Islam dan Kekerasan

Apakah Islam mengajarkan kekerasan? Terhadap pertanyaan ini saya akan menjawab tegas dan lantang: YA!

Dikisahkan tentang seorang lelaki buta. Istrinya suka mencaci maki Muhammad. Laki-laki ini dengan meraba-raba mencari sebilah pisau. Dan ketika ia temukan, pisau itu ia gunakan untuk menikam dan membunuh istrinya, Ketika hal itu sampai ke telinga Muhammad, ia mendiamkannya. Diamnya Muhammad umumnya diartikan sebagai persetujuan.

Di riwayat lain diceritakan tentang dua orang yang berselisih tentang suatu perkara. Mereka minta pada Muhammad untuk mengadili. Setelah Muhammad memberi keputusan, salah satu dari mereka tidak merasa puas. Lalu mereka meminta pendapat Abu Bakar. Abu Bakar memerintahkan mereka untuk patuh pada keputusan Muhammad. Mereka tetap tidak puas, lalu datang ke Umar untuk minta pendapat. Umar kemudian mengambil pedang dan memenggal leher orang yang tak puas atas keputusan Muhammad tadi. Allah membenarkan langkah Umar ini dengan menurunkan ayat 65 surat An-Nisa.

Itu adalah rangkaian cerita kekerasan dalam sejarah Islam. Cerita-cerita yang muncul dalam berbagai format. Kekerasan dalam berbagai bentuk dan sebab. Semua bentuk kekerasan itu sah, bahkan terpuji.

Bila kita mencari ayat Quran dengan kata kunci qitaal, atau qatala, maka akan kita temukan puluhan ayat. Apa makna qital itu? Berperang dan membunuh. Demikian pula, kalau kita cari ayat dengan kata kunci jahada atau turunannya, kita akan menemukan puluhan ayat lagi. Lagi-lagi, jahada dalam puluhan ayat Quran maknanya tidak jauh berbeda dari qatala.

Sejarah Islam adalah sejarah berhias kekerasan. Sejak Muhammad mampu membangun kekuatan di Madinah, Islam berjalan dari perang ke perang. Tentu saja dimulai dengan provokasi kaum Quraisy Mekah. Tapi perang dan kekerasan tidak berhenti pada perang-perang defensif belaka. Kita bisa mencatat sebuan ofensif pada perang Khaibar, atau pada ekspedisi Mu’ta.

Setelah Muhammad wafat, kita melihat kekuasaan kekhalifahan Islam berkembang luas, melalui perang-perang ekpansif. Tentu saya tidak akan mengabaikan fakta sejarah bahwa di banyak tempat seperti di Nusantara, Islam tidak melulu disebarkan melalui perang.

Di luar itu, Islam menggunakan kekerasan sebagai hukuman atas tindak pidana. Orang berzina dicambuk atau dirajam. Pencuri dipotong tangan. Dan seterusnya.

Maka sekali lagi, tanpa sedikitpun ragu, saya mengatakan bahwa Islam mengajarkan kekerasan. Ini perlu saya tegaskan terlebih dahulu, karena banyak orang yang berkata bahwa Islam itu agama damai, anti kekerasan, sesuai dengan namanya. Atau orang yang menggambarkan sosok Muhammad sebagai sosok yang sangat pemaaf, yang bagi saya agak antagonis dengan apa yang diceritakan melalui riwayat orang buta tadi.

Orang seperti Tariq Ramadhan mencoba mengeksplorasi makna jihad menurut pada akar katanya, yang berarti bekerja sungguh-sungguh. Perang, menurut Tariq hanyalah salah satu konteks jihad. Pandangan Tariq ini bagi saya adalah pandangan apologetik, yang sama sekali mengabaikan fakta sejarah.

Bagi saya sangat penting untuk terlebih dahulu mengakui bahwa ajaran kekerasan itu ada dalam ajaran Islam. Bukan sekedar ada, tapi menempati porsi yang cukup besar. Kalau itu sudah diakui, barulah kita boleh beranjak pada diskusi selanjutnya, yaitu bagaimana kita bersikap terhadap ajaran kekerasan itu.

Apakah saya berpendapat bahwa Islam itu adalah agama kekerasan? Yang menyebarkan agama dengan pedang di satu tangan, serta Quran di tangan yang lain? Tidak. Bagi saya kekerasan dalam Islam itu hanyalah alat yang harus dipakai sesuai kebutuhan. Kekerasan itu bukan tujuan.

Sebagaimana diketahui, saat mulai hidup, umat Islam menghadapi teror yang luar biasa. Tidak ada jalan lain untuk bertahan hidup, selain melawan dengan kekerasan pula. Di luar soal itu, Islam sejak awal kehadirannya memosisikan diri sebagai sebuah kekuasaan. Muhammad selain seorang nabi juga adalah seorang kepala negara, juga seorang panglima bala tentara. Dan pada jaman itu sudah lazim bagi sebuah kekuatan yang demikian itu untuk melakukan penaklukan. Dan itu berarti perang.

Sayangnya kita tidak menemukan dalil yang tegas-tegas memisahkan peran Muhammad sebagai nabi dengan peran sebagai kepala negara. Karenanya semua tindakan dia dipandang sebagai ajaran Islam.

Demikian pula, tak ada dalil yang tegas yang menyatakan bahwa perintah melakukan kekerasan, seperti perintah untuk membunuh orang kafir, adalah perintah kontekstual hanya untuk kebutuhan saat itu saja. Orang mungkin akan menyodorkan asbabun nuzul untuk menjelaskan konteks ayat yang dimaksud. Namun asbabun nuzul, menurut para ulama, tidak serta merta membatasi makna teks. Mereka umumnya berpendapat bahwa sekali dinuzulkan, teks akan berdiri sendiri, harus dimaknai sebagaimana yang terlafalkan.

Karena hal-hal tersebut di atas maka kita sering mendengar ayat-ayat Quran dikumandangkan untuk melegitimasi kekerasan. Para pelaku tindak kekerasan sering mengutip ayat-ayat yang menyuruh untuk melakukan tindak kekerasan. Dengan ayat-ayat itu tindakan keji berubah menjadi amal yang suci.

