaan calon WP baru lainnya tentuna nuntut perbaikan pelayanan disemua sektor, secara mereka tos dipaksa repot-repot ngisi SPT sami nglaporin hartana. Nah, jadinya, kantor-kantor lain mah juga kudu, mau nggak mau, suka nggak suka, berubah juga. contohna kudu bisa memfasilitasi investasi, kemudahan mencari lapangan kerja dll. 
Kalo udah begini kang, teu heran kalo Indonesia badhe nglewati berbagai krisis lebih gampang. Terus Indonesia jeng teu dipandang sebelah mata oleh bangsa lain dan punya bargaining position perundingan investasi dan pasar bebas dst...dst...dst..
Jadinya kayak bola salju aja kang.....
Cuman bola salju ini tiyasa gampang mencair kalo orang-orang pajaknya ternyata teu tiyasa kompak dalam reformasi, secara ngurusin laporan pajak jutaan WP pribadi riskan dengan kesalahan, apalagi kalo udah urusan pajak pribadi. Rasanya sih kang, nggak banyak yang punya sikap kaya akang yang &quot;mempertebal komitmen saya untuk senantiasa mengelola urusan perpajakan secara sahih&quot;. Secara ini udah duit yang benar-benar dari kantong kita, duit belanja &amp; duit sekolah anak.
Nah, akhirnya, jadinya tergantung kita juga sebagai masyarakat, seberapa besar bola salju akan menggelinding......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam hormat kang</p>
<p>Permios, nuhun ikutan komentar, nya,<br />
Perubahan nu sekarang dilakukan di kantor pajak mah semoga bisa menjadi trigger buat kita semua, secara berubah itu mah teu enak dan rada kudu dipaksa. Kadang mah kayak main siasat aja jadinya. Tapi Insya Alloh kalo tabah,konsisten dan kreatif, ada aja yang mendukung dan bisa jadi momentum. Nu yang tiyasa jadi contohna : pas lagi mulai masuk krisis di September 2008, eh pas mulai ada sunset policy. Orang-orang kaya pada bayar pajak lebih dari biasanya. Jadi Indonesia kita punya amunisi lebih di tahun krisis 2009 buat stimulus pembangunan serta modal tambahan buat reformasi di departemen lain. Contoh lagi, pas mau pemilu eh pas juga waktu 11 juta WP baru pada harus lapor pajak tahunan. Nu jadina mereka mah akan lebih cermat memilih secara kalo milihna serampangan, bisa jadi pajak nu baru aja dibayar tiyasa habis dikorup anggota dewan nu terpilih. Nah, kebetulan-kebetulan macam gini kang, sering teu direncanakan sami mudah terlewatkan begitu saja, kalo teu ada nu ngemulai perbaikan. Dengan 2 hal barusan, reformasi pajak mulai nyata manfaatna buat Indonesia secara bisa mendorong orang nu kaya buat nyumbang lebih pas badhe krisis serta mendorong terciptana DPR-DPRD yang bersih. 11 juta WP baru plus jutaan calon WP baru lainnya tentuna nuntut perbaikan pelayanan disemua sektor, secara mereka tos dipaksa repot-repot ngisi SPT sami nglaporin hartana. Nah, jadinya, kantor-kantor lain mah juga kudu, mau nggak mau, suka nggak suka, berubah juga. contohna kudu bisa memfasilitasi investasi, kemudahan mencari lapangan kerja dll.<br />
Kalo udah begini kang, teu heran kalo Indonesia badhe nglewati berbagai krisis lebih gampang. Terus Indonesia jeng teu dipandang sebelah mata oleh bangsa lain dan punya bargaining position perundingan investasi dan pasar bebas dst&#8230;dst&#8230;dst..<br />
Jadinya kayak bola salju aja kang&#8230;..<br />
Cuman bola salju ini tiyasa gampang mencair kalo orang-orang pajaknya ternyata teu tiyasa kompak dalam reformasi, secara ngurusin laporan pajak jutaan WP pribadi riskan dengan kesalahan, apalagi kalo udah urusan pajak pribadi. Rasanya sih kang, nggak banyak yang punya sikap kaya akang yang &#8220;mempertebal komitmen saya untuk senantiasa mengelola urusan perpajakan secara sahih&#8221;. Secara ini udah duit yang benar-benar dari kantong kita, duit belanja &amp; duit sekolah anak.<br />
Nah, akhirnya, jadinya tergantung kita juga sebagai masyarakat, seberapa besar bola salju akan menggelinding&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: AMulya Sumedang</title>
		<link>http://berbual.com/bisnis-dan-manajemen/reformasi-di-kantor-pajak/comment-page-1/#comment-66</link>
		<dc:creator>AMulya Sumedang</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 08:53:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://berbual.com/?p=192#comment-66</guid>
		<description>Bener euy beda... ayeuna mah beda alias hade, Suatu hari saya di telepon di kantor oleh KPP Bandung Karees untuk menghubungi seorang petugas pengawas pajak ; dag dig dug berdebar wah aya naon, kesan pertama wah harus siap-siap dengan segala sesuatunya. Setelah saya telepon disarankan oleh beliau untuk memperbaiki SPT 2006 saya, ada yang harus diklarifikasi dan di perbaiki dan saya dimungkinkan untuk mengurusnya oleh kuasa yang biasa mengurusinya, setelah 2 kali kunjungan selesai dan orang yang diberi kuasa lapor kepada saya bahwa semuanya sudah selesai ; tapi tanpa itu dan ini .....alias tanpa imbalan, iapun agak keheranan, sehingga membuat ide sendiri bahwa Sebaiknya menjelang lebaran mengirim Kartu lebaran plus. 1 minggu sebelum lebaran ide tsb dilaksanakan, setelah menunggu beliau selesai rapat disampaikanlah Kartu plus itu, tetapi apa yang terjadi ... saat utusan itu dalam perjalanan pulang ...dikejar-kejar oleh Bapak Petugas tadi Kartu ucapan selamat IdulFitrinya diterima, tetapi plusnya dikembalikan dengan baik, tanpa pesan apa-apa. Dalam Loporan yang diberi kuasa itu keheranan &amp; tercetus :Bener euy beda... ayeuna mah beda alias hade ; Padahal si Bapak teh Anom keneh.
Selamat kepada Insan Pajak khususnya Bandung-Karees, Kami bersama rekan-rekan Ingin bayar Pajak dengan benar, tanpa rasa waswas dan prasangka. Sebaliknya Justru jadi tempat bertanya-konsultasi yang aman dan nyaman.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bener euy beda&#8230; ayeuna mah beda alias hade, Suatu hari saya di telepon di kantor oleh KPP Bandung Karees untuk menghubungi seorang petugas pengawas pajak ; dag dig dug berdebar wah aya naon, kesan pertama wah harus siap-siap dengan segala sesuatunya. Setelah saya telepon disarankan oleh beliau untuk memperbaiki SPT 2006 saya, ada yang harus diklarifikasi dan di perbaiki dan saya dimungkinkan untuk mengurusnya oleh kuasa yang biasa mengurusinya, setelah 2 kali kunjungan selesai dan orang yang diberi kuasa lapor kepada saya bahwa semuanya sudah selesai ; tapi tanpa itu dan ini &#8230;..alias tanpa imbalan, iapun agak keheranan, sehingga membuat ide sendiri bahwa Sebaiknya menjelang lebaran mengirim Kartu lebaran plus. 1 minggu sebelum lebaran ide tsb dilaksanakan, setelah menunggu beliau selesai rapat disampaikanlah Kartu plus itu, tetapi apa yang terjadi &#8230; saat utusan itu dalam perjalanan pulang &#8230;dikejar-kejar oleh Bapak Petugas tadi Kartu ucapan selamat IdulFitrinya diterima, tetapi plusnya dikembalikan dengan baik, tanpa pesan apa-apa. Dalam Loporan yang diberi kuasa itu keheranan &amp; tercetus :Bener euy beda&#8230; ayeuna mah beda alias hade ; Padahal si Bapak teh Anom keneh.<br />
Selamat kepada Insan Pajak khususnya Bandung-Karees, Kami bersama rekan-rekan Ingin bayar Pajak dengan benar, tanpa rasa waswas dan prasangka. Sebaliknya Justru jadi tempat bertanya-konsultasi yang aman dan nyaman.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ical</title>
		<link>http://berbual.com/bisnis-dan-manajemen/reformasi-di-kantor-pajak/comment-page-1/#comment-60</link>
		<dc:creator>Ical</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 07:40:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://berbual.com/?p=192#comment-60</guid>
		<description>Saya juga minta ijin untuk memasukkan artikel ini di Web kami....

