Mesjid Yes, Gereja No Way

21 August 2009

Cerita ini terjadi saat saya masih menjadi dosen di sebuah PTN di Kalimantan. Suatu hari sebuah perbincangan sambil menyelesaikan suatu urusan dengan staf administrasi di kampus menyerempet ke sebuah isu sensitif.

“Hampir saja kita kecolongan, Bang”, kata staf administrasi yang berjilbab itu mengadu, setelah sekian lama tak bertemu saya karena saya lama meninggalkan tanah air untuk tugas belajar.

“Ada apa?”, tanya saya.

“Iya, beberapa waktu lalu orang-orang Kristen berniat mendirikan gereja di kampus ini. Untung kita cepat tahu, lalu bergerak mencegahnya. Alhamdulillah kita berhasil.”

“Kenapa dicegah? Kenapa dihalangi?”

“Lho, kan…..”

“Mbak, saya ini hampir 8 tahun tinggal di Jepang. Selama itu saya jadi minoritas dalam hal agama. Coba Anda bayangkan bagaimana rasanya kalau niat saya hendak membangun mesjid atau beribadah selama saya berada di Jepang dihalangi orang.”

“Mbak mengkhawatirkan kristenisasi?” tanya saya. Ia mengangguk.

“Apa iya kalau berdiri gereja di kampus ini lantas orang berbondong-bondong masuk Kristen?”.

Ia lalu terdiam, dan percakapan kami berakhir.
+++

Pola fikir staf administrasi tadi sebenarnya pernah saya anut. Waktu itu saya masih kuliah di UGM dan aktif di organisasi dakwah kampus. Saat itu di UGM belum ada mesjid, dan kami sedang bersiap untuk mengumpulkan dana bagi pembangunan mesjid. Mantan Rektor, alm. Koesnadi Hardjasoemantri menjadi ketua panitia.

Saat itu kami mendengar bahwa orang-orang Kristen akan mendirikan gereka di kampus. Lokasinya tak jauh dari lahan yang hendak digunakan untuk membangun mesjid. Kami langsung bereaksi. Rencana pembangunan gereja ini harus dihentikan!

Kami, beberapa aktivis Islam di kampus melakukan berbagai lobi. Yang terutama tentu kepada Rektor. Pergilah kami menghadap Rektor, menanyakan soal rencana itu, dan tentu saja (niatnya) menekan Rektor agar membatalkan atau mencegah rencana itu kalau benar adanya.

Sambil menunggu di ruang tamu kantor Rektor, kami berbincang dengan sekretaris Rektor. Topiknya tentu soal yang sama dengan yang hendak kami adukan ke Rektor. Lucunya, belakangan baru kami tahu bahwa sekretaris Rektor tadi adalah seorang penganut agama Kristen. Ampun, deh!

+++

Pola fikir saya berubah saat saya merasakan pengalaman menjadi minoritas. Yaitu saat saya kuliah di Jepang. Saya pernah tinggal di kota kecil di bagian selatan Jepang. Jumlah orang Islam di kota itu sangat sedikit. Tak lebih dari 50 orang. Hampir semua adalah mahasiswa asing.

Karena jumlah kami kecil, kami tak mampu untuk sekedar menyewa apartemen untuk digunakan sebagai mesjid, sebagaimana dilakukan oleh muslim di berbagai kota. Kami mengandalkan kebaikan hati satu dua profesor yang mau meminjamkan ruangan di kampus untuk dijadikan mushalla.

Suatu ketika kami tak lagi diperbolehkan memakai ruangan itu. Alasan pihak kampus, ruangan itu akan dipakai untuk keperluan akademik. Lagipula Jepang adalah negara sekuler, urusan peribadatan warga tidak boleh melibatkan fasilitas milik pemerintah. Saat itu kami benar-benar kesulitan. Kami harus salat Jumat berpindah-pindah tempat. Untunglah akhirnya ada profesor yang mau membantu mencarikan ruangan untuk dijadikan mushalla.

Di kota lain di mana saya pernah tinggal juga, kami menyewa dua ruangan apartemen untuk dijadikan mushalla. Di situlah kami melaksanakan shalat Jumat serta pengajian. Bagian lain dari apartemen ini adalah tempat tinggal yang disewa oleh orang lain, orang Jepang. Kami harus berhati-hati agar aktivitas kami tidak mengganggu kenyamanan mereka.

Kami mengumpulkan dana untuk pembangunan mesjid. Belasan tahun diperlukan hingga akhirnya dana itu terkumpul. Baru 3 tahun yang lalu kota tempat saya tinggal itu memiliki mesjid. Untungnya pemerintah Jepang yang sekuler itu tidak menghalangi. Selama syarat-syarat mendirikan bangunan dipatuhi tidak ada masalah.

Semua kejadian yang saya alami di Jepang itu mengingatkan saya pada nasib minoritas, khususnya orang Kristen di Indonesia. Mereka sering kesulitan mendirikan gereja. Beribadah di ruko atau di rumah milik sendiri pun sering diganggu. Kami, muslim yang minoritas di Jepang, untungnya tidak mengalami hal itu. Alangkah indahnya kalau minoritas di negeri muslim juga tidak mengalami hal itu.

+++

Kembali ke cerita di kampus tempat saya kerja tadi. Di kampus ini ada mesjid yang cukup besar. Dulu dibangun oleh Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila. Lalu, di setiap fakultas didirikan mushalla yang juga tak kecil. Tapi itu pun ternyata tak cukup. Di banyak bangunan di fakultas masih saja ada ruangan yang difungsikan sebagai mushalla. Bagi mereka yang malas untuk ke mushalla fakultas, bisa shalat di mushalla kecil ini. Yang sedikit rajin berjamaah di mushalla fakultas. Yang lebih rajin, ke mesjid.

Melihat ini semua saya merasa sesak. Keterlaluan benar orang muslim ini.

Jaman Rasulullah masih hidup, di Madinah hanya ada satu mesjid. Apa umat Islam ketika itu tidak mampu membangun lebih dari satu? Rasanya tak mungkin. Orang-orang ketika itu rela menyumbangkan apa saja untuk Islam. Mesjid hanya satu dengan tujuan persatuan. Di situlah semua orang berjamaah, bersilaturrahmi. Di satu tempat.

Kota Madinah ketika itu memang kota kecil. Saya tentu tak berharap kota sebesar Jakarta hanya punya satu mesjid. Itu tak masuk akal. Tapi saya yakin kota Madinah di jaman itu lebih besar dari area kampus saya. Kalau Madinah cukup dengan satu mesjid, kenapa kampus tidak? Kenapa kampus masih perlu ditambah dengan beberapa mushalla, plus puluhan ruangan untuk pengganti mushalla?

Dalam situasi yang sudah berlebih itu, orang Islam masih ribut ketika orang Kristen hendak mendirikan satu gereja. Hanya satu gereja saja.

Adilkah kita ini? Tidakkah kita ini berlebihan? Seingat saya tidak adil dan berlebihan adalah dua sifat yang dibenci Allah.

http://berbual.com

wordpress plugins and themes

291 Responses to “Mesjid Yes, Gereja No Way”

  1. Elok Halimah Says:

    Selamat siang. Saya pertama kali menulis komentar di blog ini. Luar biasa! Tulisan tentang mesjid dan gereja ini bagus sekali! Saya benar-benar tersentuh. Saya juga saat ini menjadi kaum minoritas, baik di tempat tinggal sekarang (Jepang) maupun di negara suami (US). Saya harap, akan ada jutaan orang lainnya yang punya pemikiran seperti Anda!

  2. Satria Dharma Says:

    What a nice article, Kang Hasan! Seandainya saja pandangan Anda ini bisa disebarluaskan kepada para mahasiswa militan yang ada di kampus-kampus! Seandainya saja kasih sayang dan toleransi macam ini bisa ditularkan kepada para pemuda Islam!
    Sering-seringlah menulis artikel semacam ini Kang!

  3. Free Hosting n Domains Says:

    nice artikel…Indonesia adalah negara pluralisme dimana terdapat keanekaragaman karakteristik pada Warga2nya.. Khususnya mengenai agama dan peribadatan, bahwa sudah jelas dalam PANCASILA yaitu dasar ideologi negara kita yg terdapat pada UUD 45 pasal 29 yaitu Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

  4. Herman RH Says:

    kunjungan pertma
    empat jempol (2 tangan + 2 kaki)!!
    coba konsep pemikiran Anda bisa sampe ke masyarakat akar rumput, pasti mantabs.

  5. bekti rahayu Says:

    seandainya smua org bpikiran spt ini psti hidup ini mjd lbh indah.syangnya kenyataannya yg tjd memang spt cerita diats.u mbangun gereja susahnya minta ampun.sdgkn sbuah masjid?sgt mudahnya..kami hanya ingin beribadah tdk bmksd mengganggu!

  6. Jo Says:

    Great mind only came from great people..

  7. ridwan Says:

    Gax usah sok pada tau lah, mikir aja masih katro udah ngomomgin orang lain. urusin aja diri lu sendiri, orang mau bangun gereja, orang mau bangun rumah kenapa lu yang pada sewot. Indonesia kan negara hukum (Pasal 1 ayat 3 UUD 1945), jelaskan! jadi indonesia bukan negara agama.
    “Walau seribu rebah disisiki, dan sepuluh ribu rebah dikananku Tak akan ku Goyah sebab Jesus sertaku. salam persatuan dan kesatuan, berpikirlah dengan bijak.

  8. ridwan Says:

    Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu

  9. Bambang Says:

    Terima kasih tulisannya sangat mencerahkan :)

    @Ridwan : Anda ini memalukan tidak membaca isinya sudah ngomel, hanya terkecoh oleh judul. Baca dulu baru komentar!
    Anda mestinya berterima kasih karena masih ada yang peduli dengan nasib agama minoritas di Indonesia dan Anda berhutang maaf pada penulis artikel di atas dan Saudara-Saudarimu di kolom ini yang memberikan dukungan pada agama minoritas termasuk untuk agamamu, Mas Ridwan.

  10. Fauzi H Says:

    Saya sepakat dengan esensi apa yang Kang Hasan uraikan dalam artikel ini dan juga artikel lain terutama tentang agama… cuma seyogyanya Kang Hasan juga lebih berimbang dalam mengungkapkan fakta-fakta. Kang Hasan selalu saja menyalahkan / memojokkan sikap kaum muslim sbg mayoritas di negeri Indonesia ini. Mungkin kalau kita mau jujur, sikap umat Islam Indonesia terhadap umat lain (nasrani) masih jauh lebih toleran jika dibandingkan dengan sikap umat nasrani terhadap umat Islam di negeri-negeri yang notabene nasrani menjadi mayoritas di sana. Sebut saja di negeri Jerman, Inggris atau Perancis..di sana kaum muslim mendapatkan perlakuan diskriminatif semisal larangan memakai jilbab bagi kaum permpuan, bahkan sudah sampai kepada tindak kekerasan fisik. Di Indonesia? adakah umat nasrani yang sampai mendapat kekerasan fisik…saya kira belum pernah terdengar. Bahkan mungkin malah sebaliknya, di daerah-daerah yang umat nasrani (baru) hampir (belum sampai) mayoritas, mereka memerangi bahkan membantai kaum muslim (ingat kasus Ambon dan Poso?). Oleh karena itu marilah kita bijak dan menilai secara adil terhadap realita-realita kehidupan keberagamaan dan keberagaman di negeri ini. Islam itu rahmatan lil ‘alamiin, yang penting kita saling menghormati dan saling menghargai, tidak saling mencurigai dan saling membenci. Wallahu a’lam bishshowaab.

  11. dodol Says:

    @ fauzi asu, ah, banyak bacot lo, Fauzi H. bilang aja lu gak seneng kalo ada orang muslim yg memiliki pemikiran terbuka.
    orang2 kayak elo tuh mulutnya isinya bom semua.

  12. dodol Says:

    btw, gw setuju dengan pemikiran kang hasan. semoga anda menjadi orang yang Islam gak cuman di luarnya aja. namun hatinya juga. GBU!

  13. joko Says:

    @pak Fauzi: maaf pak fauzi, fakta2 seperti apa yang anda harapkan? apakah menyoraki orang kristen maling ditempat saya itu termasuk? padahal jelas2 kita tidak berbuat apa2, atau apakah ketika natal akan tiba beberapa hari lagi, gereja protestan di tempat saya di bakar termasuk fakta yang bapak cari juga??? atau larangan pembangunan gereja di tempat paman saya sumatera selatan juga bisa dijadikan fakta?

    maaf pak, setau saya perang antar agama di poso dll, itu bukan dipancing oleh kami, tapi dari kaum bapak. perlu diingat bahwa itu kampung mereka, setidak nya kaum bapak mencoba untuk menghormati, bukan menjajah… tolong dibuka pak pikiran nya…
    jangan ditutup sama titik2 hitam itu…

  14. Fernando Lehmann Says:

    Nice blog that you have there, if people in Indonesia think the way you do … they would be all very … very… i mean very happy… :)

  15. Dudi Says:

    Membaca tulisan ini, q langsung rindu gusdur.

  16. Res Says:

    artikel yang bagus sekali,. tambah satu lagi bahan renungan kita semua.

  17. Arya R Says:

    Hebat kang hasan…kita harus bisa lihat dari sisi lain memang…kelemahan Islam kita adalah kurangnya pengalaman menjadi minoritas…saya muslim yg bersekolah di sekolah kristen dan lama tinggal di Bali…saya cukup kaget ketika tahu ternyata ada “islam” versi ekstrim begini ketika ada pemboman di Bali…saya rasa pengalaman menjadi minoritas harus dialami sekali-sekali oleh mereka yg miskin toleransi ini,jangan hanya jadi katak jago kandang saja

  18. nich Says:

    Tulisan Anda cukup bisa membuka pandangan dan membuat orang lebih memahami makna toleransi beragama.

    Seperti pengalaman saya belasan tahun tinggal di Serambi Mekah.
    Yang secara individu justru mengalami kehidupan yang toleran terhadap perbedaan atas agama saya yang notabene minoritas.