Ketika meletus kasus Monitor tahun 90-an, sekelompok orang merusak kantor tabloid tersebut. Waktu itu terjadi silang pendapat mengenai kejadian itu serta kasus Monitor itu sendiri. Dalam sebuah tulisannya (atau ceramah, saya lupa persisnya) Jalaluddin Rakhmat mengutip riwayat tentang orang buta yang saya kutip di bagian awal tulisan ini. Dia tak serta merta membenarkan kekerasan atas kantor Monitor tadi. Tapi kutipan tadi seakanya mengisyaratkan bahwa yang diterima oleh Monitor itu sesuatu yang jauh lebih ringan dibandingkan dengan apa yang diterima penghina Muhammad yang lain.

Tentu Jalal tak sendiri. Tak sedikit orang atau ulama yang dengan enteng sampai pada kesimpulan bahwa si Fulan halal darahnya, hanya karena menurut orang itu si Fulan sudah memenuhi syarat untuk dihalalkan darahnya berdasar dalil-dalil yang ada. Padahal yang dilakukan si Fulan hanyalah berfikir dengan cara yang berbeda dari orang tadi.

Bagi saya, kekerasan berlabel agama Islam hanya bisa dihindari bila kita berhenti memandang Quran sebagai sumber hukum. Selama Quran masih dianggap sebagai kitab hukum maka kita setiap perintah membunuh dalam Quran wajib dituruti. Karena dalam kaidah ushl fiqh setiap perintah pada dasarnya adalah kewajiban.

Tentu, Islam mengatur tata cara melakukan kekerasan itu. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Namun, sialnya, syarat-syarat itu pun sangat mudah terpengaruh pada presepsi pribadi atau kelompok pemahaman. Tafsirnya bisa sangat berbeda antara kelompok yang satu dengan yang lain.

Pada umumnya ulama berpendapat bahwa Islam membolehkan penggunaan kekerasan saat umat dizalimi. Tapi tidak sedikit orang/kelompok Islam yang berpendapat bahwa dalam tataran internasional posisi umat Islam saat ini sedang terzalimi, sehingga penggunaan kekerasan selalu sah.

Saya pernah berdiskusi dengan seorang kenalan. Dia kebetulan adalah seorang yang terdidik. Seorang doktor lulusan Inggris. Saya mengritik kekerasan melalui bom bunuh diri di Palestina, yang sasarannya adalah sasaran sipil, seperti bis sekolah atau pasar. Menurut saya itu justru bertentangan dengan tata krama perang dalam Islam. Yang saya tahu, Muhammad melarang penyerangan terhadap orang tak bersenjata.

Tapi kenalan saya tadi berpendapat lain. Israel memberlakukan wajib militer. Itu artinya, menurut kenalan saya tadi, setiap orang Israel adalah militer. Karenanya sah untuk diserang.

Saya melihat pesan-pesan kekerasan dalam ajaran Islam lebih kuat ketimbang pesan-pesan yang mengatur cara penggunaannya. Karenanya, penggunaannya sering menyalahi aturan Islam sendiri.

Saya, sekali lagi, lebih suka melihat Quran, demikian pula hadist, sebagai kitab sejarah ketimbang kitab hukum. Quran adalah rekaman sejarah tentang bagaimana sebuah masyarakat beradab ditegakkan. Apa yang terekam di situ boleh menjadi inspirasi saat kita menegakkan peradaban di masa kini. Tapi bukan panduan manual tentang apa yang harus kita lakukan. Penggunaan kekerasan bukanlah kewajiban, bukan pula anjuran. Ia hanya contoh, bahwa di masa lalu kekerasan pernah digunakan. Di masa kini boleh jadi kita harus menghindarinya.

http://berbual.com/

wordpress plugins and themes

37 Responses to “Islam dan Kekerasan”

  1. Amani Evan says:

    Setuju……………..

  2. dhani says:

    Kunci pertamanya adalah menyadari bahwa memang Kekerasan sudah menjadi bagian sejarah pertumbuhan Agama Islam. (walaupun agama monotheis yang lain juga tidak lepas dari sejarah kelam dan berdarah-darah) :)

    nice post n lam kenal
    dhannia

  3. agung says:

    Tulisan yang mengena, untuk hal2 tertentu kadang umat islam harus meninggalkan alquran

  4. Wonders says:

    Saya sudah 3 thn ini tinggal di UAE, mengenal bangsa2 Arab ini khususnya UAE Dan Saudi, saya sungguh kecewa, non of their behavior represents Islam, kadang berpikir, no wonder Prophet Mohammad diturunkan di jazirah Arab, karena mereka adalah orang2 barbar yg identik dng kekerasan therefore it needs an equal violence to handle them.

    Another thing that keeps me wondering is apakah Islam identik dng ke’Arab’an and their culture.

    For me, Islam is a religion that grows together with humanity
    and time. Not a stone age religion that needs to applied regardless of anything.

    I agree when you said that Al Qur’An is more into a historical bible rather than the Book of Law.

    Anyway…I’ve expressed what I want to express, good job and keep it up!

  5. Adrian says:

    Salam kenal,…
    Sekedar sebagai masukkan saja untuk memahami Al Quran, ini saya petik dari Al Quran surat Al-Baqarah ayat 2:5

    (2) Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
    (3) (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
    (4) dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
    (5) Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

    Oleh karena itu, sebaiknya kita penuhi terlebih dulu syarat-syarat diatas agar kita dapat petujuk dari Allah SWT untuk dapat memahami Al Quran.
    Usahakan berwudhu sebelum membaca Al Quran arab nya dan terjemahannya (lebih afdol kalau kita bisa bahasa arab).
    Mohon perlindungan Allah SWT agar di hindari dari godaan syaitan. (karena syaitan bisa menyesatkan kita dalam memahami al quran, apalagi kalau syarat-syarat kita belum terpenuhi)
    Keimanan harus yg memimpin Akal (Nalar) dan hawa nafsu, agar kita tidak tersesat.
    Usahakan setiap hari kita membaca nya, agar dapat menjadi petunjuk.

    Semoga tips ini bermanfaat, dan semoga Allah SWT membimbing kita di jalan yang lurus dan benar, Amin

  6. virtex says:

    Saya meragukan keislaman anda ketika baca artikel ini n artikel yg berbau islam yg ada tulis dalam blog anda banyak kejanggalan2,kesalahan penulisan kata,dan banyak penyebutan yg salah dan ada penulisan orang yg benar2 islam tidak mungkin pakai.jika anda benar2 beragama islam kesalahan2 itu tak mungkin terjadi.dari analisa ini saya bisa menyimpulkan bahwa anda tidak beragama islam.