Terima Kasih....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga minta ijin untuk memasukkan artikel ini di Web kami&#8230;.</p>
<p>Terima Kasih&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hasanudin Abdurakhman</title>
		<link>http://berbual.com/bisnis-dan-manajemen/reformasi-di-kantor-pajak/comment-page-1/#comment-59</link>
		<dc:creator>Hasanudin Abdurakhman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 01:28:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://berbual.com/?p=192#comment-59</guid>
		<description>iya pak darnim. tulisan itu saya buat sekitar awal tahun. waktu itu kami masih dilayani oleh KPP Pratama. tulisan itu juga saya link kan dengan tulisan yang sekarang ini. intinya, apa yang saya alami dulu itu membuat saya skeptis soal reformasi di kantor pajak. sampai saya mendapat pengalaman baru ini, yang sungguh mengejutkan saya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya pak darnim. tulisan itu saya buat sekitar awal tahun. waktu itu kami masih dilayani oleh KPP Pratama. tulisan itu juga saya link kan dengan tulisan yang sekarang ini. intinya, apa yang saya alami dulu itu membuat saya skeptis soal reformasi di kantor pajak. sampai saya mendapat pengalaman baru ini, yang sungguh mengejutkan saya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Darnim N</title>
		<link>http://berbual.com/bisnis-dan-manajemen/reformasi-di-kantor-pajak/comment-page-1/#comment-58</link>
		<dc:creator>Darnim N</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 13:55:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://berbual.com/?p=192#comment-58</guid>
		<description>Kang Hasan, kok rada beda isinya dengan tulisan akang di MP http://kanghasan.multiply.com/journal ===&gt; Punya NPWP.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kang Hasan, kok rada beda isinya dengan tulisan akang di MP <a href="http://kanghasan.multiply.com/journal" rel="nofollow">http://kanghasan.multiply.com/journal</a> ===&gt; Punya NPWP.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mierz</title>
		<link>http://berbual.com/bisnis-dan-manajemen/reformasi-di-kantor-pajak/comment-page-1/#comment-57</link>
		<dc:creator>mierz</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 09:56:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://berbual.com/?p=192#comment-57</guid>
		<description>hah, pajak sudah berubah ??
sumpeh lu ??