    Dan saya yakin, itu semua disebabkan karena tidak ada benih paranoia yang tertanam dalam benak orang-orang di sekitar saya.

    Saya juga merasa penjelasan Anda tentang satu mesjid untuk menciptakan persatuan, benar-benar menyadarkan saya tentang apa yang sudah kami alami disana. Status Daerah Istimewa memang membuat batasan dalam pendirian rumah ibadah bagi kami, kaum nasrani. Tapi toh yang ada juga cukup, tak perlu banyak karena memang tidak over-quota :)

    Senangnya jika semua orang terlepas dari rasa takut.
    Damai buat kita semua.

  19. Angga Adhitya Syailendra Says:

    Saya seorang Muslim. Tetapi terkadang saya malu. Bukan malu karena saya beragama Islam. Tetapi saya malu karena banyak orang Muslim yang berpikiran sempit. Islam adalah sebuah agama yang penuh dengan kedamaian dan cinta kasih. Menurut saya, apa yang sekarang ini terjadi di Indonesia adalah orang-orang Islam yang sbenarnya tidak mampu menangkap esensi Islam sebenarnya. Sungguh memalukan!

    Mayoritas penduduk Indonesia memang beragama Islam. Namun, bukan berarti Indonesia adalah negara Islam. Maka dari itu, sudah sepantasnya kita hidup saling berdampingan dengan harmonis, tanpa memandang agama tertentu. Kecuali memang ada isu penyimpangan sosial yang sangat besar didalamnya, baru kita bisa menganalisa bersama (tentunya tetap dengan damai).

    Yang saya khawatirkan saat ini adalah saya merasa curiga dengan akhir-akhir ini isu keagamaan yang sangat ramai dibicarakan masyarakat. Saya khawatir ada aktor tertentu dibelakang semua ini yang menghasut, memprovokasi secara halus, dan ingin mengganggu perdamaian di Indonesia melalui isu Keagamaan, yang memang sangat sensitif bagi sebagian masyarakat.

    Semoga masyarakat Indonesia, apapun agama dan sukunya, kita semua sama. Bhinneka Tunggal Ika! Saya harap ke depannya kita bisa lebih arif dalam menghadapi suatu isu tertentu. Terima kasih.

  20. ajis Says:

    perbedaan akan sangat indah jika didasari saling menyayangi sesama

  21. patrick Says:

    seandainya semua orang memahami hal ini…
    (tidak terbatas minoritas mayoritas) tapi semua orang mau memahami hal yang terungkap dalam tulisan ini…
    alangkah indahnya dunia, tapi sayang ego manusia terlalu penuh untuk menerima kenyataan manis ini…

    god bless

  22. kathy Says:

    saya senang baca jurnal ini, tapi sedih membaca komen komen di bawahnya… =(

    maksud pak hasan tentu supaya diantara kaum nasrani dan muslim terjalin toleransi, aman, damai… lah ya kok komennya begini..tak bisa menahan emosi. sama aja yang muslim dan nasrani. belajar bersabar, tak ada salahnya.

  23. kiky Says:

    @fauzi atau apalah judulmu,anda mengedepankan pendapat tanpa fakta,jelas-jelas itu fitnah dan penyesatan,,anda orang poso ? anda orang ambon ? kalau bukan maka anda jangan berkomentar karena anda tidak tau apa-apa. anda katakan bahwa di negeri ini kaum minoritas tidak pernah tersiksa ? anda pernah menghitung berapa banyak pendeta yang ditikam,dibakar,digantung ??? makanya anda jangan berkomentar kalau tidak tau apa-apa !!!!

  24. riswan Says:

    Tulisan yg sangat bagus.. Apakah Pak Hasan masih berpendapat yg sama mengenai Ahmadiyah? Penasaran aja :D

    Btw,saya pribadi kurang setuju mengenai diungkit2nya Ambon dan Poso,karena yg kita sama2 tau,perang antar agama disana terpicu hanya karena ada pergerakan yg diinginkan oleh sekelompok orang yg ingin Muslim dan Kristen terpecah belah.. Jgn sampai sekarang kembali terulang tragedi itu.. Mari kita sama2 membuka pikiran kita..

  25. jhonny sitorus Says:

    tulisan bagus, tp judulnya rada provokatif. cuma pingin tau, knp penulis gak bikin judul ”mesjid yes, gereja no problem” atau ”mesjid oke, gereja pun oke”.

    Salam kasih,
    JS

  26. diyas Says:

    sungguh mengena sekali tulisan ini, alangkah indahnya jika semua umat beragama di dunia ini saling menghormati…

  27. Ina Says:

    artikelnya bagus banget.
    jadi ingat beberapa tahun lalu juga di kampus saya kejadiannya mirip dengan yang dialami pak Hasan, di kampus saya di setiap fakultas ada mushalla, tapi untuk satu bangunan gereja kecil itu harus berdiri di luar kampus dan mahasiswa Kristen tentunya sangat sulit menggapainya untuk kegiatan ibadah. 1 gereja kecil di luar kampus untuk semua fakultas, padahal mahasiswa Kristen di kampus saya dulunya tidak terbilang sedikit.
    pernah di masa periode salah satu dekan di fakultas saya, sang dekan buat keputusan baru, melarang pemakaian kelas untuk ibadah mahasiswa Kristen, fyi. ibadah di lingkungan fakultas HANYA dilakukan sekitaran 2x seminggu dan itu jg meminjam ruangan kelas yang sebenarnya terlalu sempit dikarenakan tidak ada tempat lain. permintaan pemakaian gedung serbaguna untuk ibadah yg lebih layak tidak pernah digubris. padahal jadwal ibadah sengaja dilakukan pd hari Jumat dimana umat Muslim sedang menjalankan ibadah juga, supaya tidak mengganggu. Bukannya menyerah karena pelarangan pemakaian kelas, mahasiswa2 Kristen di kampus saya malah dengan semangat menjalankan kebatian sebagaimana biasanya di halaman kampus di bawah terik matahari, kadang hujan tetap dijalani. sangat miris melihatnya. ironi buat suatu negara yang beragama (bukan sekuler)

  28. gaby Says:

    Wow,good article.Indonesia nggak bisa dijadikan negara agama krn negara ini merupakan negara majemuk.Masing2 kita hrs tanamkan toleransi..Tp walaupun kita berbeda,kita ttp “bersaudara”..hehe..

  29. Bukan Fauzi Says:

    @Fauzi
    Jadi semangatnya dendam ya… jadi semangat mata-ganti-mata. lucu juga masih ada yang seperti anda, dan masih membutakan diri dari Jalan Damai.
    Lucu juga masih ada yang seperti anda, berani-beraninya mengajak saling menghargai, tidak saling mencurigai dan saling membenci ketika tulisan anda jelas-jelas penghasutan.
    Terima kasih karena memperjelas bahwa musang picik seperti anda masih ada dan kita memang masih harus bekerja keras untuk belajar solider dan toleran

  30. Tuhan Yesus Says:

    @Ridwan Tidak akan kamu mencapai Bapa, orang-orang seperti kamu. Kamu pikir kamu percaya, padahal tidak. Mulutmu bicara percaya tapi hatimu ular beludak.

  31. betawi Says:

    @pak fauzi, lu sih memang parah… Mana ada yang percaya kl kaum minoritas bisa memulai kekacauan di indonesia, walau di poso dan ambon mungkin imbang. Tapi sbg org lokalan indonesia timur, saya tahu pasti ceritanya kayak apa… Keliatan banget bodohnya si fauzi ini. Seperti katak dalam teh kotak. Tp ngertilah, pak fauzi khan dengernya juga pasti dr org lain yang juga benci ama minoritas, jadi yah gitu lah infonya…

  32. lela manurung Says:

    Artikel yg menarik. Trima kasih kang.Semoga pemikiran kang Hasan,bs membuka mata hati semua pihak yg slm ini msh tertanam rasa kebencian. Buat yg mencari fakta,mungkin anda bs seperti kang Hasan.Pergi ke suatu negara,di mana anda menjadi kaum minoritas,spy anda merasakan,apa yg kami rasakan disini. Terkdang berita yg ada,tdk menampilkan fakta yg sesungguhnya.Tergantung dr sudut pandang siapa anda mendengar berita itu.Kebanyakan org tdk ingin menyalahkan org yg seiman dgn dia,pdhl jelas2 org tsb sdh berbuat salah.Alhasil berita yg muncul menjadi tdk seimbang,diberi “bumbu2″ agar org yg tak bersalah,malah jadi tampak bersalah.Itulah yg sering terjadi di negeri kita ini.Mungkin kita harus mengalami sendiri,agar kita tahu bagaimana rasanya menjadi org minoritas:p
    Buat kang Hasan,GBU kang.Saya msh tetap berpengharapan,kaum mayoritas dan minoritas bs hidup berdampingan,rukun.Amin:)

  33. Sigit Kurniawan Says:

    Wah, kisah inspiratif dengan judul provokatif. Memang, nyaris di mana-mana, minoritas selalu tertindas (meski tidak semua). Fenomena ketakutan yang berlanjut dengan melarang ini dan melarang itu menjadi tanda bahwa keimanan kita belumlah dewasa. Saya izin share ya. Tengkyuuuuu

  34. Na Says:

    @pak Fauzi: sekedar koreksi ya Pak (saya musim & juga tinggal di luar negeri). Yang dilarang bukan pemakaian jilbab/hijab, tapi burqa. Kekerasan fisik? Di negara mana Pak? Bisa lebih spesifik?

  35. Tulus Andi Says:

    Seandainya semua umat Muslim pny mind set spt ini. Anyway, ini tulisan yg bagus. ^^b

  36. bismanara Says:

    :) gmn ya caranya menanamkan pemikiran simpati dan empati spt ini terhadap semua masyarakat…?

  37. gusti Says:

    Pendapat saya, yang nulis ini artikel jelas bukan orang Muslim, jangan lah gara2 ada kasus pembangunan gereja membikin artikel seperti ini.. Memang salah kalo perlakuan menghalangi2 pembuatan gereja, tapi sudah pasti dihalangi karna biasa nya yang ingin membangun gereja d daerah kaum muslim.. Mungkin hanya respon warga berlebihan dan tidak inginkan didirikan nya gereja, jgn jadikan artikel ini ajang adu domba bung! :)

  38. bolces Says:

    Very nice article. Smg semakin banyak org yg membaca artikel ini sehingga semakin banyak orang yg bisa menghargai pilihan orang lain. Saya yakin, semua agama mengajarkan kebaikan, yang kurang baik adalah manusianya sendiri yg memiliki pemahaman yg salah terhadap agamanya. Mestinya kalau masing2 agama dijalankan dengan sebaik2nya, saya yakin tidak akan ada perselisihan / bentrokan2 yang mengatasnamakan agama. Dan jangan pernah mempolitisir agama apapun. Saya merasa selama ini di indonesia, sangat mudah membuat kekacauan / keributan hanya dengan issue ttg agama. Karena semua pemeluk agama akan langsung bertindak secara emosional pada saat agamanya dilecehkan tanpa dapat menahan diri & berfikir panjang. Sebagai kaum minoritas, saya sadar diri & tidak pernah berharap lebih. Toh berdoa bisa dilakukan dimana saja & kapan saja. Apabila ada yg melecehkan agama saya, saya hanya bisa berdoa, karena bukan hak manusia untuk menghakimi orang lain. Malah sebaliknya, saya kasihan kalau sampai ada yang melecehkan, krn mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat

  39. Fabz Says:

    Like this.
    Kalo aja Indonesia semuanya kayak situ, pasti akan menyenangkan idupnya yak.
    Yah, sebenernya bukannya ga bisa sih. Wong gereja Katedral aja bisa dibangun seberangan Mesjid Istiqlal kok. XD Jadi, think positiflah. Orang2 fanatik nan extrimislah yang ga bisa menerima perbedaan keyakinan. (Kalo zaman Soeharto, udah ditembak2in dah tuh. XD)
    Btw, gw ampir terkecoh ama judul. Untung baca isinya dulu. Nice one. XD

  40. Lia K Says:

    Asslm, bagus sekali artikel ini. Tolong anda2 yg leave comment, dijaga kesantunan perkataannya, agar tdk merusak isi/maksud drpd Artikel ini sendiri. Trims. Wasslm.,

  41. Minah Says:

    Numpang copas ya

  42. dika Says:

    nice article! Semoga semakin banyak org memiliki pemikiran seperti anda.

  43. Andre Says:

    @ fausi : karena kaum bpk telah mencoreng nama baik kaum bpk sendiri dgn hal” terorisme d seluruh dunia.
    Msh bnyk bukti,klo kaum bpk sering “menyakiti” kami kaum minoritas d RI ini.

    Inilah,klo kaum bpk tidak taat pada PANCASILA.

  44. Ade_San Says:

    Sugoi desuyo!
    I like the way u think.
    I’m not muslim. I’m not christian.
    I’m a buddhist.
    We are different, but always one heart, Indonesia.

  45. Iris Says:

    ini pola pikir orang maju,
    saya bangga tinggal se negara dengan orang seperti anda

  46. Maz_Da Says:

    Betapa damainya negeri ini jika ada org spt pak Hasan ini, tulisannya lugas, enak dibaca, cair, tp sebenarnya tajam. Makanya ngak usah heran jika Fauzi ngak suka pemikiran pak Hasan. teman2 ngak usah nanggapi Fauzi, dr tulisannya saja udah jelas wawasannya kerdil, ngak tahu tp sok tahu, Fauzi sebelum ngomong atau nulis dipikir dulu, cari data sebanyak2 nya, jangan suka nonton ‘GoSIP’ ini namanya seperti katak punya penyakit kulit yang ada dalam tempurung, udah penyakiten tp sok sehat, Indoensia hancur gara-gara org spt Fauzi, o’on tapi ngomongnya banter salah lagi. Orang spt Faizi perlu dikasihani, krn ini bukti orang bodo yg berlagak pinter dan sok tahu pada hal ngak tahu apa-apa. kasiah deh lu Fauzi.

