Archive for the ‘Masakan-Kuliner’ Category

Asam Pedas vs Asam Padeh

18 May 2009

Di kampung kami punya masakan ikan asam pedas. Di rumah mertua ada masakan asam padeh. Saya langsung menganggap keduanya identik. Tapi beberapa kali saya masak ikan asam pedas di rumah, istri saya selalu berkomentar: ini bukan asam padeh. Saya penasaran. Apa bedanya?

Asam pedas di kampung saya biasanya menggunakan ikan sembilang (mirip ikan lele, tapi hidup di laut dan berukuran besar), ikan merah, kakap, atau tenggiri. Di warung Padang yang paling sering saya temukan adalah asam padeh tongkol atau tenggiri.

Minggu lalu saya belanja ikan laut di Makro Cibitung. Ini adalah toko favorit saya untuk belanja ikan. Tingkat kesegaran ikan laut di Makro jauh lebih baik dibanding Carrefour atau Hypermart. Variasinya juga lebih baik. Hanya di Makro saya bisa menemukan ikan belanak (walau sejauh ini tidak pernah saya dapatkan ikan belanak yang benar-benar memuaskan di Makro). Tenggiri dan tongkolnya OK. Dan ada beberapa jenis ikan lain.

Saya belum menemukan tempat belanja ikan yang memuaskan selain di Makro. Di Ancol katanya ada pasar ikan kagetan kalau Minggu pagi. Tapi bisa diduga, harganya adalah harga turis. Ibu mertua saya belanja ikan di Muara Karang. Hasilnya mengecewakan, karena timbangannya tidak benar.

Favorit saya di Makro adalah ikan alu-alu. Ikan ini berbentuk panjang, lurus. Kalau dapat yang ukuran besar bisa seukuran betis orang dewasa, panjang kurang lebih setengah meter. Ikan ini enak. Berdaging, tidak banyak tulang, dan gurih. Tapi orang-orang Jakarta mungkin tidak kenal ikan ini. Karena tidak populer, harganya murah, cuma 20 ribu sekilo. 

Minggu lalu saya menemukan ikan alu-alu, ada tiga ekor yang besar. Langsung saya ambil dua, masing-masing 2 kilo. Yang satu buat di rumah, dan yang satu buat mertua di Jakarta. Hari Sabtu saat main ke rumah mertua saya ditanyai, mau dimasakin apa. Saya tanya, itu ikan alu-alu sudah dimasak belum? Mertua saya baru ingat. Ikan itu enak, katanya. Masih ada sisa satu kilo, lalu disepakati untuk dimasak asam padeh.

Saat makan baru saya mengerti beda antara asam pedas dengan asam padeh. Sekalian saja saya berguru cara memasak asam padeh. 

Inilah detilnya.

Asam Pedas
Ritual masak dimulai dengan menumis bumbu-bumbu berupa cabe merah keriting dan kunyit yang digiling halus,irisan bawang merah dan putih, serta irisan jahe. Lalu tambahkan air, dan garam. Selanjutnya masukkan serai, lengkuas, daun kunyit dan daun jeruk purut. Tambahkan air asam jawa (bisa pula digunakan air jeruk nipis). Lalu masukkan ikan, rebus dengan api kecil sampai empuk.

Untuk variasi, bisa dihilangkan cabe giling, dan akan diperoleh sop ikan asam. Kalau mau cabe giling juga bisa diganti dengan cabe rawit utuh.

Asam Padeh
(Ini resep ajaran mertua)
Giling halus: cabe merah keriting, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, kemiri. Rebus bumbu dalam air sehingga bau langu cabe hilang. Masukkan potongan ikan, ditambah daun kunyit, asam kandis, dan potongan tomat. Rebus dengan api kecil dalam panci tertutup sampai daging ikan empuk.

Kemarin saya coba resep ini dengan ikan tongkol. Hasilnya sukses. Tak kalah dengan ikan asam padeh buatan mertua. 

PS. Foto akan diupload nanti.

wordpress plugins and themes

Sop Miso Kepala Kakap

18 May 2009
Miso adalah bumbu yang sangat penting bagi orang Jepang. Orang Jepang mungkin tidak akan keberatan kalau kita tuduh tidak bisa hidup tanpa miso. Begitulah kenyataannya. Setiap kali makan, setiap jenis masakan, miso siru (sop miso) adalah side-menu tetap dalam khazanah kuliner Jepang. Tidak hanya untuk sop miso, banyak masakan yang menggunakan miso sebagai bumbu. Di antaranya miso ramen, dan nabe. 

Miso terbuat dari kacang kedelai yang yang difermentasi. Proses pembuatannya tidak saya pahami benar. Saya hanya menyaksikannya melalui berbagai laporan di TV. Tapi kelihatannya resep pembuatannya sangat tradisional, dan dijaga oleh pembuatnya secara turun temurun. Jenis dan rasa miso juga variatif, berdasar daerah pembuatnya. Kesan saya, di daerah utara Jepang, dari Kanto ke Tohoku miso cenderung agak manis, sedangkan ke selatan cenderung asin.

Isi (gu) miso siru sendiri sangat variatif. Isi standar biasanya berupa irisan tahu sutra, rumput laut (wakame), potongan tahu kering, dan irisan daun bawang (negi). Tapi tak jarang ada yang berisi kerang (asari), kepiting (kani), atau kepala dan tulang ikan kakap (tai).

Nah, salah satu menu favorit saya kalau berkunjung ke restoran sushi adalah miso siru berisi kepala dan tulang kakap (tai no ara miso siru). Ikan kakap (tai) adalah ikan yang sangat populer di Jepang. Dagingnya dibuat sashimi atau sushi. Sedangkan sisanya (ara) berupa kepala dan tulang, dimasukkan ke dalam miso siru atau nabe.

Rasa gurih kaldu ikan berpadu dengan manis-asinnya miso, betul-betul maknyus.

Jatuh cinta dengan rasanya, saya tertarik untuk membuat sendiri. Hasil tanya-tanya dengan obachan (nenek) penjual ikan langganan saya waktu di Kumamoto, saya peroleh resep berikut:

Belah kepala ikan kakap, bersihkan, buang sisiknya. Potong tulang ikan sepanjang kurang lebih 3 cm. Siram dengan air mendidih, dan diamkan sejenak, lalu buang air penyiramnya untuk menghilangkan bau amis. Lalu rebus dengan air secukupnya.

Saat ikan sudah hampir lunak, masukkan miso instan, lalu rebus dengan api kecil. Ya, cukup gunakan miso instan, karena kalau tidak akan sangat repot dengan proses menyaring miso, menambahkan dashi (kaldu dari rumput laut (kombu) dan ikan). Tunggu sampai air perebus mendidih, diamkan sejenak, lalu angkat.

Selamat mencoba.

PS. Miso instan bisa diperoleh di berbagai supermarket. Untuk memperoleh sup miso kepiting, yang gambarnya cukup menggiurkan itu prosesnya sama. Cukup ganti kepala kakap dengan kepiting. Rajungan lebih cocok untuk dimasak dengan miso.

Tai
wordpress plugins and themes