tapi emang bener kok, pajak sekarang udah berubah (petugasnya).
Mudah2an Wajib pajaknya juga mau berubah, sehingga dia mau mematuhi peraturan yg ada..
apalagi sekarang kan ada sunset policy, manfaatkan dong ( kayak di iklan tipi)
hahaha

lam kenal pak..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hah, pajak sudah berubah ??<br />
sumpeh lu ??</p>
<p>tapi emang bener kok, pajak sekarang udah berubah (petugasnya).<br />
Mudah2an Wajib pajaknya juga mau berubah, sehingga dia mau mematuhi peraturan yg ada..<br />
apalagi sekarang kan ada sunset policy, manfaatkan dong ( kayak di iklan tipi)<br />
hahaha</p>
<p>lam kenal pak..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tio</title>
		<link>http://berbual.com/bisnis-dan-manajemen/reformasi-di-kantor-pajak/comment-page-1/#comment-56</link>
		<dc:creator>tio</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 08:12:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://berbual.com/?p=192#comment-56</guid>
		<description>terimakasih atas apresiasinya...
dukung kami untuk berubah ke arah yang lebih baik...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terimakasih atas apresiasinya&#8230;<br />
dukung kami untuk berubah ke arah yang lebih baik&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: budiyati</title>
		<link>http://berbual.com/bisnis-dan-manajemen/reformasi-di-kantor-pajak/comment-page-1/#comment-53</link>
		<dc:creator>budiyati</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 09:07:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://berbual.com/?p=192#comment-53</guid>
		<description>salam buat bu Ade, Sarah, Giffari dan adiknya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam buat bu Ade, Sarah, Giffari dan adiknya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eskopidantipi</title>
		<link>http://berbual.com/bisnis-dan-manajemen/reformasi-di-kantor-pajak/comment-page-1/#comment-47</link>
		<dc:creator>eskopidantipi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 04:03:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://berbual.com/?p=192#comment-47</guid>
		<description>seneng saya baca postingan ini. jarang banget baca postingan yang ngomongin pajak dan berakhir begini... semoga apa yang ditulis diikuti oleh semua petugas pajak di seantero Indonesia yah..