  47. anang yb Says:

    Thanks.
    Saya memuji tulisan Anda yang lahir dari luasnya cakrawala wawasan Anda. Teruslah menulis untuk Indonesia yang lebih baik.
    Salam dari saya.. :)

  48. anTO Says:

    nice artikel Pak., b(^-^)d

    saya seorang Nasrani.,
    saya juga mempunyai saudara2 pemeluk agama Islam
    (penjelasan : saudara dari ayah saya
    Islam = 7 orang ; Kristen = 3 orang)

    keluarga kami tidak pernah memperdebatkan
    hal2 tentang agama.
    sungguh indah saya berkumpul bersama mereka.,

    seandainya pemikiran2 seperti Bapak., Gus Dur,
    dan keluarga saya dimiliki oleh semua bangsa ini
    tidak akan ada lagi gesekan2 sensitif
    yang menyangkut tentang agama.

    karena saya CINTA DAMAI
    dan tidak suka KEKERASAN…

    ^^
    ketika Hari Raya Idul Fitri,
    saya dan keluarga berkeliling silahturahmi ke saudara2
    yang memeluk Agama Islam.,
    ketika saya merayakan hari Natal.,
    saudara2 saya yang Islam pun berbondong2 datang ke rumah.

  49. regulus nh Says:

    Great article… Hanya komen2 beberapa provokatif… Mengumpat dan menyalahkan tidak akan pernah menjadi solusi… Kalo mau jadi militan di masing-masing kepercayaan silahkan, Nggak usah pake perkataan, tp dr sikap hidup… Masing-masing kepercayaan mengajarkan damai… Penulis melihat dr sisi lain karena dia sudah merasakan sebagai minoritas dan bagaimana sulitnya beribadah… Marilah kita pupuk rasa TOLERANSI itu… GBU all…

  50. margi Says:

    terima kasih.. untuk kaum Muslim saudaraku.. memang seharusnya diingat, bahwa dalam sejarahnya kita bersaudara.. nenek moyangnya sama… kenapa harus ada kebencian satu terhadap yg lain?
    siapa sih yang berhak menjadi hakim atas sesamanya?

    dan terima kasih untuk pak fauzi yang ternyata kurang membuka mata.. sebegitu banyaknya korban dari pihak nasrani yang mati sia2.. gereja yang habis dibakar.. pendeta dan jemaat yang disiksa… pastor2 yang dipenggal kepalanya… kemana bapak selama ini?
    saya ungkapkan ini bukan untuk memrovokasi… cuma mengingatkan bahwa setiap manusia berharga di mata Tuhan penciptanya… so.., hargai itu.. hargai sesama ciptaan Tuhan… hargai sebuah perbedaan… GBU all

  51. andriz Says:

    setuju..
    menyentuh sekali.. :)

  52. Leo Ferdinand Says:

    @ridwan Orang2 seperti Anda inilah yg membuat situasi pluralisme di Indonesia semakin bergolak negatif. Belum baca, belum lihat, belum memngerti, sudah langsung bereaksi. Persis katak dalam tempurung!

    Untuk Pak Hasan, sungguh mencerahkan tulisannya. Untuk teman2 yg lain, mohon di-retweet atau di-share.

  53. N/A Says:

    smua agama is bullshit in indonesia…. mending ga pnya agama tp tau apa kt saling menghormati,tenggang rasa n tdk egois… kl itu smua bs di jalani oleh smua WNI gw yakin ga akan ada perang antar agama,suku,ras dll… krna smua agama setau gw ga pernah ngajarin umatna utk menjajah dlm hal apapun….

  54. N/A Says:

    smua agama is bullshit in indonesia…. mending ga pnya agama tp tau apa kt saling menghormati,tenggang rasa n tdk egois… kl itu smua bs di jalani oleh smua WNI gw yakin ga akan ada perang antar agama,suku,ras dll… krna smua agama setau gw ga pernah ngajarin umatna utk menjajah dlm hal apapun….smua hal yg BERLEBIHAN dlm kata lain mnjd FANATIK akan mnjd racun dlm hidup qta…(makan,mnum,obat termasuk jg agama) semoga smua WNI terutama yg fanatik atau rendah pengetahuan sadar dgn kata indahna kebersamaan… tks

  55. nyong manado Says:

    terima kasih kang.. adem hati ini pas baca tulisan ini.. anda termasuk dalam kategori orang2 yg paling dicari di bangsa ini.. bangsa pancasila.. bangsa yg penuh ke-bhinekaan tapi tetap satu, bangsa yg cinta damai dan saling menghargai antara satu dengan yg lainnya…

    gus dur pasti bangga punya penerus seperti anda…

  56. Elita Says:

    artikel yg bagus sekali dan penuh kedamaian di hati pembaca. krn itu tulisan yang sudah damai ini jangan dirusak dengan comment2 pertengkaran yang buat kita merasa ga damai lagi :)

    kita ga usah lihat negara2 lain yang bertikai krn belum waktunya kita urusin negara lain sementara negara sendiri belum “damai” dan kita biarkan tidak “damai”, sangat lebih baik kita melihat dan mencontoh negara yg sudah memiliki “kedamaian” tsb supaya bs kita terapkan di negara kita ini, tentu saja kalau masih cinta dgn negara kita ini ya.

  57. Evie Says:

    Salut kepada kang Hasan. Bagus artikel nya. Mudah2an bisa menjadi bahan renungan untuk saudara2 kita yang beragama Islam tetapi narrow minded. Aku sendiri tinggal di NL sudah 35 th. Agama Kristen, suamiku Islam. Kota tempat kami tinggal belum usia 34 th. Di kota ini sudah ada mesjid disamping beberapa gereja (setahuku tidak lebih dari 5 !!), dan juga ada beberapa sekolah Islam. Sekolah SD/SMP biasa, tetapi memakai peraturan2 dari agama Islam. Di negara yang penduduknya hanya sekitar 15 juta dan mayoritas Kristen ! Entah apa sebab musababnya, beberapa tahun terakhir ini banyak saudara2 kita yang beragama Islam menuntut memakai jilbab di kantor2 instansi dimana sudah ada peraturan pakaian. Sampai saat ini NL punya toleransi sangat tinggi. Cara2 yang memaksa dari kalangan Islam seperti ini membuat group2 tertentu tidak terima. Siapa yang tidak. Suamiku yang beragama Islam juga menyesalkan cara paksa seperti itu. Tentu saja ada beberapa gelintir orang2 yang cari perkara terhadap umat Islam, tetapi karena hukum berjalan, orang2 ini di tangkap dan di adili sesuai kesalahan.
    Agar supaya negara tidak cerai berai, ada negara yang pemerintahnya turun tangan mengenai urusan pakaian ini dan melarang jilbab. NL sudah berfikir untuk juga menentukan urusan pakaian ini. Tetapi setahuku pemerintah2 dan penduduk di Eropa tidak menyulitkan penganut agama Islam beribadah !!! Di setiap kota besar dimana banyak penganut agama Islam, pasti mereka punya mesjid. Sudah banyak mesjid dibangun di NL.

  58. Toto Soep Says:

    Yah pemikiran anda sangat pancasila yang memang sukar diterapkan. Saat kaum minoritas ingin membangun sebuah gereja, kebakaran jenggot untuk kaum mayoritas. Keinginan berjemaat dalam satu wadah ditakuti sekali. Pemerintah yang kaum mayoritas pun berkelit dengan peraturan2 yang ada. Kalau memang negara ini demokrasi, coba lepas saja maka kaum minoritas akan maju bersama-sama. Ketakutan akan gelombang kaum minoritas merupakan hal yang tidak wajar. Entah agama yg dipakai untuk menahan atau orang2 atau oknum nya…

  59. piping ton Says:

    Saya percaya, ada banyak pemikir-pemikir muslim di Indonesia yang memiliki wawasan seperti si penulis artikel di atas. Namun kebanyakan tidak berani menunjukan cara pandangnya, mungkin takut akan dianggap menentang ajaran Islam atau kafir….

  60. dicky s satarman Says:

    rumit&kompleks. kata yg tepat u/ mnjawab kondisi kehidupan beragama d indonesia saat ini.
    Jangankan mendirikan tmpt ibadah, saya punya pengalaman mendirikan billboard ukuran kecil dilokasi tanah milik pemerintah (trotoar). meskipun ijin2 sudah lengkap namun karena warga tidak suka dengan kondisi adanya benda asing di lingkungan mereka itu ya terpaksa billboard dipindah k tmpt yg lebih sepi.
    hmm.. sy tdk bisa membayangkan kalau yg saya bangun itu sebuah tempat beribadah yg mana menurut warga sekitar ‘tempat ibadah kaum kafir’.
    sy jd mpunyai pemikiran bahwa sebenarnya smw sikap itu berawal dr lingkungan kita sndiri yaitu rumah & sekolah.
    d rumah byk orangtua yg tidak menyukai kalau anak2 mrk sering bermain dgn teman yg berbeda agama/ras.
    coba kalau semua sekolah negeri mempunyai pelajaran kerukunan umat beragama dan menydiakan guru u/ semua agama d sekolah?

  61. aniph Says:

    Habis baca koq malah berantem?? Ya ini ni biang2nya, bkn soal Kristen ataupun Islam,tapi soal pribadi yg membawanya. Agama ga perlu dibela2,kebenaran apalagi.Kebenaran akan memunculkan dirinya sendiri,ga perlu adu mulut,apalagi otot.yg uda baca,setuju,terserah anda lakukan atau tidak ,yg ga setuju,ya terserah jg. Negara ini yg perlu dibela,dijaga kesatuannya. Indonesia kan bukan cuma Kristen dan Islam. Terserah anda lagi mau jd pribadi yg gimana. Wassalamualaikum! ??G?D BLESS Y?U :) !

  62. anisa medina Says:

    Cerita yg sgt bagus… Karena sbg muslim yg tinggal di indonesia dgn berbagai macam budaya serta agama saya sgt setuju.

  63. rizki Says:

    artikel yang bagus mas, menunggu artikel artikel berikutnya?. @joko & fauzi. sudahlah tiap kelompok punya versinya masing masing, mana yang bener dan yang salah udah ngg usah dibahas. ceritanya sudah terlalu banyak dibumbui. anda tanya seratus orang anda akan mendapat 1000 jawaban yang berbeda. rata-rata cuma menjawab kata orang, kata temen saya yang punya temen dan temennya tinggal diambon, kata saudara saya yang kebetulan mantan bosnya punya istri tinggal diambon.

    sudahlah saya tidak mau membahas itu, karena faktanyapun saya tidak tahu apa-apa. Tidak perlu bawa bawa kasus yang lain, jadikan ini ajang diskusi, bukan maen urat. kasih solusi bukan mengngerutu kayak anak kecil, marah-marah ngg jelas ujungnya.

    kita tidak bisa memalingkan muka dan berkata tidak ada permasalahan minoritas dan mayoritas di Indonesia. katanya Indonesia itu negara yang toleran. tapi menurut pendapat saya itu adalah semu. ini terlihat dari bukti bahwa sedikit saja disulut akan langsung terbakar api yang begitu besarnya. masing-masing kelompok, agama atau suku hidup dalam kecurigaan.

    Kita hanya menunggu bom waktu yang siap meledak. apa kita sudah siap untuk perang saudara? jangan berlindung dibalik topeng agama.

  64. 8oni Says:

    Tulisan yang bagus sekali. Saya senang masih ada orang seperti Anda di Indonesia. :)
    Semoga saja yang membaca blog ini bisa merenungkan, sedikit saja, bagaimana rasanya menjadi minoritas dan mengalami hal yang terjadi sekarang ini.

  65. wisaksono Says:

    Salam kenal, Kang Hasan

    Saya hanya ingin menyampaikan rasa kagum saya atas keterbukaan pemikiran akang dalam menanggapi isu Islam – Kristen yang sangat sensitif di negara kita ini.
    Saya berharap saya dan orang2 lain dapat belajar dari Kang Hasan untuk bisa menghargai sesama manusia; tanpa membedakan suku, ras & agama.

    Salut untuk Kang Hasan ….

  66. pluralisme Says:

    Wahhh…
    Emangnya negara indonesia punya islam???
    Negara indonesia kan diciptakan untuk semua agama..bkn cuman islam
    Emangnya cuman yang beragama islam aja yang berjuang untuk kemerdekaan indonesia???
    Kalo misalnya indonesia mau beragama islam saja mending dibagi aja negara ini !!
    Gusdur emang. Top

  67. Tata Says:

    Andi smua orang muslim berfikiran seperti anda pasti damai negara ini…sayangnya hanya anda yg berfikiran seperti ini..

  68. aDjieRespati Says:

    tulisan yang indah =)

  69. xxx Says:

    so inspring.. :D
    thank you for sharing…
    pembelajaran buat semuanya… jangan mengedepankan kepentingan kelompok tertentu saja, tapi pikirkan juga kepentingan orang lain…
    buat pembelajaran semua orang… asli ini teh bagus pisanlah…

  70. natnat Says:

    Terlepas dr saya kristen/islam,,saya suka sekali dg blog bapak,karena stiap umat beragama berhak utk beribadah..coba di manado,wlpn mayoritas kristen,tp saat mereka lebaran umat kristen ikut jaga masjid,bgitupun saat kita natal smua laki2 berkopiah ikut jaga gereja dan ikut salam2 saat jemaat datang.

  71. Virginia Says:

    Two Thums Up buat penulis blog ini…kl byk org indonesia spt ini maka tdk akan terjadi kasus penusukan HKBP….utk pak fauzi…kasian sekali kl pemikiran anda spt itu….minim berita aktual tp berani berkata2 dg semua tuduhan…fyi, gereja saya smp saat ini baru berdiri setelah kami menunggu slm 20 tahun!!! itupun krn kami mau coba damai dg MENUNGGU /mematuhi peraturan yg ada di JAKARTA! itu jakarta, bagaimana dg kota kecil lainnya? tp kami tetap BERSYUKUR krn ibadah itu di hati bukan hanya gedung….GBU!