  7. Hasanudin Abdurakhman says:

    virtex, bisa kasih contoh kesalahan yang anda maksud?

  8. SJ says:

    sepertinya virtex masih enggan untuk berfikir obyektif

  9. Tidak beragama tapi bertuhan says:

    Salam Kenal,

    Saya senang membaca tulisan2 anda, anda mau islam atau bukan itu nggak jadi masalah buat saya, yang pasti anda seorang pemberani sebagai penulis, terkadang ketika kejelekan itu diketahui oleh orang lain harusnya malah bersyukur karena masih ada yang mengingatkan dan bisa berintrospeksi untuk berusaha menjadi yg lebih baik kedepannya, bukan malah emosi,

    Ditunggu tulisan2 lainnya

    Salam…

  10. Regabo says:

    ya orang2 d mana agama islam d turunkan adalah orang2 barbar yg tindak tanduknya seprti binatang dan tidak menutup kemungkinan sifat dan kelakuannya akan turun temurun kepada anak cucunya walaupun islam agama yg “sempurna bla.bla.bla” d turunkan lengkap bersama nabinya..dan pasti jika seorang penggila islam mendengar cerita ini pasti mereka akan menutup2i atau marah dan anarki layaknya FPI BRUTAL BIN BARBAR!

  11. fikri8 says:

    sya stuju dgn pndpat agan Adrian. slama ni sya tk prnah mnemukan ajaran islam yg membenarkan adanya kekerasan. bhkan Rasulullah pun melarang hmbanya u/ mlakukan kekerasan.

  12. Kang Hasan,
    ‘Tantangan’nya saya terima. :-)
    Sila lihat argumen saya di : http://satriadharma.com/index.php/2010/10/27/islam-dan-kekerasan/#more-210

  13. sari says:

    @bpk satria : terima kasih atas pelurusan “persepsi kang hasan” ttg Islam ini. semoga kang hasan lebih bijaksana lagi utk tidak terlalu cepat2 dan terburu2 gembira setelah menemukan idenya dan langsung menuliskannya di blog, padahal tidak dilandasai dasar-dasar ilmu yg akurat dan mendalam.

    Betul kata bpak satria bhw utk menjawab tulisan kang hasan tidak diperlukan kajian yg mendalam dari Quran dan Sunnah, cukup dari aspek logical reason saja saya kira cukup.

    Semoga tulisan bapak bisa menjadi penggugah dan sarana berpikir ulang utk kang hasan.

  14. ali says:

    penulis ini betul-betul lihai, ningsih sari sebenarnya bukan muslim….bravo virtex! kang hasan juga meragukan nih…

  15. Hasanudin Abdurakhman says:

    Pak Satria,
    saya sangat menghargai cara Anda meladeni diskusi saya dengan tulisan ini.

    poin terpenting dari tulisan saya adalah konteks, sebagaimana Anda juga melihatnya. konteks, konteks, konteks. itu pesan penting di bagian akhir tulisan saya. dengan cara apakah kita melihat kejadian-kejadian dalam sejarah islam itu.

    perlu saya tambahkan bahwa tentang perempuan penghina nabi yang dibunuh itu, ada riwayat lain yang menyatakan bahwa nabi menyatakan secara lisan bahwa darahnya halal. dan karenanya, bagi saya ini bukan sekedar kejadian, melainkan ajaran.

    tapi di luar itu semua, sebuah ajaran sekalipun ada konteksnya. inilah sebenarnya yang hendak saya gali. banyak orang melupakan konteks itu, lalu dengan semena-mena menggunakan dalil. ingat, hadis ttg pembunuhan atas penghina nabi itu banyak dipakai orang dalam merespon berbagai kejadian penghinaan thd nabi. mereka tidak melihat konteks.

    sebaliknya, banyak yang mencoba menyangkal kejadian-kejadian itu, dalam rangka membangun sebuah mitos. bagi saya cara inipun keliru.

    saya hanya ingin melihat sejarah secara apa adanya. baru kemudian memaknainya. bukan melihat sejarah sesuai dengan frame yang kita inginkan.

    hasan

  16. Goofy says:

    Tulisan yg cukup tendensius. Sejarah selalu berulang, jika kaum Budhha di Tibet dianggap sebagai agama yg jauh dari kekerasan, kenyataannya mereka malah diporak poranda dan diadu domba oleh pemerintah China. Sehingga mereka melakukan perlawanan dgn cara mereka sendiri.

    Di era saat ini, nominal jumlah korban yg disebabkan oleh “teroris Islam” jauh lebih sedikit ketimbang korban yg berjatuhan di wilayah muslim seperti palestina, bosnia, afghanistan, irak dan sebagian afrika….. namun anehnya “cap kekerasan” selalu ada di kening umat Islam……?

  17. Mas Tato says:

    Tak kira, Karena islam adalah agama yg lengkap dan sempurna, maka kekerasan dan kelembutan akan ada di dalamnya, karena dunia ini tidak hanya lembut, kalau hanya lembut dan kasih sayang saja, tanpa ada kekerasan dan benci, maka tidaklah sempurna.
    tinggal bagian mana yg hendak di tonjolkan atau dipakai :D

  18. Well, Hasan..

    Jika Jepang negeri penyembah Matahari membuat anda merasa lebih berperikemanusiaan daripada manusia Utusan Pencipta Matahari..

    Maka engkau tinggalkan negeri itu, kembali hidup sederhana sebagai dosen di kalimantan dengan gaji pas-pasan, dan engkau kembali berbaur dengan kaum muslimin dipedesaan yang rendahhati kepada Nabinya lebih baik daripada engkau berbangga dengan gaji dan profesimu dihari ini..

  19. djuartono says:

    Pada tahun 637, setelah pengepungan yang lama terhadap Yerusalem, pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut. Umar diberikan kunci untuk memasuki kota oleh pendeta Sophronius dan diundang untuk salat di dalam gereja (Church of the Holy Sepulchre). Umar memilih untuk salat ditempat lain agar tidak membahayakan gereja tersebut. 55 tahun kemudian, Masjid Umar didirikan ditempat ia salat. masih menganggap islam = kekerasan ? belanda dan negara eropa lain portugis, prancis, spanyol, dengan dalih dagang mereka kemudian menjadi penjajah di negara2 muslim dan juga menyebarkan agama kristen, apa yang mereka lakukan ? merusak, mengambil paksa, dengan sepotong roti beberapa muslim menjadi murtad

  20. Terima kasih atas jawabannya, Kang! Saya baru tahu bahwa Anda sudah menjawabnya. Mari kita teruskan diskusi kita.

    Kang Hasan : konteks, konteks, konteks. itu pesan penting di bagian akhir tulisan saya. dengan cara apakah kita melihat kejadian-kejadian dalam sejarah islam itu.”