jangan sampe langkah reformasi birokrasi yang sudah berjalan masih dinodai oleh krakusan dan ketamakan orang yang gak pernah bersyukur. 

anyway, enak banget ya orang pajak dulu...kelam..eh sekarang pemutihan...dudududu...

hanya di akhirat nanti yang bisa membalasnya

makasih paostingannya ya...it helps me to work with smile :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>seneng saya baca postingan ini. jarang banget baca postingan yang ngomongin pajak dan berakhir begini&#8230; semoga apa yang ditulis diikuti oleh semua petugas pajak di seantero Indonesia yah..</p>
<p>jangan sampe langkah reformasi birokrasi yang sudah berjalan masih dinodai oleh krakusan dan ketamakan orang yang gak pernah bersyukur. </p>
<p>anyway, enak banget ya orang pajak dulu&#8230;kelam..eh sekarang pemutihan&#8230;dudududu&#8230;</p>
<p>hanya di akhirat nanti yang bisa membalasnya</p>
<p>makasih paostingannya ya&#8230;it helps me to work with smile <img src='http://berbual.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hasanudin Abdurakhman</title>
		<link>http://berbual.com/bisnis-dan-manajemen/reformasi-di-kantor-pajak/comment-page-1/#comment-46</link>
		<dc:creator>Hasanudin Abdurakhman</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 01:20:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://berbual.com/?p=192#comment-46</guid>
		<description>Bu/Pak Joss,
saya kira reaksi teman-teman pegawai DJP adalah sesuatu yang wajar. Mereka selama ini harus ikut menyandang citra tidak bersih. Padahal tidak semua pegawai DJP tidak bersih. Yang bersih sudah mulai bertambah banyak, tapi citra tidak bersih masih terus melekat. Bahkan reformasi yang mereka coba lakukan masih dipandang sebelah mata. Saya termasuk yang tadinya memandang sebelah mata. Makanya ketika saya merasakan sendiri perubahan di DJP, saya kaget.

Saya biasa menuliskan berbagai ketidakpuasan saya. Bukan dalam rangka bergunjing, tapi sebagai ekspresi  dari keinginan saya akan adanya perubahan. Maka ketika ada perubahan, saya merasa perlu untuk mengabarkannya. Bagaimanapun menulis tentang sesuatu yang baik itu lebih enak daripada menulis tentang hal yang buruk.

Seperti saya tulis juga, reformasi di DJP baru saja berjalan. Pasti masih banyak ketimpangan di sana-sini. Dan ketimpangan itu harus diperbaiki. Jadi saya memuji sambil tetap kritis terhadap hal-hal yang belum diperbaiki.

Salam
Hasan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bu/Pak Joss,<br />
saya kira reaksi teman-teman pegawai DJP adalah sesuatu yang wajar. Mereka selama ini harus ikut menyandang citra tidak bersih. Padahal tidak semua pegawai DJP tidak bersih. Yang bersih sudah mulai bertambah banyak, tapi citra tidak bersih masih terus melekat. Bahkan reformasi yang mereka coba lakukan masih dipandang sebelah mata. Saya termasuk yang tadinya memandang sebelah mata. Makanya ketika saya merasakan sendiri perubahan di DJP, saya kaget.</p>
<p>Saya biasa menuliskan berbagai ketidakpuasan saya. Bukan dalam rangka bergunjing, tapi sebagai ekspresi  dari keinginan saya akan adanya perubahan. Maka ketika ada perubahan, saya merasa perlu untuk mengabarkannya. Bagaimanapun menulis tentang sesuatu yang baik itu lebih enak daripada menulis tentang hal yang buruk.</p>
<p>Seperti saya tulis juga, reformasi di DJP baru saja berjalan. Pasti masih banyak ketimpangan di sana-sini. Dan ketimpangan itu harus diperbaiki. Jadi saya memuji sambil tetap kritis terhadap hal-hal yang belum diperbaiki.</p>
<p>Salam<br />
Hasan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