  72. Audrey Says:

    Much respect to you…great article. So true. Glad to have fellow Indonesians like you…

  73. Frans Says:

    artikel yg bagus bung.. semoga menadi ilustrasi bagi yg mengangap perbedaan adalah suatu ancaman..

  74. Mas Hengky Says:

    semua orang memang harus belajar miskin dulu, supaya sadar kalo diberi kekayaan, hati nya ikut kaya, bukan tambah miskin.

    masjid, gereja, pura, vihara, semua itu untuk beribadah, kenapa dilarang? cuma orang yang benci tuhan yang selalu melarang orang lain beribadah menurut keyakinannya.

  75. hindarto Says:

    Keindahan dalam perbedaan. Itulah yang kita bisa tangkap dari penulis yang arif dan bijaksana di atas. Seandainya banyak dari kita, umat manapun, minoritas maupun mayoritas bisa terbuka pikirannya sperti harapan penulis, anak cucu kita akan hidup saling menghargai satu sama lain dalam kedamaian. Terima kasih kang Hasan, buah pikiran Anda menyejukkan kesesakkan hati banyak orang di negri ini.

  76. bernadet Says:

    Saya orang katolik, tulisan ini menjadi bahan indah untuk refleksi diri. Kalau jarak dekat tidak perlu juga bangun gereja karena yang mayoritas saja bisa berpikir indah begini, malu dong kita yang minoritas. Kadang bangunan fisik bukan menghantar manusia semakin dekat pada pencipta tapi justru menjauhkan pada pencipta. Membangun nilai2 agama dalam diri itu jauh lebih penting daripada bangunannya.

  77. lily Says:

    artikel bagus!
    kadang2 kita memang harus be in another’s shoe utk tahu persis spt apa rasanya jadi orang lain.
    utk Hasan, saya rasa bukan tentang siapa yg lebih parah yg penting.itu bukan standar yg benar buat diikuti kan?kesalahan org lain tidak membuat kesalahan kita lebih kecil atau membenarkan kesalahan kita.dua2nya salah.
    tapi yg lebih penting kita harus ingat, bahwa org2 yg melakukan kesalahan2 itu bukan mayoritas kita.
    saya Kristen tapi ga pernah melihat Islam sbg agama teroris atau jahat, karna saya mengalami kebaikan org2 Islam lainnya setiap harinya.
    be a good Moslem, Christian, Buddhist, or Jew.but 1st of all be a good human. (spt kata di Tweet seseorang).

  78. Joan Says:

    thx K’hasan…msh ada sahabat2 muslim spt anda..semoga Indonesia bs bebas dr pertikaian antar umat stlh baca bolg anda ini..Tuhan must be bless us.. :)

  79. indri Says:

    Kerusuhan yg terjadi d negeri kita jgn d anggap sebagai perang agama..awal mula yg membuat terjadi konflik d poso atw dmanapun..itu hanya usah sekelompok orng penakut..yg hnya berani main belakang dan membuat agama sebagai tameng..coba lht keadaan kita d indonesia..terkadang emang sulit untuk membangun suatu rmh ibadah yg minoritas..itu hanya karena pemikiran orang yg sempit karena takut akan agama nya terancam..seharusnya kita sadar..agama itu semua mengajarkan yg baik..bukan yg salah..hanya orng pecundang yg selalu mengatas namakan agama sebagai terjadinya suatu konflik..berilah kasih maka konflik tdk akan terjadi..gbu all..

  80. Sulap Says:

    Wah setidaknya pengalaman bapak hasan dapat menyulap semua pemikiran negatif di sini. Yah pengalaman itu berharga apabila disampaikan dengan hati yang terbuka tanpa embel-embel bisa tersampaikan jelas di pikiran kita.
    good and very nice article – sukses

  81. parlindungan manalu Says:

    Kang hasan,,,makasih buat keindahan menghargainya,,,buat komen yg saling cela,,kelaut aja!

  82. edy Says:

    salam, nice thoughts. Ijin men-share ke teman2 ya. Tulisan ini sangat bagus untuk dishare ke teman2 agar lebih terbuka pikirannya. Tx

  83. jack Says:

    @ Dudi : Setuju bung…..Salute unk Gus Dur…4 thumbs up
    thumbs up jg unk penulis artikel ini….

  84. laskar armageddon Says:

    Ckck.. Om fauzi nih kyknya omdo aja y. Rasain dulu hidup di negara2 maju yg kau hina itu. Disana org/selebritis mualaf aja aman2 aja, cb kau ke malaysia, mlayu pindah kristen aja masuk penjara, cb bayangkan kristen di negara2 arab.. Mereka tdk pernah bicara bebas spt muslim bicara bebas menkritik pemerintahnya di negara barat.!! Buka matalah kawan.

  85. anel Says:

    salut untuk kang hasan!!!
    @fauzi: nggak ada habisnya kalau semua orang berfikiran seperti anda, krn kebaikan seperti apapun…selalu saja ada cacatnya!!! Apa jadinya, kalau semua orng didunia ini saling bunuh(balas dendam) kiamat lah!!! Nggak ada salahnya…berbuat baik kepada setiap umat beragama, krn suatu saat pasti kita akan mendapat berkah yg lebih lagi dari-Nya (Tuhan YME). Tapi ingat…jika kita berbuat baik kepada seseorang atau banyak, maka janganlah kita mengharapkan imbalan atau balasan yg sama, krn semuanya akan kita dapat, dari orang2 lain dmana saja yg di utus Tuhan YME untuk menolong kita sesama umat beragama.
    @ridwan: jgn terlalu emosi ya mas!!! Tong kosong nyaring bunyinya!!! (Baca, bertahap dan disimak, ok)

  86. Elis Says:

    Andai kan smua org brpikiran spt ini, betapa aman nya indonesia ini..
    Kaum minoritas yg teraniaya.
    Ga usah sampe ke jepang..saya rasa kaum muslim di daerah tapanuli ga prnh dibatasi dlm hal beribadah.

  87. adrianus Says:

    setuju mas Dudi, mendadak aku rindu pada Gus Dur..

    kita semua warga dari bangsa yang lahir dari berbagai perbedaan baik etnis maupun agama. leluhur kita mengamini hal tersebut dan sepakat untuk membentuk sebuah negara yang merangkul semua perbedaan dalam satu spirit kebersamaan dan kekeluargaan. Indonesia adalah taman yang ditumbuhi berbagai macam bunga-bunga yang berbeda, dan oleh karenanya taman itu nampak begitu indah, begitu berwarna. tidak ada bangsa di bumi ini yang lebih kaya dari kita.

    dalam kaca mata iman keragaman etnis, agama, bahasa, dan adat adalah rahmat Tuhan Yang Maha Esa kepada kita semua. jika kita mempercayai bahwa keragaman (yang elok tak terperi) itu diciptakan Tuhan maka hendaknya janganlah merusak keragaman itu. janganlah merusak sesuatu yang datang dari kerahiman Tuhan.

  88. agus Says:

    Ide-ide besar datang dari orang-orang besar yang pikirannya terbuka. Apalagi kalau pernah mempunyai pengalaman pembanding di negeri orang. Luar biasa.
    Andai saja ada 1000 orang di indonesia yang mempunyai pemikiran brilian seperti pak Hasan, insyaallah indonesia dengan pancasilanya aman dan damai.
    Tetapi kegelapan budi memang seringkali mulai diterangi oleh satu nyala lilin kebijaksanaan.
    Thanks pak Hasan…Tulisanmu sungguh mencerahkan di belantara kecurigaan antar muslim-kristen yang berlebihan. God Bless you

  89. msc Says:

    @fauzi:omongan anda justru menggambarkan kejelekan kaum anda,malah bkn org2 di luar kaum anda tdk respek thdp kaum anda.Padahal byk org2 kaum anda yg berpkran seperti Kang Hasan tapi imagenya jd jelek krn mulut org2 seperti anda.Smoga ALLAH masih mau mengampuni anda.
    ??°???°???°???°???°???°??
    ???? O:) ß??ŠŠ (*) ¥?? ?
    ??°???°???°???°???°???°??:).
    @kang Hasan:anda org yg terberkatiNYA.

  90. Hartoyo Says:

    Keren tulisannya. salut buat penulis.

  91. ed Says:

    Luar biasa pak. Pengalaman yang mencerahkan pikiran kita semua. Pemikiran yang amat bijak dan alangkah baiknya apabila semua umat beragama didunia ini memiliki pemikiran seperti ini tanpa membeda2kan agama manapun dan dalam posisi apapun. Terima kasih

  92. anddon Says:

    itulah indonesia selalu mau diperbudak dengan permusuhan karna agama yg seharusnya tdk perlu terjadi jika masing2 pihak selalu berpikir bahwa hidup itu adalah antar mahkluk hidup bkn antar agama, jika kembali kpd KETUHANAN YANG MAHA ESA, MAHA PENGASIH & MAHA PENYAYANG kita nggak akan berbuat seperti itu, selalu yg menjadi patokan hidup nasihat dr ucapan orang yg kita anggap nabi/rasul padahal nasihat orangtuanya sendiri kadang nggak pernah mereka dengar walau itu sangat baik dan benar…
    jadilah manusia yg benar yang mengenal penciptaNYA melalui orangtuamu…ini sedikit pandangan orang bodoh seperti saya….

  93. artob Says:

    Saya muslim, belum pernah hidup jd minoritas, tp tetep menurut saya ini cara pandang yg baik

  94. M. Alam Says:

    Setuju Pak Hasan …. Tuhan itu tidak pernah menciptakan agama, Tuhan hanya mengajarkan ajaran Cinta & Kasih ….; semua manusia di bumi ini duduk sama rendah & berdiri sama tinggi dihadapanNya …. semua sama ….Orang yang meninggikan agamanya sah-sah saja …. tetapi yang merendahkan / menghalangi ibadah / agama lain itu yg perlu dipertanyakan imannya …. karena hampir semua beragama tapi sedikit sekali yang beriman …..; orang-orang yang menerapkan pikiran, perkataan & perbuatan dalam kerangka kasih, kebenaran, keadilan, damai, kerendahan hati, kelemah lembutan, pengendalian diri dll (yang baik2) …. dialah sungguh beriman …. beragama saja percuma ….. kalau tidak menumbuhkembangkan kecintaan kita pada sesama …
    Salam damai & doa saya untuk pak Hasan & keluarga anda.

  95. M. Alam Says:

    Untuk bapak Dodol … maaf pak … tolong di dalami lagi Kol 3:23 …; saya tidak setuju dengan kata-kata bapak ……; segera mohon maaf kepada pak Fauzi pak….. peace

  96. wisnu Says:

    coba anggota2 DPR itu kl mau studi banding mbok ya ttg bagaimana pemerintah menyusun peraturan yg terkait dgn perbedaan agama: bgmn payung hukum, kebijakan2 & aturan2 mengenai kegiatan2 & fasilitas ibadah kaum mayoritas & minoritas.
    apa benar kaum kristen dilindungi olh pemerintah IRAN? apa benar kaum muslim ditindas olh pemerintah USA? bagaimana suatu pemerintah menyikapi friksi2 yg berbau agama…..,

    bagaimana kita mau jd rahmatan lil alamin kl betengkar melulu

    JANGAN DULU STUDI BANDING PRAMUKA…., KE AFSEL PULA?!

    ps @Ridwan: judulnya emang kurang sih, tapi SEBELUM KOMEN MBOK YA BACA DULU……, ga perlu menambah bukti bahwa rakyat kita memang masyarakat yg MUDAH DIPROVOKASI

  97. Bu Dibyo Says:

    setuju!!!!..
    (jgn kepancing sama judul ya, baca dulu)

    jgn kucilkan minoritas..
    krn kita kan ga mau dikucilkan juga sebagai minoritas dimanapun kita berada kan???..
    mau ga mau karma itu ada lho…
    klo kita jahat pasti nanti dibalas dijahatin oleh orang lain..
    kalo kita baik..insya Allah kita akan di-baik-i terus sama orang lain
    ingat Tuhan itu Maha Adil dan Maha Penyayang…
    Amiiinn….

  98. ciang Says:

    indah sekali article kang hasan ,,, bener kang kita idup bersama,,baik saudara kita yg muslim,,nasrani,,budhist dan yg lain seharus nya bisa hidup damai,,,,,negara kita akan indah seandai nya saudara saudara kita yg lain bisa saling menghormati,,

    dalam ajaran setiap agama,, tidak ada yg mengajarkan umat nya saling membenci,,, apa lagi mengahncurkan,,,
    INTI dari semua agama adalah ‘kasih sayang’ ^_^

    dan mari lah jgn lah lagi ,,,kita mengatas namakan agama untuk saling menghujat ,,saling merusak,,,apalagi saling menghancurkan,,
    damai itu indah saudaraku semua,,,hanya dengan damai lah kita bisa maju,,^_^

    marilah dari pangalaman kang hasan waktu di negara lain sebagai kaum minoritas,,kita jadikan sebagai hikmah,,,

    jujur saya sebagai kaum minoritas merindukan keindahan dan kedamaian bisa hidup berdampingan dengan saudara semua tanpa di batasi dengan yg namanya perbedaan^_^

    salam dari yg merindukan kedamaian dibumi idonesia tercinta,,

  99. freddy Says:

    Artikel yg menyenangkan untuk di baca,ini menunjukan bahwa msh bnyk org yg bs berpikir lbh terbuka dan toleran,untuk yg mencela artikel ini..mgkn sudah terdoktrin oleh habib2 palsu :D

  100. Harry Agung Says:

    Saya terhentak!!!

    Jika Dilingkungan saya sekarang dibuat sebuah Gereja, apakah saya dan orang2 disekitar saya akan pindah agama??

    Jika dilingkungan yg mayoritas Non Muslim dibangun sebuah Mesjid apakah orang2 di lingkungan tersebut juga akan menjadi mu’alaf??

    Bukankah Agama adalah panggilan Hati? sebuah komunikasi intrapersonal antar manusia dan Tuhan yg dia percayai, tentunya tidak akan tergoyahkan oleh sebuah bangunan yg tiba2 berdiri di lingkungannya. Bangunan hanyalah sebuah symbol dan fasilitas.