    Jika konteks itu merupakan inti dari cara pandang kita dalam melihat sebuah peristiwa maka mengapa Anda justru heran atau bahkan ‘protes’ terhadap banyaknya ayat tentang ‘qital’ seperti yang Anda sampaikan sbb :
    baca selanjutnya di
    http://satriadharma.com/index.php/2010/10/27/islam-dan-kekerasan/comment-page-1/#comment-797

  21. agnostik says:

    Sya adalah seorang muslim yg biasa saja. artinya saya tidak terlalu mendalami ajaran islam. shalat pun Msih bolong2. heheeeeee.
    tapi saya sangat menjunjung tinggi kemanusiaan, dan toleransi umat beragama. mendengar berita tentang terorisme yg meng atasnamakn islam akhir2 ini membuat saya sakit hati dan prihatin.. sya pikir awalnya itu hanya ulah sebagian oknum islam yg salah mempelajari isi quran.. tapi betapa terkejutnya saya setelah mengetahui bahwa dalam alquran memang ada ayat yh menghalalkan pembunuhan dengan meng atasnamakan Allah… ASTAGFIRULLAH…!!!
    saya mulai mencari lagi lebih bnyk bukti di quran, dan memang benar dan makin membuat hati saya hancur.. saya tidak menyangka agama yg slama ini saya anggap paling baik untuk saya di dunia dan akhirat kelak, ternyata terbalik 180 derajat. setelah saya tau, saya sudah tidak pernah sholat lagi, dan menjalnkan perintah islam lainnya. saya ingin mengajak sodara2 muslim untuk buka mata. islam memang agama yg brutal. bukankah smua agama itu mengajarkan kita cinta kasih sesama manusia, lha kalau agama menghalalkan kita membunuh dengan dalil agama, menurut anda apa sesuai dengan nurani????
    sampai sekarang saya masih ‘islam‘ KTP. tapi hati saya belum menganut agama manapun.. yg ada hanya saya dan Tuhan yg maha Esa.

  22. tapasudana says:

    dear agnostik, thanks for expressing the words of the soul of human intelligence, leading to the way of wisdom . Betul sekali,pertama-tama harus diteliti isi kata “kekerasan” yang menejadi topik pemikiran, untuk apa, dari siapa, bila ada keras ada juga lembut. Bagaimana mempraktekkaan keduanya untuk hidup harmonis. Hukum “dua”, yin and yang, bhineka tunggal eka,…dst. dua yang mencipta anak, ibu & bapak, (bila bapak membunuh ibu dan sebaliknya, what happen??); dua yang membangun jagat raya, proton & electron, real and invisible, good and bad, baik atau buruk … untuk siapa? kapan? didaerah/dinegara mana?
    MUngkin sudah waktunya kita bertanya: apa itu “agama”, perlu di definisi dan disetujui isinya, memang sedih melihat orang yang menafsir kata-kata, yang tak menemukan /membuka jalan perdamaian.
    lt’s worth to try to go beyond the words, beyond this body,beyond the idea, beyond the thought to find and found/build the truth… that depends on time, space, situation and the people+nature that create the ….. words can kill and also can give life, one mouth two ears, listen twice to speak once.

  23. Mr.Nunusaku says:

    Karena Al Quran muslim diharuskan membunuh, jika tidak membunuh bukan islam sejatih. Baca aja surah 8 dan Q9 kan disitu anda diperintah untuk saling membunuh demi islam dan Muhammad…apakag islam ini agama damai, kenyataan kan tidak.

    Kalau teror sudah tentu disebut islam lagi, kalau ada pembakaran rumah ibadah non muslim dan Ahmadiyah islam lagi disebut-sebut…mengapa ya islam selalu penuh dengan kekerasan…?dasarnya dari nabinya Muhammad yang hidupnya diu njung tombak, merampok apakah sudah baca sejasrah Muhammad di Medinag dan Khaybar….bau busuknya islam jangan ditutupi mati, bagaimanapun akan tetap tercium bau busuknya agama biadab islam ini.

  24. yusuf says:

    belajarlah dan dalami Islam secara Kaffah..menyeluruh dan tidak sepotong-potong..saya liat yang berkomentar miirng atas Islam termasuk kang hasan..masih melihat secara parsial atau bahkan belum menguasai…sya bukan juga orang yang paling pintar..tapi mari kita pelajari…dengan kaffah dengan tidak penuh tendensius mencari kelemahan dan kehinaan pula…

    Ada masanya kekerasan digunakan untuk kemuliaan…apa yang anda lakukan jika digampar pipi kiri tanpa tau kesalahan?pikir secara rasional..apa yang anda harus lakukan?..memberikan pipi kanan untuk digampar pula….????..dan ternyataa hukum haad (qishas) merupakan hukum yang paling melindungi darah manusia…berapa banyak pembunuhan dinegeri kita ini setiap hari..berapa mudahnya darah tumpah…bandingkan dengan di saudi..silakan cari data.

    Allah menurunkan Islam dengan sempurna..mari kita kaji. Ilmu sebelum berkata dan berbuat..saya pikir Doktor dari jepang kita ini saudah paham…

    jangan hanya karena umatnya yang bobrok (FPI, UEA, dsb) ajarannya anda salahkan..anad juga sudah paham mengenai bagaimana penafsiran…mari kita kaji dengan dalam dan benar Islam yang mulia ini

  25. Mr.Nunusaku says:

    Saya banyak belajar tentang islam yang penuh kekerasan, berpedoman pada Al Al Quran Hadits dan mempelajari latar belakang siapa Muhammad saat dia muncul diabat ke 7 dengan
    Al quran ocehan Muhammad bangsa Arab.

    Memang islam tidak dapat terlepas dari kekerasan karena buku ocehan Al Quran Muhammad…dan dia telah memberikan contoh islam harus dengan jalur kekerasan demi terbentuknya ajaran setan Muhammad.

    Pengalam yang indah saya saat kerusuhan di Maluku, laskas Jihad Jawa islam masuk ke Maluku dengan agenda untuk mengislam Maluku dan syariat islam harus dijalankan dan Maluku harus menjadi negara islam…dan memang agenda ini sudah direncanakan sepuluh tahun sebelaum.

    Saat mereka masuk ke Maluku Laskar Jihad dan pasukan TNI dari sipur dari Makassar ingin membumikan haguskan Maluku,
    Nah saat untuk kita saling membanbantai satu dengan lain.
    Dari kami generasi Pattimura mudah di Maluku punya seboyan,
    Kita harus membunuh jika kita tidak mau dibunuh oleh islam Jawa. Kita tidak akan tundukan dalam kekuasaan islam dan dengan cara apapun kita harus membantai mereka islam Jawa.

    Buat kami jika islam Maluku kami tidak membantai, karena kami tahu islam Maluku adalah pelah gandong. Karena kita bersaudara
    yang adiknya islam yang kakanya kresten dan sebaliknya.
    Tetapi islam yang datang dari Jawa kami bantai habisan tak kecuali uztad-uztad pun kami bantai karena kami mereka adalah ular berbisa, kelihatannya beragama soleh ternyata nafsu setan
    dan roh setan selalu ada dalam diri mereka. Mengapa saya katakan demikian, kita moak mendengar khotbah mereka dengan menaburkan kebencian.

    AkhirnyA islam mundur teratur pulang kampung ke Jawa dengan hasil jarahan orang Maluku, ya maklumlah karena memang islam sangat miskin. Islam bisa saja beraksi di Jawa itu memang ladang mereka dan mereka bisa sombong hanya berlaku di Jawa.

    Jika di Indonesia Timur kelihatannya islam seperti tikus-tikus korap yang sedang kelaparan mencari jarahan orang Maluku,
    mereka akhir pulang kekampunya, seperti kata Obama pulang kampung nih dengan barang rampasan.

    Begitu pula di Poso islam dibantai seperti tikus -tikus korap dan dibuang disungai dara merngalir sungai menjadi merah dengan hasil pembantaian islam di Poso.
    Sejarah tentang pembantaian di Indonesia Timur islam yang ingin mengusai lumpung padi anak-anak daerah.

  26. Fariz says:

    Mohon dijelaskan apa konteks hadis sahih berikut ini dan apa hubungannya assasination menggunakan bom buku akhir-akhir ini :
    1. Hadith Sahih Bukhari, Volume 5, Buku 59, Nomor 369:
    Ditulis Jabir bin Abdullah: Rasul Allah berkata “Siapakah yang mau membunuh Ka`b bin al-Ashraf yang telah menyakiti Allah dan RasulNya?” Berdirilah Maslama dan berkata,”O Rasul Allah! Maukah kamu agar aku membunuhnya?” Sang Nabi berkata,”Iya”. Maslama berkata, “Maka izinkan saya untuk berkata sesuatu (yang menipu Ka`b).” Sang Nabi berkata, “Silakan katakan.” Maslama mengunjungi Ka`b dan berkata,”Orang itu (Muhammad) menuntut Sadaqa (zakat) dari kami, dan dia telah menyusahkan kami, dan aku datang untuk meminjam sesuatu dari kamu.” Ka`b menjawab, “Demi allah, engkau akan merasa lelah berhubungan dengan dia!” Maslama menjawab,”Sekarang karena kami sudah mengikuti dia, kami tidak mau meninggalkan dia kecuali dan sampai kami melihat bagaimana nasibnya akhirnya. Sekarang kami mau engkau meminjamkan dua ekor unta dengan satu atau dua buah bekal makanan.” Ka`b berkata, “Iya, tapi kalian harus menggadaikan sesuatu denganku.” Maslama dan kawannya berkata,”Apa yang kau inginkan?” Ka’ b menjawab, “Gadaikanlah istri-istrimu padaku.” Mereka menjawab, ”Bagaimana kami dapat menggadaikan istri-istri kami padamu sedangkan kamu adalah orang yang paling tampan diantara orang-orang Arab?” Ka`b berkata, “Kalau begitu gadaikan anak-anak lakimu padaku.” Mereka berkata, “Bagaimana kami dapat menggadaikan anak-anak laki kami padamu? Nanti mereka akan diejek orang-orang yang mengatakan ini dan itu dan mereka telah digadaikan dengan seekor unta penuh bekal makanan. Ini akan membuat kami sangat malu, tapi kami mau menggadaikan senjata-senjata kami padamu.” Maslama dan kawannya berjanji pada Ka`b bahwa Maslama akan kembali padanya. Dia kembali pada Ka`b pala malam harinya bersama saudara angkat Ka`b, yakni Abu Na’ila. Ka`b mengajak mereka ke bentengnya dan dia pergi bersama mereka. Istrinya bertanya, “Hendak ke manakah kau selarut ini?” Ka`b menjawab,”Maslama dan saudara (angkat) ku Abu Na’ila telah datang.” Istrinya menjawab, “Aku mendengar suara seperti darah mengucur dari dirinya.” Ka`b menjawab, “Mereka tidak lain adalah saudaraku Maslama dan saudara angkatku Abu Na’ila. Orang dermawan seharusnya menjawab permintaan (untuk datang) di malam hari meskipun (permintaan itu) adalah undangan untuk dibunuh.” Maslama pergi dengan dua orang dan berkata pada mereka, “Jika Ka`b datang, aku akan menyentuh rambutnya dan mengendusnya (menghirup bau rambutnya), dan jika kalian melihat aku telah mencengkeram kepalanya, tusuklah dia. Aku akan biarkan kalian mengendus kepalanya.” Ka`b bin al-Ashraf datang pada mereka, pakaiannya membungkus badannya dan menebarkan bau parfum. Maslama berkata, “Aku belum pernah mencium bau yang lebih enak daripada ini.” Ka`b menjawab, “Aku kenal perempuan-wanita Arab yang tahu bagaimana menggunakan parfum kelas atas.” Maslama minta pada ka`b, “Maukah engkau mengizinkanku mengendus kepalamu?” Ka`b menjawab, “Boleh.” Maslama mengendusnya dan mengajak kawannya melakukan hal yang sama. Lalu ia minta pada Ka`b lagi, “Maukah engkau mengizinkanku mengendus kepalamu?” Ka`b berkata, “Ya”. Ketika Maslama berhasil mencengkeram kepala Ka`b erat-erat, dia berkata (pada kawan-kawannya), “Bunuh dia!” Lalu mereka membunuhnya dan pergi melaporkan hal itu pada sang Nabi.