    Yang artinya dimana selama masyarakat di lingkungan tersebut memang mebutuhkan sebuah fasilitas untuk beribadah, Why Not?? Sesuai dengan aturan permohonan pembangunan Rumah Ibadah di Indonesia, dimana setidaknya minimal ada 60 Anggota masyarakat yg tinggal dilingkungan tersebut yg memohonkan… Or So I Heard, please CMIIW…….. (Jangan sampai orang yg tidak tinggal dalam radius lingkungan tersebut yg memohonkan, Betul??)

    Agamamu Agamamu, Agamaku Agamaku…… Mari Kita Saling berlomba membuat kebajikan dan beribadah sebaik-baiknya dengan cara kita masing2 daripada sibuk mengurusi kegiatan ummat lain.

    Terima Kasih Kang Hasan ditengah malam ini saya mendapat sebuah pelajaran baru dari Akang, Maaf jika comment saya kepanjangan, Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  101. Azza Says:

    Yth Penulis dan Para Komentator ;

    Adalah hak asasi manusia utk mendapatkan kebebasan beragama, dan menjalankan aktivitas keagamaan. Namun hendaknya tetap pada aturan hukum yg berlaku di negeri ini untuk menjaga ketertiban bersama. Aturan yg sudah ada dan diperkuat oleh Keputusan SKB Tiga Menteri adalah final dan mutlak harus dipatuhi oleh seluruh WNI tanpa terkecuali.
    Harap dipahami agar jangan bertindak sewenang-wenang yang dapat berakibat pada konflik horisontal.
    Demikian dan Terima Kasih.

    Pembela Kebenaran

  102. diaz Says:

    Tulisan yg sangat bagus, bisa jadi bahan renungan kita semua. Memang pada kenyataannya di beberapa tempat di Indonesia ini ada yg belum merdeka untuk beribadah… Bisa dimaklumi, orang-orang militan terhadap agama tertentu biasanya dihasut justru oleh pemuka agamanya. Kebebasan beragama dan menjalankan ibadah di Indonesia pada kenyataannya memang masih sekedar slogan.

  103. Nimrot Parasian Hutagalung Says:

    hmm.. ini suatu perspektif yg kalau ada tidak setuju dikatakan cantik, sy menyebutnya cerkas..

    sy sih menghindar utk jadi provokatif dlm komentar sy, krn sy Kristiani dan sy lahir, besar di Indonesia bahkan di wilayah2 yg notabene pemeluk Agama Kristennya lebih sedikit..

    sy 23 thn, dan selama kecil sbg kaum minoritas sy sll merasa sakit hati menjadi seorang Kristen. krn tidak pernah ada yg membela..

    untungnya sy di didik kedua ortu sy sbg ank yg tau diri dalam artian, biarpun minoritas jgn pernah berkecil hati..

    tp bagaimanpun, namanya jg anak kecil, perasaan sakit hati sebagai minoritas kalau sy boleh flashback, utamanya di indonesia, sangat menyakitkan hati sy..

    tp sudahlah.. itu masa lalu..

    sy mw berbagi pesan bwt teman2 Muslim (atau Agama lainnya), jangan sampe rasa sakit hati ketika menjadi kaum minoritas seperti sy menghinggapi kalian. karena itu sungguh tidak enak, sesak & menyesatkan..

    knp tidak enak?
    krn tidak ada yg membela atau menghormati..

    knp sesak?
    krn merasa selalu terancam..

    knp menyesatkan?
    ini yang penting. krn sy mjd berpikir lebih baik tidak beragama/berTuhan atw tidak menjadi WNI dan memilih untuk mjd warga negara asing yg entah pny latar belakang Agama yg sm atw sekuler..

    tp, sy orang Indonesia. gimanapun dan bagaimanapun, jauh/dekat dgn Indonesia, sy selalu berpikir ke”Indonesia”an sy tidak bisa dilepaskan. atw dibasuh lalu mjd hilang. itu sm seperti darah sy/marga sy/warisan sy/dll..

    lagipula, setau sy dalam mata kuliah Agama, Agama adalah membawa seseorang dari “gelap” menuju “terang” (A-Gam). jadi sbg org beragama tentunya kita semua orang2 terang, jadi mengapa saling memberi kegelapan???

    oh ya, sy tercatat sbg seorang Kristen Protestan jemaat HKBP Balikpapan, Kaltim dari lahir hingga kini..

    maaf kalo ada salah kata/ucapan yg menyinggung/tdk mengenakkan hati.. trims bwt penulis ats perspektifnya..

  104. Bagus Says:

    Ada hal yang saya tidak mengerti dari permikiran anda. Jika umat islam ingin membangun sarana ibadah di kampus itu masuk akal, karena mereka shalat 5 kali sehari. Sementara kalo umat kristen ingin membangun tempat ibadah di kampus buat apa, mereka kan ibadah hanya hari sabtu atau minggu, yang notabene kampus sepi kegiatan. Apalagi di dekat kampus UGM sudah ada gereja.

  105. jo patt Says:

    Sgt tersentuh dg pemikiran yg terbuka ini..artinya memiliki agama adl agar tdk kacau, agama menuntun setiap umatnya untuk membawa kebaikan bagi sesamanya.
    Smoga blh tercipta kerukunan umat beragama di Indonesia.
    Trims pak Hasan! Really like this ;)

  106. jo patt Says:

    @ridwan: shame on u dear..qt org Kristen tdk diajarkan utk membenci/mendendam, tp KASIH..wujud nyatakanlah itu dlm perkataan n perbuatan mu, krn dr situlah km dpt membanggakan agamamu.. Nta maap sm penulisnya tuhh.. ;)

  107. unnamed Says:

    luar biasa…..two thumbs up…blh saya share?

  108. Yao Says:

    @Fauzi: sungguh lucu saya membaca komentar anda. Fakta2 yang beredar setiap hari di koran sudah mengatakan dengan jelas bahwa ada penganiayaan sepihak terhadap umat nasrani di Indonesia.

    Lebih lucu lagi ada mengatakan contoh2 penganiayaan di ‘negara nasrani’ seperti Jerman, Inggris dan Perancis, dengan mengatakan bahwa tidak memakai Jilbab itu penganiayaan.

    Kalo tidak boleh pakai Baju pak, itu penganiayaan. Kalo kepala kita dipotong, gedung kita dibakar, itu penganiayaan. Coba dengar apa yg dikatakan umat islam di sana.

    FYI: Umat Islam di Perancis, saat ini ada 5-10% kaum muslim. Di sekolah ada lebih dari 30% murid beragama Islam, dan sebagian besar, uang sekolah dibiayai oleh Pemerintah, dengan pajak2 yang dipungut dari kaum Nasrani. Penganiayaan? alo… bangun pak!!

    Indonesia bisa jadi seperti sekarang, itu karena banyak orang seperti bapak sendiri yang hanya membaca berita sepihak dari mesjid atau manapun juga, tanpa mau memverifikasi fakta yang didapat.

    Thumbs Up buat penulis artikel.

  109. Edy Says:

    artikel yang amat sangat bagus, sayangnya, orang yang punya pemikiran seperti ini di negara kita sangat minoritas, sehingga kalah power dengan yang mayoritas…… semoga Tuhan menyadarkan mereka yang mayoritas ini…… Amin……

  110. ronald Says:

    Wahh indah sekali kalau semua saudara muslim punya pandangan seperti itu…
    Damai sejahtera di negara kita.

  111. ibnurini Says:

    Kang,
    saya share ke teman ya tulisan akang yang bagus ini.
    salam, rin

  112. Itara Says:

    Artikel yg bagus utk menjadi renungan bersama…makasi Pak Hasan sdh berbagi cerita…apa yg terjadi pd umat Kristen sudah sejak dulu dirasakan, dan Tuhan Yesus sendiri yg mengatakan bahwa “dunia akan membencimu..” Nah sekarang sebagai orang Kristen yg mungkin secara kuantitas kt minoritas harus lebih membuka diri…tidak semua sodara yg muslim “garang”, kt tetap bersykur meskipun beribadah dg beratapkan langit spt kasus HKBP tapi kt masih melihat keajaiban Tuhan dg tidak mendegilkan hati sodara2 kt utk mengusir atau bahkan membunuh jemaat…kt lihat di china..bkn sj org kristen yg hrs beribadah dibawah tanah tp jg islam…bs dibayangkan kalau itu terjd di INA…sehingga kembali lg bersyukur utk org2 pandai di negara kt yg terus mempertahankan Pancasila sbg dasar pemersatu WNI…kalopun ada sodara2 muslim yg “jahat” itu karena mrk tdk mengerti islam yg sesungguhnya, dan sejarah islam yg diberitakan oleh Nabi Muhamad…mungkin hrs lihat Insite Islam yg pernah ditayangkan MetroTV pd lebaran ke-2…bagus skali tayangan itu, dikatakan Nabi Muhamad pd saat ke Yerusalem naik ke langit ke 7 bertemu dg Yesus dan Musa….indahnya islam,kristen dan yahudi bertemu di sorga….ehm….GBU all especialy buat Pak Hasan si pencerah…

  113. Bahruddin QT Says:

    Saya sedih kalau saudaraku yang kebetulan minoritas mendapat perlakuan tidak adil dimanapun berada. Saya lebih sedih lagi kalau saudaraku yang kebetulan mayoritas berbuat tidak adil pada kaum minoritas.
    Mari kita berbuat dan bersikap bukan karena balas budi lebih-lebih balas dendam, mari kita berbuat dan bersikap semata-mata lillahita’ala karena kebenaran dan keadilan. Ja’alanallahu minal’aidin wal faizin. indikator faizin menurut Rasulullah adalah ketika kita berkemampuan mengendalikan hawa nafsu. raja’na min jihadis sughra (perang badr) ila jihadil qubra (jihadinnafs). bahkan janji Tuhan sebagaimana Q.S. Annisa ayat 72-73 orang-orang yang berbuat, bersikap semata-mata lillahita’ala karena kebenaran dan keadilan bukan balas budi atau imbalan budi akan ditinggikan derajatnya sejajar dengan kaum shadiqin diatas syuhada’ dan shalihin.

  114. arif Says:

    Saya setuju dengan artikel bapak,namun sekali lg mari kita mengambil berita dari berbagai sumber. Baik dr pihak yg dianggap dirugikan dan yg dianggap merugikan. Mendirikan gereja sbnry cukup tanda tngan 60 orang warga yg tinggal di sekitar tanah yg akan dibangun. Misalkan ijin2&tanda tangan tsb misalkan tidak dipalsukan pasti tidak akan tjd spt ini,lahan pembangunan gereja pun sbnry sdh diberikan alternatif pengganti bila mentok. Sekali lg mari kita mengambil berita dari keduabelah pihak spy tidak rancu dan kita tdk ikut terpancing. Wong di palmerah saja yg warganya mayoritas muslim,tetap bisa didirikan gereja dari hkbp jg kok pak.semoga hal ini bs menjadi tarbiyah dan pembelajaran bagi kita semua. Amiiinnn

  115. William Ho Says:

    Salam damai,

    Forum ini sangat bagus dan positif yg dimulai oleh tulisan bapak Hasan yg berjiwa besar.
    Memang untuk dapat mengerti dan bijaksana dibutuhkan waktu dan pengalaman pribadi yg konstruktif.
    Pengalaman pribadi di negara Jepang yg sangat mendukung pihak minoritas, akhirnya dapat mengubah sikap dan cara pandang bapak Hasan.

    Oleh karena, mari kita bersama sama, berhenti saling menghina dan menyakti satu sama lain.
    Banyak hal-hal yg tidak baik dan adil yg dialami kedua agama baik domestik maupun international.
    Yang berakibat menimbulkan kebencian yg terpendam diantara kedua agama ini.

    Sikap kita yg emosional dan cara pikir kita yg sempit, menunjukan iman kita yg dangkal dan akhirnya merendahkan agama yang kita anut.

    Indonesia butuh orang2 seperti bapak Hasan dan teman lainnya yg berpikir positif dan berrjiwa besar.
    Perdamaian bukan datang begitu saja, tapi perlu diperjuangkan, terutama dari godaan si Iblis dan konco2nya.
    Mereka akan terus berupaya agar kita saling emosi dan saling mendendam.

    Ada wahyu yg mengatakan: dunia akan kiamat apabila Yahudi dan Islam berdamai.
    Mengapa? Karena pada saat, kita bersatu dgn damai, maka kita akan melihat dan sadar bahwa musuh kita sesungguhnya adalah si Iblis.
    Kita akan bersama2 saling bahu membahu menjalankan tugas utama manusia yaitu mengalahkani Iblis dan konco2nya.
    Saat kita mengalahkan mereka, maka selesai sudah amanah agung Allah kita melalui para rasul dan para pengikut nya
    Dunia akan kiamat dan Kita semua akan kembali kepada Nya…

  116. noname Says:

    nice share pak hasan, betapa indahnya dunia ini kalau kita semua bisa duduk berdampingan. bukan melihat dari yang namanya SARA, tetapi hidup untuk kemuliaan Tuhan dan membagikan kasih kepada sesama. Tuhan sendiri tidak pernah membeda-bedakan dalam memberikan pertolongan kepada orang yang percaya kepadaNya. kata kuncinya adalah cinta, pertanyaannya maukah kita membagikan cinta kepada sesama seperti Tuhan menyanyangi kita semua ciptaanNya?
    may God bless us all ^^

  117. Rinno Says:

    Pertama-tama, saya mau ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi dan luhur kepada sang penulis artikel yang luar biasa ini. Saya sangat terganggu dengan komentar saudara Fauzi H, yang komentarnya saya kutip kembali di sini:

    “Bahkan mungkin malah sebaliknya, di daerah-daerah yang umat nasrani (baru) hampir (belum sampai) mayoritas, mereka memerangi bahkan membantai kaum muslim (ingat kasus Ambon dan Poso?).”