    2. Riwayat Ibn Sa’ad dan Ibn Ishak :
    Di mesjidnya malam itu, Muhammad mencari seorang sukarelawan untuk membunuh Asma bt. Marwan. Seorang buta bernama Umayr b. Adiy al-Khatmi yang berasal dari suku yang sama dengan suku suami Asma (yakni Banu Khatma) bersedia melaksanakan pekerjaan itu. Di tengah malam, dia mengendap-endap masuk ke rumah Asma. Anak-anaknya yang masih kecil tidur mengelilingi Asma ketika dia sedang tidur. Saat itu bayinya sedang menyusu di dadanya. Orang buta itu meraba diam-diam dengan tangannya, memindahkan bayi itu dari dada Asma dan dengan sekuat tenaga membenamkan pedangnya ke perut Asma sampai menembus punggungnya. Tusukan pedang yang kuat ini langsung mematikan Asma saat itu juga. Ini terjadi lima hari sebelum bulan suci puasa Ramadan berakhir di mana seharusnya Muslim tidak boleh menumpahkan darah.[52]

    Setelah membunuh Asma, keesokan harinya Umayr sang pembunuh pergi sembahyang ketika Muhammad juga berada di situ. Muhammad sangat ingin tahu apakah tugas pembunuhan berhasil dilaksanakan atau tidak. Dia bertanya pada Umayr, “Apakah kau sudah membunuh anak perempuan Marwan?” Ibn S’ad [53] berkomentar bahwa inilah kalimat yang pertama didengar Umayr dari Muhammad di hari itu. Ketika Umayr berkata bahwa Asma telah dibunuh, Muhammad berkata, “Kau telah menolong Tuhan dan RasulNya, O Umayr!” Ketika Umayr bertanya apakah dia nantinya harus menanggung dosa pembunuhan yang dilakukannya atas Asma, sang Rasul menjawab,”Dua kambing tidak akan saling menumbukkan kepalanya tentang dia.”[54] Muhammad lalu memuji Umayr atas pembunuhan itu di depan semua orang yang berkumpul hendak sembahyang. Lalu Umayr kembali ke tempat tinggalnya. (Catatan: beberapa biografer berpendapat bahwa Umayr adalah bekas suami Asma). Lima hari kemudian para Muslim merayakan Eid yang pertama (puasa berakhir).
    [52] Ibn Sa’d, vol. ii, hal.30, [53] Ibn S’ad, vol. ii, hal.31, [54] Ibn Ishak, hal.676.

    3. Dengan mengutip Ibn Ishaq, Tabari menulis: [222]
    ‘Kinanah b. al-Rabi b. al-Huqyaq yang memiliki harta karun B. Nadir dibawa menghadap Rasul Allah, yang menanyai dia, tapi dia membantah tahu akan hal itu. Lalu Rasul Allah membawa seorang Yahudi yang berkata padanya, “Aku telah melihat Kinanah berjalan di sekitar puing2 ini setiap pagi.” Rasul Allah berkata kepada Kinanah, “Apa yang kau lakukan? Jika kita temukan hartamu, aku bunuh kamu.” “Baiklah,” jawabnya. Rasul Allah memerintahkan agar puing2 itu digali dan beberapa harta ditemukan di dalamnya. Lalu dia tanya di mana sisa harta yang lain. Kinanah tidak bersedia menjawabnya, sehingga Rasul Allah memerintahkan al-Zubayr b. al-‘Awwam sambil berkata, “siksa dia sampai dia mengaku apa yang dia miliki.” al-Zubayr b. al-‘Awwam terus-menerus memutar tongkat berapinya di dada Kinanah sampai Kinanah hampir mati dan lalu Rasul Allah menyerahkan Kinanah kepada Muhammad b. Maslamah, yang kemudian memenggal Kinanah sebagai balas dendam kematian saudara lakinya yakni Mahmud b. Maslamah.’
    [222] Tabari vol. viii. hal.123.

  27. Fariz says:

    Mohon penjelasan konteks hadis sahih berikut ini dan apa hubungannya dengan assasination bom buku belakangan ini :

    1.Hadith Sahih Bukhari, Volume 5, Buku 59, Nomor 369:
    Ditulis Jabir bin Abdullah: Rasul Allah berkata “Siapakah yang mau membunuh Ka`b bin al-Ashraf yang telah menyakiti Allah dan RasulNya?” Berdirilah Maslama dan berkata,”O Rasul Allah! Maukah kamu agar aku membunuhnya?” Sang Nabi berkata,”Iya”. Maslama berkata, “Maka izinkan saya untuk berkata sesuatu (yang menipu Ka`b).” Sang Nabi berkata, “Silakan katakan.” Maslama mengunjungi Ka`b dan berkata,”Orang itu (Muhammad) menuntut Sadaqa (zakat) dari kami, dan dia telah menyusahkan kami, dan aku datang untuk meminjam sesuatu dari kamu.” Ka`b menjawab, “Demi allah, engkau akan merasa lelah berhubungan dengan dia!” Maslama menjawab,”Sekarang karena kami sudah mengikuti dia, kami tidak mau meninggalkan dia kecuali dan sampai kami melihat bagaimana nasibnya akhirnya. Sekarang kami mau engkau meminjamkan dua ekor unta dengan satu atau dua buah bekal makanan.” Ka`b berkata, “Iya, tapi kalian harus menggadaikan sesuatu denganku.” Maslama dan kawannya berkata,”Apa yang kau inginkan?” Ka’ b menjawab, “Gadaikanlah istri-istrimu padaku.” Mereka menjawab, ”Bagaimana kami dapat menggadaikan istri-istri kami padamu sedangkan kamu adalah orang yang paling tampan diantara orang-orang Arab?” Ka`b berkata, “Kalau begitu gadaikan anak-anak lakimu padaku.” Mereka berkata, “Bagaimana kami dapat menggadaikan anak-anak laki kami padamu? Nanti mereka akan diejek orang-orang yang mengatakan ini dan itu dan mereka telah digadaikan dengan seekor unta penuh bekal makanan. Ini akan membuat kami sangat malu, tapi kami mau menggadaikan senjata-senjata kami padamu.” Maslama dan kawannya berjanji pada Ka`b bahwa Maslama akan kembali padanya. Dia kembali pada Ka`b pala malam harinya bersama saudara angkat Ka`b, yakni Abu Na’ila. Ka`b mengajak mereka ke bentengnya dan dia pergi bersama mereka. Istrinya bertanya, “Hendak ke manakah kau selarut ini?” Ka`b menjawab,”Maslama dan saudara (angkat) ku Abu Na’ila telah datang.” Istrinya menjawab, “Aku mendengar suara seperti darah mengucur dari dirinya.” Ka`b menjawab, “Mereka tidak lain adalah saudaraku Maslama dan saudara angkatku Abu Na’ila. Orang dermawan seharusnya menjawab permintaan (untuk datang) di malam hari meskipun (permintaan itu) adalah undangan untuk dibunuh.” Maslama pergi dengan dua orang dan berkata pada mereka, “Jika Ka`b datang, aku akan menyentuh rambutnya dan mengendusnya (menghirup bau rambutnya), dan jika kalian melihat aku telah mencengkeram kepalanya, tusuklah dia. Aku akan biarkan kalian mengendus kepalanya.” Ka`b bin al-Ashraf datang pada mereka, pakaiannya membungkus badannya dan menebarkan bau parfum. Maslama berkata, “Aku belum pernah mencium bau yang lebih enak daripada ini.” Ka`b menjawab, “Aku kenal perempuan-wanita Arab yang tahu bagaimana menggunakan parfum kelas atas.” Maslama minta pada ka`b, “Maukah engkau mengizinkanku mengendus kepalamu?” Ka`b menjawab, “Boleh.” Maslama mengendusnya dan mengajak kawannya melakukan hal yang sama. Lalu ia minta pada Ka`b lagi, “Maukah engkau mengizinkanku mengendus kepalamu?” Ka`b berkata, “Ya”. Ketika Maslama berhasil mencengkeram kepala Ka`b erat-erat, dia berkata (pada kawan-kawannya), “Bunuh dia!” Lalu mereka membunuhnya dan pergi melaporkan hal itu pada sang Nabi.

    2. Riwayat Ibn Sa’ad dan Ibn Ishak :
    Di mesjidnya malam itu, Muhammad mencari seorang sukarelawan untuk membunuh Asma bt. Marwan. Seorang buta bernama Umayr b. Adiy al-Khatmi yang berasal dari suku yang sama dengan suku suami Asma (yakni Banu Khatma) bersedia melaksanakan pekerjaan itu. Di tengah malam, dia mengendap-endap masuk ke rumah Asma. Anak-anaknya yang masih kecil tidur mengelilingi Asma ketika dia sedang tidur. Saat itu bayinya sedang menyusu di dadanya. Orang buta itu meraba diam-diam dengan tangannya, memindahkan bayi itu dari dada Asma dan dengan sekuat tenaga membenamkan pedangnya ke perut Asma sampai menembus punggungnya. Tusukan pedang yang kuat ini langsung mematikan Asma saat itu juga. Ini terjadi lima hari sebelum bulan suci puasa Ramadan berakhir di mana seharusnya Muslim tidak boleh menumpahkan darah.[52]

    Setelah membunuh Asma, keesokan harinya Umayr sang pembunuh pergi sembahyang ketika Muhammad juga berada di situ. Muhammad sangat ingin tahu apakah tugas pembunuhan berhasil dilaksanakan atau tidak. Dia bertanya pada Umayr, “Apakah kau sudah membunuh anak perempuan Marwan?” Ibn S’ad [53] berkomentar bahwa inilah kalimat yang pertama didengar Umayr dari Muhammad di hari itu. Ketika Umayr berkata bahwa Asma telah dibunuh, Muhammad berkata, “Kau telah menolong Tuhan dan RasulNya, O Umayr!” Ketika Umayr bertanya apakah dia nantinya harus menanggung dosa pembunuhan yang dilakukannya atas Asma, sang Rasul menjawab,”Dua kambing tidak akan saling menumbukkan kepalanya tentang dia.”[54] Muhammad lalu memuji Umayr atas pembunuhan itu di depan semua orang yang berkumpul hendak sembahyang. Lalu Umayr kembali ke tempat tinggalnya. (Catatan: beberapa biografer berpendapat bahwa Umayr adalah bekas suami Asma). Lima hari kemudian para Muslim merayakan Eid yang pertama (puasa berakhir).
    [52] Ibn Sa’d, vol. ii, hal.30, [53] Ibn S’ad, vol. ii, hal.31, [54] Ibn Ishak, hal.676.

    3. Hadis Sunaan Abu Dawud, Buku 19, Nomer 2996:

    Dikisahkan oleh Muhayyisah: Rasul Allah (SAW) berkata: Jika kau berhasil menguasai orang-orang Yahudi, bunuh mereka. Karenanya Muhayyisah menyergap Shubaybah, seorang dari para pedagang Yahudi. Dia kenal dekat dengan mereka. Dia lalu membunuhnya. Saat itu Huwayyisah (kakak laki Muhayyisah) belum memeluk Islam. Dia lebih tua daripada Muhayyisah. Ketika dia (Muhayyisah) membunuhnya (Shubaybah), Huwayyisah memukulnya dan berkata: “O musuh Allah, aku bersumpah demi Allah, kamu punya banyak lemak di perutmu karena hartanya.”

    4. Mengutip Ibn Ishaq, Tabari menulis: [222]
    ‘Kinanah b. al-Rabi b. al-Huqyaq yang memiliki harta karun B. Nadir dibawa menghadap Rasul Allah, yang menanyai dia, tapi dia membantah tahu akan hal itu. Lalu Rasul Allah membawa seorang Yahudi yang berkata padanya, “Aku telah melihat Kinanah berjalan di sekitar puing2 ini setiap pagi.” Rasul Allah berkata kepada Kinanah, “Apa yang kau lakukan? Jika kita temukan hartamu, aku bunuh kamu.” “Baiklah,” jawabnya. Rasul Allah memerintahkan agar puing2 itu digali dan beberapa harta ditemukan di dalamnya. Lalu dia tanya di mana sisa harta yang lain. Kinanah tidak bersedia menjawabnya, sehingga Rasul Allah memerintahkan al-Zubayr b. al-‘Awwam sambil berkata, “siksa dia sampai dia mengaku apa yang dia miliki.” al-Zubayr b. al-‘Awwam terus-menerus memutar tongkat berapinya di dada Kinanah sampai Kinanah hampir mati dan lalu Rasul Allah menyerahkan Kinanah kepada Muhammad b. Maslamah, yang kemudian memenggal Kinanah sebagai balas dendam kematian saudara lakinya yakni Mahmud b. Maslamah.’
    [222] Tabari vol. viii. hal.123.