    Apa yang saudara Fauzi ketahui tentang kasus Ambon sehingga menjadikannya contoh di mana orang Islam di bantai oleh orang Kristen? Saya Orang Ambon – Maluku dan tinggal di kota Ambon selama kerusuhan, dan apa yang muncul di tabloid2 dan koran di Jakarta adalah semua pemutar balikan fakta; Mau tahu apa yang sebenarnya terjadi? Contoh: IBU HAMIL YANG PERUTNYA DIBELAH DENGAN PEDANG. Apakah itu perbuatan orang Kristen? Tanyakan kepada orang Islam Ambobn dan mereka akan mengatakan kebenaran bahwa perbuatan bejat itu dilakukan oleh ORANG MUSLIM, tapi bukan muslim AMBON tapi oleh pasukan pembela agama yang datang mati konyol di Ambon, yakni JIHAD. Faktanya lalu diputar balikan dalam koran pagi di Jakarta demi mengguga rasa simpati dan empati kaum muslim.

    Silakan tanya kepada orang Ambon-Maluku baik Kristen dan Muslim yang benar2 asli Ambon maka mereka akan mengatakan kebenarannya bahwa para pengacau kerusuhan Ambon adalah TENTARA DAN KAUM FUNDAMENTALIS ISLAM yang salah dididik di pesatren2 yang tertutup mata dan hati terhadap kebenaran.

    Marilah kita berdiskusi dan memberikan contoh yang briliant demi sebuah kebenaran umum dan bukan demi rasa enak sebuah kelompok saja.

  118. Kopral gak suka Koprol Says:

    Kang Hasan, salute!
    Saya kagum dan sekaligus malu, malu setelah membaca komentar orang2 yang seharusnya mengasihi, tapi malah mencaci-maki.
    Dimanakah letak KASIH jika mulut dan hati bicara KASAR?
    Seharusnya kang hasan bisa copy-paste opini anda, supaya ada banyak yang seperti anda di negara yang kita cintai ini.
    Itulah indahnya perbedaan, bayangkan jika pelangi cuman 1 warna!

  119. febrinastephanie Says:

    Very nice article,,walaupun judulnya aga kontroversi…tp sy rasa judul ini memang harus seperti itu,,tujuannya agar smua org mau membaca artikel ini,,mengingat org2 indonesia cenderung tertarik dgn hal2 yg berbau kontroversi,,,4thumbs up u/ bang hasan…dn setelah membaca komen2 diatas,,sy sadar masalahnya bukan pada mayoritas atau minoritas,,kaumku atau kaummu,,tapi lebih ke metode pendidikan di indonesia,,yg membuat pola pikir masyarakatnya jd sempit,,,tp sy senang,,komen2 kontroversi yg obviously so stupid and silly,,hanya dari beberapa org sj yg sy sangat yakin,,mungkin belum berkesempatan menikmati duduk di bangku sekolah tinggi…..sy harap,dosen spt bang hasan segera menjamur di Indonesia,,????Å?K•? ???,bang…God bless u as always

  120. Muslim Moderat Bersuara | Entahlah Says:

    [...] Moderat Bersuara Posted on September 21, 2010 by theweepingman Akhirnya! Ternyata memang ada muslim yang tidak sebe’gila’ yang ribut masalah tempat ibadah. Walaupun menurutku [...]

  121. tora Says:

    yang saya harapkan agar Pemerintah MEMBACA BLOG INI,

  122. Tita Says:

    @Bapak Fauzi di Prancis itu larangan menggunakan atribut keagamaan berlaku untuk semua agama. apapun agamanya, selama dia ada di fasilitas umum milik pemerintah. kekerasan di Prancis karena menggunakan atribut keagamaan? wah saya belum pernah mendengar tuh. ada artikelnya?

    mayoritas penduduk di prancis saat keluarnya larangan untuk mencampuradukkan agama di pendidikan dan instasi pemerintah lain di sana beragama nasrani. jadi, harusnya yg bisa disebut terdiskriminasi adalah mereka.

    tapi, untuk kekerasan terhadap umat kristen yg ingin beribadah di Indonesia, saya bisa tunjukkan artikelnya. mudah2an tidak terjadi lagi ya. memalukan itu.

  123. peace lover Says:

    kang, tulisan spt ini luar biasa, kalau bisa dimuat di koran2 ternama seperti kompas dll
    sebab pemikiran seperti ini sangat dibutuhkan sekarang2 ini karena jujur saja saya melihat kita sedang krisis terutama moral ..

    saya yakin kaum muslim pasti banyak yang berfikiran seperti akang, tetapi tidak berani berdiri dan berkata karena takut dsb..
    saya yakin suatu saat, Indonesia kita akan menjadi agama yang benar2 toleransi akan segala agama..
    di saat hari itu tiba *semoga secepatnya* kita semua akan ingat akang :)

    biar Tuhan yang membalas akang dengan segala kebaikan dan kemurahanNya, amin..Gbu

  124. Abiraghib Says:

    izin utk di-share, pak. jazakallah.

  125. maya larasati Says:

    Terimakasih pak hasan atas tulisannya yg sungguh mencerahkan. Dari mayoritas kpd minoritas ataupun sebaliknya, yg namanya kekerasan dan intoleransi itu sungguh jahiliyah menurut saya.
    Utk mas fauzi: mei-juni 2009 saya penelitian di poso, tentena, dan palu ttg konflik sepanjang tahun 200an kemarin. Yg saya temukan adalah: bukan islam atau kristen yg menginisiasi konflik, tapi negara, termasuk militer tentu saja. Selain sbg pengalihan isu pd tahun 1998, konflik jg dipancing supaya pengamanan di sana tinggi. Dan setela pengamanan tinggi (over, menurut saya. Krn perbandingan sipil:aparat mencapai 1:3), yg masuk adalah investasi, yg banyak mengeksploitasi alam sulawesi yg memang masih banyak yg belum terjamah..

  126. Erwin Says:

    Pokonya udh lah Gw mah Cinta Damai, Tp jaman gw sekolah, di 1 sekolah cm 2 org aj yg kristen, Karna gw bisa berbaur sama yg lain,, jadi ga ada perbedaan diantara qta, GW Menghargai mereka pd saat beribadah, dll yg berbau islam.. begitupun sebaliknya mereka ke qta, kalo qra selalu berfikir Positiv,, Pasti smuanya juga Positive,,, Thanx,,,

    Pokonya God bless All…
    We love Jesus…

  127. Tebak Siapa Saya Says:

    Buat Itara..
    Kejadian Nabi Muhammad itu bukan bertemu dengan Yesus, melainkan Nabi Isa A.S..
    Maaf jika berkurang di hati Anda..
    Bagaimanapun kita Satu Tanah Air INDONESIA..
    @Pak Fauzi: pak, berbicara jangan berpikir pendek. Anda cari asal usul kejadian..
    Perasaan saya di negara tersebut memang pernah d berlakukan seperti itu ( HAMPIR ). Tpi dicabut karena demi kerukunan Agama.
    Terima Kasih

  128. Debora Says:

    @Fausi :
    Yayayayaya
    Trserah dah mw ngomong apaa ..
    Tp klo mw nulis comment tuh dpkir dulu donk ..
    Scr gag lgsg Anda tuh udh ngejelek”in agama Kristen tau gag.??
    Ckck
    Bertobatlah ,
    sebab Kerajaan Allah sudah dekat ..
    Tuhan Yesus selalu mengampuni umatNya yang mau bertobat ..
    JC bless Us

  129. Rio Admiraldi Says:

    Aslamualaikum..

    Sejujurnya, artikel anda sangat bagus dan mendidik. Tetapi saya agak miris setelah membaca artikel ini beserta komentar-komentar dari para pengunjung.

    Seharusnya anda lebih berpikir dulu, kenapa harus ada GEREJA di KAMPUS? apakah mereka akan shalat 5 kali sehari? apakah mereka akan datang ke pengajian setiap hari? apakah mereka akan kekampus pada hari minggu untuk sembahyang di Gereja Kampus mereka? saya agak sangsi dengan ini.

    Secara substansial tulisan anda menarik dan memiliki nilai toleransi yg tinggi. Tetapi anda seperti lebih menyudutkan agama anda sendiri, dan selain itu menurut saya dapat memancing perdebatan dan permusuhan yg seharusnya tidak terjadi di blog ini.

    Saya hanya memberi pandangan saya. Dan sayapun agak sangsi apakah anda membaca komen saya atau tidak.

    Untuk para pengunjung blog ini, semoga diskusi anda jangan sampai kemana-mana. Jangan menambah permusuhan lain disini. Saya pribadi Islam, dan saya sangat menghargai agama lain selain Islam selama tidak menginjak harga diri saya dan Agama saya. Dan saya rasa seluruh penganut agama lain yg mengunjungi blog ini juga sama.

    wasalam.

  130. angell Says:

    Di dunia ini banyak bermacam* jenis agama . Kristen, Katolik, Islam, Budha, Hindu .. Tapi tujuan dari masing* agamapun sama . Gak ada bedanya . Gak ada agama yg mengajarkan menjadi sesat , ya toh ?? Jangan jadikan agama menjadi landasan untuk memulai peperangan atau bahan untuk membanding*kan .. Karena jelas* tujuannya cuma satu , MENDEKATKAN diri kepada Tuhan dengan cara yg berbeda .. So, benar* indah jika perbedaan dijadikan landasan untuk saling gotong royong, dan selalu berada dalam damai .. Karena Tuhan cinta damai .. Jadi,, hidup ini benar* indah jika perbedaan bisa di satukan dengan perdamaian .. Skrg tinggal masing* aja yg harusnya berpikir secara logis , jgn kritis.. Hanya orang munafik yang gak ingin perdamaian ..

    Kang hasan , nice posting . Smoga bnyk org* yg berpikiran sperti anda .. Mari kita bersatu untuk mencapai kedamaian dengan perbedaan , ganti kekerasan dengan cinta kasih yang tulus yg sesungguhnya ..

    GOD BLESS everyone .. ;)

    *maaf kalo ada slh kata :D

  131. Terranova Says:

    Yah liat aja pikiran orang berjilbab tadi.. TAKUT ADA KRISTENISASI!!

    Betapa piciknya pemikiran seperti itu… ckckck mencurigai SAUDARA sendiri…

    Masih panteskah kita, masih banggakah kita, menyebut kata2 puitis BHINEKA TUNGGAL IKA ??? Toh orang kristen mau bangun gereja – 1 aja – itu pun kadang2 harus datang dari jauh tempat… Bandingkan dengan MUSHALA yang banyak per fakultas – Umat Muslim hanya perlu jalan kaki ga berapa meter… Dalam keadaan seperti itu masih mau takut kristenisasi???? PICIK! EGOIS!

    Saya punya perbandingan yang mungkin pas buat direnungkan saudara2 yang takut KRISTENISASI. Di kota saya, ada 1 rumah sakit Katolik. Ada ruang doa yang diberikan untuk semua agama… Ga terbatas Nasrani… atau apapun… Lambat laun, di ruang doa itu jadi ada pembatas Laki – Perempuan, ada sajaddah, dsb… dalam ruangan doa UMUM (Semua agama).
    Boleh saya bilang ini upaya ISLAMISASI???

    Udah deh, jangan mempersulit kaum minoritas yang (katanya) saudara buat bikin tempat beribadah…. itu egois namanya.

  132. dhenok Says:

    saya br menemukan artikel ini dr postingan fesbuk seorang kawan. senang membacanya, pak hasan..:)
    agama dibuat untuk mengatur, membuat teratur bukan merusak. sayangnya seringkali pemeluk agama suka menuhankan agamanya, sehingga seolah2 membela agama atas nama Tuhan, menganggap agamanya yg paling benar. padahal cuma Tuhan Yang Maha Benar. ini menjadikan massa kita rentan thdp isyu agama sehingga begitu mudah tersulut isyu agama yg dihembuskan untuk kepentingan politik.
    saya seorang nasrani, dan baru beberapa hari kemarin menyaksikan film ‘sang pencerah’. saya menjumpai keindahan islam lewat film garapan hanung bramantyo tersebut. apa lantas saya pindah mjd islam? tentu saja tidak. kekristenan adalah agama yg sejauh ini saya imani. tp saya meyakini bahwa di tiap agama dan keyakinan menebarkan percik kebaikan. sepatutnya kita bisa menjadi pemeluk agama yg fanatik ke dalam tp inklusif keluar. kasian sekali indonesia ini, begitu banyak persoalan jadi terabaikan hanya karena mengurusi perbedaan yg semustinya tidak dijadikan masalah. mari kita buat perbedaan itu menjadi warna yg indah…

  133. Terranova Says:

    Buat komentar bung AZZA

    hahahahaha

    Apakah aturan itu bener2 diterapkan 100 % dalam pembangunan rumah ibadah manapun???

    Gimana pembangunan mushala2 kecil di universitas, mall, RS, dan fasilias2 umum lainnya… PERLU TANDA TANGAN GA???

  134. Pierrot Says:

    @Bagus, memang betul bahwa kebaktian atau ekaristi umumnya dilakukan di hari Sabtu dan Minggu, namun itu bukan berarti hal tersebut tidak boleh dilakukan pada hari lainnya, kalau anda kebetulan lewat di depan gereja Katolik pada pagi hari anda dapat melihat perayaan Ekaristi yang dilakukan setiap hari pada pagi hari, cuma memang tidak seramai perayaan Ekaristi pada Sabtu atau Minggu. Mungkin memang di sekitar UGM ada gereja, namun apakah gereja tersebut milik Kristen (protestan, bethel, dll) atau Katolik? Dan kemudian berapa jauh jarak gereja tersebut dari kampus UGM, apakah memungkinkan ditempuh bolak – balik dengan jalan kaki dalam rentang waktu 1,5 jam (asumsi waktu Kebaktian / Ekaristi = waktu Sholat Jumat)?
    Lalu seandainya ada gereja yang berdiri berdampingan dengan Mesjid di dalam kampus UGM apa yang kemudian menjadi masalahnya? Bukankah itu justru menjadi cermin kebersamaan dalam kemajemukan UGM? Bukankah itu justru sebuah hal yang positif, baik bagi kampus UGM sendiri maupun bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan?

  135. Sabili Shubhi Abdillah Says:

    Assalammu’alaikum smua.
    Sblumnya saya mohon maaf.
    Di dalam Alquran jelas sekali Allah mengatakan “Lakum diinukum waliyadin” yg artinya “Untukmu agamamu, untukku agamaku”
    Jadi jangan pernah kita sebagai umat muslim memaksa ataupun mempengaruhi org nasrani utk masuk ke dalam agama islam,dan juga sebaliknya org nasrani pun jangan pernah mencoba utk mengkristenisasikan org2 muslim.
    Kalau anda org nasrani ingin beribadah silahkan,kita smua tidak pernah melarang. Tapi yang kita larang adalah MISI ANDA DALAM MENGKRISTENISASIKAN ORG ISLAM.
    Apa yang kita yakini masing2 jalanilah dengan tidak mengganggu keyakinan org lain.
    Wassalam.

  136. Didiet Hidayat Says:

    Tulisannya cukup menarik tapi tetap tidak bisa meningkatkan Ekspor, membuka lapangan kerja baru, memberi layanan publik dan menurunkan angka kemiskinan.

    Saat ini kita lebih butuh pangan, sandang dan papan lebih diatas yang lainnya.

    Jadi apa gunanya?

    Salam Metal,

  137. Cinta Damai Says:

    Saya sangat setuju dgn artikel saudara. saya bangga msh ada org yg brpkran spti saudara. Klo smua org sptri saudara, alangkah damainya Indonesia.
    Cuma sdikit judul artikelny klo bsa sih diubah saja spya tdk menimbulkan kesalahphaman bgi bbrp org.
    Dan mhn dimaafkan klo ada org yg sdh salah pham ttg artikel saudara.
    Kalau kamu baik tetaplah berbuat baik. Smga kamu bahagia..amiin..
    God bless Indonesia..

  138. ifellas Says:

    artikelnya bagus banget….seneng banget ternyata paling nggak ada yang mau punya hati untuk membangun indonesia yang lebih baik….. ^.^

  139. Ade christy Says:

    Salam sejahtera.. ane setuju dgn kang hasan.. ane kasih cendol dah.. hehe.. ane numpang curcol nih,, iya ane jg ngerasa bangun greja susah bgt, jujur greja tmpt ane ibadah itu agak krg layak soalnya greja tmpt ane ibdh make rumah si pendetanya, soalnya kami jemaat udh brsusah payah berusaha minja imb utk bgn gdung grja bru ditempat lain, tp apalah daya gak dpt ijin.. T_T. (bukannya iri) Padahal dideket situ mushola menjamur.. ya ane bersyukur aja dan terus ORA ET LABORA, dan waktu Tuhan indah pada waktunya.

  140. immanuel Says:

    bravo pak penulis
    tulisannya sangat menyentuh
    saya orang kristen
    di daerah saya di tapanuli khususnya tarutung
    mayoritas kristen, tapi masjidnya besar2 tuh.. N banyak.. Malah sebelahan dengan gerja
    ga pernah ada cekcok, saling menghargai dan tenggang rasa
    ko sekarang banyak yang persalahin agama
    buat fauzi
    kata2 anda menyesatkan
    Menurut saya yang harus dicari para provokatornya aja yang suka adu domba

  141. toni sitompul Says:

    Judul yang sangat Bagus dan isi tulisan jauh lebih bagus lagi ini realita. Yang sangat disayangkan adalah comment-comment banyak yg ga bermutu yang ngaku-ngaku ngerti tapi ga tau apa-apa. Ingatlah saudara-saudara ku kita ini sama-sama makhluk ciptaan Tuhan, janganlah ada perasaan minoritas dan mayoritas. Bersatu kita teguh bercerai kita rubuh.

  142. anggia Says:

    @bagus heyy..emangnya kaum nasrani ga boleh ‘curhat’ sama Tuhan di hari kamis siang bolong ya?? Itu sm aja ky nhelarang muslim slt dhuha atau tahajud kan??

  143. whatever me Says:

    Saya muslim, dari keluarga besar islam, tapi saya punya beberapa saudara yg kristen bahkan konghuchu, karena saya ada sedikit keturunan china. Kami tidak pernah mempermasalahkan ttg agama dalam keluarga, karena yg terpenting adalah kedamaian, dan kekeluargaan.
    Indonesia bukan negara islam, walaupun mayoritas Islam, negara ini menjunjung tinggi ke-bhineka tunggal ika-annya secara teori, tpi tidak secara praktek. Saya sih menyayangkan pemikiran mereka2 yg cupet dan kolot, apapun agamanya. Saat mereka berperang membawa nama agama, sebenarnya apa yg mereka lindungi, agamanya atau pemikirannya? Semua orang bisa sama jahat dan baiknya, balik ke pribadi mereka masing2 aja :)
    Pokoknya, yg penting artikel ini bagus banget menurut saya, pemikiran yg lebih terbuka bisa bikin semuanya menjadi lebih baik :)

  144. Edo Says:

    Senang ada orang yang punya wawasan demikian maju. Mudah2an banyak yang menyempatkan diri membaca artikel ini. Mohon duka lama di Ambon dan Poso tidak diungkit2 lagi wahai saudaraku Fauzi. Anda tak akan bisa merasakan pedihnya peristiwa itu. Semua pihak sudah saling memaafkan dan tidak mengungkit lagi luka lama itu. 6 tahun saya di Maluku Utara, untuk anda ketahui, bukan sekedar kota Ambon yang hancur, tapi sampai ke utara Halmahera. Tak perlu anda ungkit2 kisah pilu itu.

  145. pengen nginjek2 fauzi+ridwan Says:

    @Fauzi. Mo di amrik banyak kekerasan kek, di mana kek, di indo mang anda pernah dihajar orang non-muslim sampe babak belur?
    @ridwan. Orang2 seperti kalian yg menghancurkan negara. Ga tau esensi udah menang bacot duluan.

    2nama di atas asli pengen gw gebugin!

    Overall, gw bangga, masih banyak dari kita yg sadar dan berpikiran lurus..
    Semoga berkepanjangan, dan menular ke oknum2 bedebah lain di segala suku, agama, jabatan, semuanya.

    Salute!

  146. Vembrie Siswosoebrotho Says:

    two thumbs up for you, sir..

  147. DNA Says:

    Salut buat penulis. Sangat mencerahkan. Wajib dishare kemana2 nih.

    Sedikit berbagi pengalaman. Saya muslim tp saya lahir di keluarga yg plural. Saya punya saudara yg kristen dan katolik. Sejak kecil saya tinggal bersama kakek nenek saya yg katolik sehingga saya tahu seperti apa mereka beribadah. Natal dan lebaran semua kumpul jadi satu. Bahkan setiap natal saya selalu membantu menghias pohon natal. Saat ini, saya juga punya beberapa teman yg kristen, katolik dan budha yg sudah saling menganggap saudara karena kami saling menyayangi dan menghormati perbedaan kami. Saat hari minggu ketika saya ingin main kerumahnya, saya pasti tanya dulu apakah saya mengganggu kegiatan ibadah gerejanya atau tidak. Sebaliknya, setiap datang waktu sholat, dia selalu mengingatkan saya untuk segera sholat. Betapa indah dan damai…

    Untuk saudara2ku sebangsa dan setanah air, apapun agama kalian, mari kita menjadi agen pembawa kedamaian antar umat beragama di keluarga, sekolah ataupun lingkungan kita. Mari mulai dari diri sendiri. Jangan terprovokasi orang2 yg ingin memecah belah persatuan kita. Jangan mudah termakan berita dan isu2 yg belum tentu benar adanya. Untuk semua penderitaan, kekejaman, dan ketidakadilan yg pernah terjadi dan dialami msg2 umat, jadikan pengingat dan pelajaran pentingnya toleransi dan jangan sampai hal-hal itu terjadi lagi.

    Bhinneka Tunggal Ika…
    Mari kita bangun Indonesia yang damai dan makmur…
    Aamiin…

    (PS.Maaf kalo kepanjangan tapi sekaranglah saatnya mengaplikasikan pelajaran PPKn atau PMP disekolah yg waktu sekolah hanya banyak belajar teori saja. Mari bersatu!)

  148. montexa Says:

    kebebasan beragama sudah di atur pemerintah dalam UUD1945 dan pemerintah menjamin hal itu.
    Setiap agama mengajarkan kasih kepada sesama. apakah kamu harus mengingkari ajaran yang kita anut ??
    berusahalah untuk tidak menghakimi karena sudah ada yang mengatur hal itu :)
    di daerah saya kerukunan antar umat beragama sangat toleran Saat lebaran umat kristen bersilahturahmi ,saat natal giliran umat islam yang datang berkunjung . gereja dan mesjid pun di bangun berseblahan apa yg salah dengan itu semua

  149. Terenyuh Says:

    Bgus bgt tulisannya.
    Aq jg tggl dkmpus sbg minoritas. Sampai skrg, pdhl sudah puluhan tahun, dosen nasrani g ada. Shgga, organisasi nasranilah(yg smpai skrg jg tdk diakui jg) yg menggaji pdt utk mngajar 300 lbh mhsswa stiap thun. Orgnisasi yg bnyk mhsw nasraninya sprt paduan suara jg g dianggap.
    Tp, dsitulah sebenarnya pemeliharaan Tuhan terlihat bg kami.
    Biar mind set kt lbh terbuka. I love this blog.

  150. mario Says:

    Aduhhh,,maksud artikelnya mungkin baik ya,,tapi mungkin ada bagian yang di anggap provokatif,,, jadi janganlah setelah tulisan ini jadi keluar debat2 tak bermanfaat yang mencari siapa yang salah dan siapa yang benar,,, ni saya bilang ya,,d tempat saya kaum kristen ga sampe 60 orang ,, kami ga bisa mendirikan gereja bukan berarti kami ga bisa beribadah,,kami d bolehkan beribadah d sebuah komplek yang disana bukan tempat kaum minoritas berdomisili,, dikelas saya selama 15 tahun pelajaran agama cuma ada pelajaran agama islam tapi tidak pernah menjelek2an agama kristen atau lainnya,,,teman2 saya tidak pernah mengejek agama kristen,,, dan tentu kalau kerukunan seperti ini yang kita cari… Temen saya yang taat islam bilang katanya agama dia tidak mencampuri ibadah agama lain ,,, tapi tidak diam kalo agamanya dihina… Nah mungkin hal sensitif seperti ini yang perlu dijaga,, jangan ada pemaksaan dan tipudaya dalam menjalankan ibadat… kewajiban ibadah agama masing2 juga harus d hargai,,,, contohlah tempat saya,walaupun kami jauh dari ibukota

  151. dessy Says:

    i really like this artikel..
    aku juga merasa alangkah baiknya apbila kita sama* saling menghargai …

  152. Ita Says:

    Saling menghargai adalah kata kuncinya. Cinta kasih pada sesama manusia adalah pokoknya. Indahnya rasa damai dalam beribadah… Semoga bagi yg masih berpikiran sempit, segera terbuka mati hatinya seperti Pak Hasan… Amin…

  153. Dimas Morts Says:

    Nice Article!!

    saya orang Kristen, tapi saya bukan dari keluarga besar yang berlatar belakang kristen. Di Keluarga besar saya terdapat banyak agama ada Katholik, Islam, bahkan ada yang Khongucu dan kami saling menghormati. Mama saya bahkan orang yang baru mendalami Kristen.

    Sekedar sharing, apa yang ditulis oleh penulis ini memang sering terjadi di sekitar kita dan kebetulan saya sering mengalami ini sejak kecil.

    waktu SD,saya bersekolah di sekolah Negeri, bahkan kami siswa yang kebetulan kristen dan hanya ada 4 orang di kelas, tidak mendapat pendidikan agama Kristen melalu guru agama kristen yang kompeten. Guru agama kami hanyalah guru olahraga yang kebetulan beragama Kristen. Sempat ada pelayan firman dari gereja saya melamar di sekolah saya itu tapi ditolak tanpa alasan yang jelas.

    Begitu juga di keluarga kami..Keluarga besar kami adalah keluarga jawa yang sangat kental adatnya, dan sangat toleran dan harmonis meskipun kami berbeda2 keyakinan. Tapi entah kenapa baru2 ini, tahun lalu lebih tepatnya, ketika kami sekeluarga mudik saat lebaran untuk berkumpul dengan sanak saudara di kampung, salah satu sepupu saya yang masih kecil berkata kepada sepupu saya yang lain yang ingin memegang pajangan salib di ruang tengah : “jangan dipegang,nanti jadi Kristen”..
    sungguh saya heran dari mana dia mendapat perkataan dan logika seperti itu..hehehe..

    @Fauzi H
    tanpa mengurangi rasa hormat, saya ingin mengungkapkan kekecewaan saya kepada mas Fauzi yang berkoar2 tapi sok tau.
    tidak ada tindakan Diskriminatif di Perancis atau Inggris. Di Perancis memang ada larangan untuk memakai Jilbab atau sejenisnya yang mohon maaf saya gak tau detail namanya..hehe..tapi itu bukan hanya untuk kaum muslim, kaum nasrani juga dilarang untuk menggunakan Kalung salib atau simbol agama lainnya..karena memang aturannya melarang pemakaian simbol agama yang berlebihan untuk menjaga stabilitas negara, biar gak terjadi konfilk dan Gap2n..
    Kekerasan?kekerasan apanya??di Amerika bahkan orang Yahudi yang katanya musuh kaum muslim, rela berbagi tempat ibadah untuk sholat Jumat loh..Di inggris juga begitu, di sana banyak orang muslimnya bos, bahkan pas puasa kemarin, walikota London menyerukan warga london buat berpuasa bersama2 demi menghormati kaum muslim yg berpuasa.
    Di Jerman? yah, Di jerman apalagi..di sana banyak kaum muslim yang datang dari turki. Mereka diberi kebebasan beragama di sana, bahkan ada beberapa produk makanan yang didesain khusus dan pemerintah memiliki sistem sertifikasi sejenis sertifikasi halal untuk masyarakat muslim..
    Jadi di mananya yang terdapat kekerasan?
    Di luar sana banyak orang seperti anda mas, dan gaulnya paling sama orang2 seperti anda juga mas Fauzi..hehe
    jadi cobalah berpikir terbuka, biar pergaulannya lebih luas, wawasan lebih luas (gak cuma kata orang), siapa tau bisa dapet cewe yang lebih cantik kan??..hehehe

    GBU all..Thanks

  154. Bang_ridha Says:

    Membaca tulisan dan semua komentar-komentar disini, dapat disimpulkan adalah yang menjadi inti persoalan dari semuanya adalah Iman, Ilmu dan Amal.