  28. asep supriady says:

    islam bukan bentuk kekerasan .. tp islam adalah bentuk keadilan.. dan islam bukanlah penjajah .. tp kalianlah yg menjajah, kalian rampas smua tanah kalian perkosa bangsa kami dan kalian jadikan kami budak untuk kejayaanmu.. siapa yg sebenarnya yg mempunyai jiwa kekerasan..
    kalian hanya menutup topeng kalian..

  29. Fariz says:

    Islam adalah kebohongan..Adalah tragedi terbesar umat manusia, ada 1 miliar lebih orang menjadi korban cult seperti ini..Kebohongan Islam jelas seperti matahari di siang hari, jika kita mau membaca Quran dan Hadis..Tapi kebanyakan muslim bukan Muslim sejati..Mereka hanya ritual, baca Quran dalam bahasa Arab, tidak tahu artinya..Karena itu mereka “baik”, “toleran” dan tidak berbuat kekerasan…Tapi Muslim sejati dan kaffah seperti Osama, Imam Samudra Baasyir, Habib Rizieq, mereka menerapkan Quran dan mengikuti contoh Rasulnya dengan konsisten..

  30. dabby says:

    alQuran adalah wahyu yang membimbing seluruh manusia pada setiap zaman termasuk sejarawan. sistem yang ada dalam alQuran jauh berbeda dengan buku sejarah. karena itu orang yang mengatakan bahwa alQuran adalah hanya kitab sejarah perlu belajar bahsa Arab dengan baik.

  31. Sakit Kepala says:

    Achh namnaya ngolor- ngidul. tulisan ga bermutu… ga berdasrkan fakta dan data. datanya imajinatif…

  32. Sakit Kepala says:

    berbual.com ya semua bualan yg bikin saya malah sakit kepala, rasa2 mo nonjok penulis… tpi ga usah emosilah nanti dibilang suka kekerasan. mudh2 orang2 yg komentar di atas akan menemukan Islam sesungguhnya…

  33. Fariz says:

    @ Sakit Kepala

    Saya sudah menemukan Islam yang sesungguhnya..Saya tadinya Muslim, menjalankan sholat lima waktu dengan rajin dan puasa Ramadhan tak pernah absen barang sehari..Tetapi saya tidak pernah membaca Quran (maksudnya dalam teks Indonesia), hadis dan Sirat Nabawiyah..Tetapi setelah saya mempelajari Quran, Hadis dan Sirat Nabawiyah dgn sungguh-sungguh dan dengan pikiran terbuka, saya mendapati terlalu banyak kesalahan dalam Quran dalam ilmu pengetahuan, matematika, logika, tata bahasa dan sejarah..Saya langsung sakit kepala seperti Anda sekarang..Apalagi setelah saya dapati Quran penuh dengan kebencian dan kekerasan, dan itu dikonfirmasi dengan gamblang di Hadis dan Sirat..Di Hadis dan Sirat saya malah menemukan Muhammad melakukan terlalu banyak melakukan kekerasan, penyiksaan, perampokan, pembunuhan (assasination), pembunuhan massal, perbudakan, pemerkosaan dan pedophilia.. Saya sungguh shock, merasa tertipu dan tidak tahu harus bagaimana..Bertahun-tahun saya merasa sakit luarbiasa..Tapi akhirnya saya terbebaskan, tercerahkan..Kebenaran akhirnya datang..Saya sekarang benar-benar menjadi human, yang mengerti arti kasih sayang, cinta dan tidak ada kebencian, kecuali kebencian pada ajaran yang mengajarkan kebencian..Terima kasih pada Internet..Islam tak lebih dari kultus dan kekuasaan sesorang megalomania abad ke-7..Sungguh keajaiban 1 milyar labih manusia mengikuti kebohongan ini..Sedikit saja Anda menggunakan akal Anda, Anda akan menyadarinya dan menemukan cahaya kebenaran..Silakan berdiskusi dengan saya..fariz.1414@yahoo.com

  34. Mr.Nunusaku says:

    Cerita diatas karangan siapa…? mungkin membuat kisah diatas untuk memuliahkan nabinya, tetapi fakta sejarah moral Muhammnad sudah diketahui manusia nabi palsu penipu bangsa Arab yang memperbudohkan umatnya agar tetap setia pada nabi cabulnya.

    Jangan lupa anda harus berdoa 5x sehari syalawat nabimu, agar dia mendapat tempat disurga…kan kasihan nabimu yang mulia ko tertanam dalam siksaan kuburan…??

  35. Harry says:

    @ Fariz – Seperti di email saya, jawaban untuk pertanyaan Anda adalah :

    (1) Konteks.

    (2) Konteks.

    (3) Konteks.

    :-)

    Contoh:
    Soal Ka’b bin Al-Ashraf :

    http://www.understanding-islam.com/reader-articles/sources-of-islam/what-about-ka-ab-bin-al-ashraf-s-execution-7998

    http://en.wikipedia.org/wiki/Ka'b_ibn_al-Ashraf

    Sekarang sudah jelas mengenai bagaimana pentingnya konteks (dan crosschecking, asbab nuzul, tarikh seputar teks tsb, dst, dst) – saya yakin Anda sudah mampu untuk menjawab sendiri poin-poin berikutnya dari pertanyaan Anda.

    Salam,
    Harry Sufehmi

  36. diandra says:

    namanya aja berbual. ya bualan semua, menyesatkan. kalau nggak percaya sama Al-Quran dan hadist silakan murtad (atau anda bukan orang Islam?). Di hari pembalasan nanti silakan lihat mana yang benar. :)

  37. Mr.Nunusaku says:

    Marilah kita berkunjung kepintu neraka dan melihat nabi Muhammad yang sedang berteriak memohon pertolongan saat ini…karena panas api neraka telah membakar tubuh Muhammad tetapi dia tidah segera mati tetap dalam siksaan karena hukum Allah terhadapnya…kerena mengaku sebagai nabi dan menipu umat manusia…inilah kesengsaaan Muhammad dalam siksaan nereka saat ini.

Leave a Reply