    Ketika contoh Negara Jepang yang disampaikan, makin memperkuat bahwa persoalan Ilmu yang menjadi intinya.

    Iman dibalut oleh Ilmu, dan kedua-duanya dibarengi dengan amal. Maka lengkaplah semua hal kehidupan di dunia ini untuk mencapai kedamaian.

    Ketika ketiga hal itu tidak dikuasai secara menyeluruh dan seimbang, maka akan terjadi “ketidakadilan” berfikir, berpendapat dan bertindak. Akhirnya timbullah anarkhisme, timbullah kesewenang-wenangan.

    Semua agama mengajarkan ketiga hal itu. Bahkan di Islam, Ayat pertama diturunkan itu bermakna Ilmu, baru setelah itu tentang Iman (tauhid).

    Kesimpulannya, untuk menjadikan dunia ini aman damai dan sentosa tanpa harus mempertentangkan keyakinan adalah jika semua manusia yang hidup dunia ini telah seimbang antara Iman, Ilmu dan Amalannya.

    Persoalan benar atau salah, baik dan buruk sebuah keyakinan itu adalah urusan Tuhan.

    Teringat sebuah joke dari seseorang waktu itu yang bilang seperti ini :
    “Kami sangat paham dan toleransi dengan Saudara-saudara yang sedang beribadah. Urusan pahala dan dosa itu kan urusan Tuhan. Yang penting sorga itu kan sama, ga mungkin sorga itu susah juga nanti kalau ternyata sorga itu banyak, agama mana pun mengajarkan sorga itu sama berarti sorga cuma satu. (terakhir ini jokenya ya sedikit lucu) Itupun kalau Sorga itu benar-benar ada, kita kan ga tau krn belum pernah ada yg pergi kesana kan”

    Untuk mencernanya, itulah diperlukan Ilmu, Iman dan Amalan. Itu yang membedakan manusia dengan makhluk lain.

    Thanks untuk tulisannya.

  155. jamila Says:

    Apa sih arti keadilan… Gw tidak d dua2nya… Misalkan dikampus ada umat muslim 3000,kristen 200,, hindu 3,budha 1 orang… Menurut muslim mereka wajib ibadah 5kali dalam sehari dengan tatacara tertentu dan waktu reguler,, kristen 1x dalam seminggu dengan tata cara tertentu yang fleksible,, hindu 1xseminggu dengan cara tertentu,, buda 1-2x sehari dengan waktu yang fleksible… Nah d jam kuliah yang biasa ada d indonesia ,dalam jam kuliah itu berapa kali kita WAJIB beribadah??? Jadi jangan salahkan kampus mengizinkan tempat ibadah tertentu dibangu karna itulah yang dinamakan toleransi,,karna kalo yang satu merasa tidak adil maka yang lain akan menuntut… D kampung saya yang mayoritas tidak ada ya namanya pura itu d bangun d kampus(umumnya) karna apa??karna pada jam kuliah kami tidak ada jadwal reguler untuk beribadah…jadi toleransi itu tidak akan ada jika kita terus merasa benar dan suka menyalahkan

  156. adiez Says:

    subhanallah..
    sejuk membaca tulisan anda . great article. :)

    saya juga miris membaca-melihat, maupun mendengar segala kericuhan berkaitan tentang agama. tak bisakah semua agama saling toleransi dan bergandengan tangan? alangkah indahnya bila begitu adanya..
    bukankah Allah berfirman, “agamaku agamaku, agamamu agamamu” . sehingga tak usah kita ribut soal keyakinan dan ibadah umat lain. saling toleransi sajalah, bila umat lain beribadah. :)
    hidup damai itu indah..

    terima kasih..

    mohon semua jangan terpancing o/ yg komen2 ga enak. ^^

  157. iyo Says:

    Nice artikel,, tp kok habis baca pada berantem ya,, ayolah,, damai dunk ah,,, saling menghormati ya,, bukan kan Rasulullah mengajarkan u cinta damai,,

    Lakum dinukum waliadin, agamamu agamamu, agamaku agamaku.

    Thx

  158. inidini Says:

    Hmm.. Menganalisa dr komentar yg masuk, nampaknya banyak yg mempunyai pemikiran terbuka, dan mempunyai toleransi tinggi utk hidup berdampingan antar agama. Saya mau berterima kasih utk yg berkomentar “negatif” dan juga yg berkomentar “positive”, krn ini membukakan pikiran saya menjadi lebih luas lagi terhadap pemikiran orang2 Indonesia saat ini.

    Saya jadi semakin yakin, bahwa Indonesia saat ini sedang di adu domba oleh rakyatnya sendiri. Ketahuilah.. Indonesia terlalu sulit utk dilumpuhkan, krn kita mempunyai PANCASILA, mereka (yg tidak suka Indonesia damai) adl org2 yg tdk ingin Indonesia KAYA, MAKMUR dan SUBUR. Maka mereka menggunakan agama sebagai pemecah belah kesatuan, dan sayangnya kita sudah sering buktikan perbuatan org2 yg tidak bertanggung jawab itu tidak berhasil, karena kita bukan bangsa yg bodoh dan mau di bodoh-bodohi oleh kelompok2 org yg tidak bertanggung jawab tersebut.

    Saya, hanya ingin mengajak teman2 utk “Mari kita bersatu’” tanpa perlu kt melihat agama sebagai perbedaan, lihatlah agama sebagai pemersatu Indonesia ( jika kita mau bangga sebagai warga negara Indonesia) , percayalah Indonesia akan menjadi negara raksaksa di dunia ini jika BERSATU!! (INI KUNCINYA ),

  159. Andre Says:

    Nice Article…
    Love it so much…

    gw sendiri sebagai kaum Chinese dan seorang buddhist…
    ini kata gw kluarin dari hati nurani gw…
    gw tidak pernah membedakan teman gw mau dia beda ama gw ato tidak…

    semua manusia itu sama di mata yang maha kuasa…
    yang gw harapkan hanya semua WNI yang masih di Indonesia maupun WNI yang sedang diluar Indonesia… bisa berjuang untuk negara Indonesia kita ini… bkn sebaliknya…

    gw dari sekolah SD sampe SMA sekolahnya di sekolah negeri dan puji tuhan tmn2 gw kebnykan (sorry no offense yah bawa ras) Pribumi… dan gw bangga mereka mau trima gw sebagai tmn mereka… karena mereka tidak beda2in gw karena gw beda warna kulit… dan sampe skrg puji tuhan jg gw ama mereka tidak pernah lost contact biarpun lost jg gw akan berusaha cari mereka… soalnya there’s nothing feel wonderful than having a bunch of friend that didn’t see our differences between they and me

    maaf yah kalo kdgran seperti semacam curhat… cma ini bener2 kata hati gw… karena gw bangga sebagai WARGA NEGARA INDONESIA dan gw TIDAK PERNAH REGRET LAHIR DI INDONESIA
    pokoknya INDONESIA STILL THE BEST LAH…
    moga2 tidak ada lagi kejadian KEKERASAN yang MENGATAS NAMAKAN APAPUN!!!

    God Bless Our Country and Us Too…

    Sadhu, Sadhu, Sadhu

  160. vints Says:

    wahhh… telad baca ni blog..
    tp kerend bgd.. setuju bgd ^^

    Orang kristen gag pernah minta sumbangan d jalan2, ato minta sumbangan d bis bis, dan d depan pintu setiap rumah untuk minta pembangunan gereja, tanah pun milik mereka, surat dan perijinan sudah d urus, tp kadang masih suka d persulit bahkan sampai tidak d perbolehkan untuk membangun gereja..
    Masjid saya yakin d setiap komplek perumahan ada,.saya melihatna dimana” setiap 100m selalu ada masjid.
    tp d kota saya saya cm memiliki 2 gereja 1 d kota dan 1 d kabupaten. kami bersyukur memilikinya ..meskipun masih ada orang yg berjalan kaki beratus” meter dari rumah nya untuk menuju ke gereja, dan mereka harus berangkat lebih awal sebelum ibadat d mulai..

    Trimakasih untuk artikel ini,
    semoga Umat muslim bisa mengerti apa yg kami rasakan, (d kucilkan dan tidak d hargai)..dan dengan artikel ini semoga kalian megerti..
    kami hanya ingin bisa berdoa bersama d gereja,
    GBU

  161. nita Says:

    maaf ikut komentar ya, bukan masalah minor dan mayor, tetapi kesejahteraan masyarakat di Indonesia yg perlu diperhatikan agar mutu dan kualitas pemikiran dan cara pandang pemuda dan anak-anak Indonesia lebih baik dan bijaksana.kepada bapak- bapak dan Ibu-ibu pemimpin dan pemerintah negara, cintailah kami rakyat kalian sehingga Tuhan juga mencintai kalian. amin.

  162. Juvent Says:

    @pak Hasan :

    KEREN ABIS!!! Blh d’share yah.. =D

  163. jafar Says:

    Assalamu’alaykum Kang Hasan.

    sepertinya saya tidak akan memberikan “komentar manis” seperti mayoritas komentator-komentator “non-Muslim” di atas :) , tapi mari kita bukakan pikiran kita secara Islam.

    1. http://berbual.com , sejak pertama masuk ke halaman ini, pembaca Indonesia yg “logical” akan langsung men-set pikiran bahwa isi dari halaman ini adalah bualan. maaf jika saya berlebihan.

    2. “Mesjid Yes, Gereja No Way”, judul tulisan yg mengelabui pembaca terutama pembaca non-Muslim, disini berarti pembaca non-Muslim diharapkan meng-amin-i judul tulisan ini.
    disisi lain, jika yg membaca seorang Muslim maka “iklan” yg sangat jitu untuk menarik perhatian. mengangkat minat membaca, dan meng-amin-i isi tulisan.

    3. isi tulisan :

    (.. “Mbak, saya ini hampir 8 tahun tinggal di Jepang. Selama itu saya jadi minoritas dalam hal agama. Coba Anda bayangkan bagaimana rasanya kalau niat saya hendak membangun mesjid atau beribadah selama saya berada di Jepang dihalangi orang.” .. )

    anda tinggal di jepang atas pilihan anda sendiri kan? anda memilih keputusan itu tentu anda sudah “kenal” konsekuensinya tinggal di negara dgn sistem non-Muslim. Jika saja anda meneladani Rasullullah (Sallallahu Alaihi Wasalam) saat tinggal di negeri dengan system non-Islami (Quraysi, Mekkah), Baginda Rasul (S.A.W) diperintahkan “hijrah” oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan beliau pun hijrah ke Madinah.

    hikmah dari hijrahnya Ummat Muslim dari Mekkah ke Madinah adalah menghindari “tekanan” dari system kekuasaan non-Muslim, ini juga memiliki pelajaran untuk bersikap “tegas” dalam keyakinan, “tangguh” dalam perjuangan, tidak ada kompromi dalam masalah akidah bahwa ‘tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Rasul-Nya’.

    utk itu ada syarat seorang Muslim tinggal di tempat dgn system non-Islami:
    Pertama : Hendaknya Seseorang Memiliki Cukup Ilmu Yang Bisa Memelihara Dirinya Dari Syubhat.
    Kedua : Hendaknya Memiliki Agama Yang Kuat Untuk Menjaga Agar Tidak Terjatuh Dalam Syahwat.
    Ketiga : Hendaknya Ia Benar-Benar Berkepentingan Untuk Bepergian.

    Adapun masalah menetap atau tinggal di negeri kafir sangatlah membahayakan agama, akhlaq dan moral seseorang.
    Kita telah menyaksikan banyak orang yang tinggal di negeri kafir terpengaruh dan menjadi rusak, mereka kembali dalam keadaan tidak seperti dulu sebelum berangkat ke negeri kafir.

    Ada yang kembali menjadi orang fasik atau murtad, bahkan mungkin mengingkari seluruh agama, sehingga banyak dari mereka pulang ke negerinya menjadi penentang dan pengejek agama Islam, melecehkan para pemeluk agama Islam, baik yang terdahulu mupun yang ada sekarang, na’udzu billah.
    ………..

    ( ” .. di kampus ini ada mesjid yang cukup besar. Dulu dibangun oleh Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila. Lalu, di setiap fakultas didirikan mushalla yang juga tak kecil. Tapi itu pun ternyata tak cukup. Di banyak bangunan di fakultas masih saja ada ruangan yang difungsikan sebagai mushalla. Bagi mereka yang malas untuk ke mushalla fakultas, bisa shalat di mushalla kecil ini. Yang sedikit rajin berjamaah di mushalla fakultas. Yang lebih rajin, ke mesjid.

    Melihat ini semua saya merasa sesak. Keterlaluan benar orang muslim ini. .. ” )

    sebagai perbandingan pluralitas, ibadah seorang Muslim dan ibadahnya Kristiani itu jauh berbeda, ” dan tidak menyembah Tuhan yg sama “.

    orang Kristiani lazimnya menggunakan gereja pada hari minggu atau hari2 besar saja, koreksi saya jika saya salah :) ,

    Islam mempergunakan masjid/mushola untuk sembahyang 5 waktu, dan itu pun ketat, waktu sholat tidak bisa ditawar, apalagi dalam dunia kampus yg mayoritas mahasiswanya selalu diburu waktu. secara sehat tentu harus difasilitasi agar ibadahnya tidak terganggu. saya yakin anda lebih mengetahui hal itu dari saya.

    proporsi keadilan adalah menempatkan sesuatu sesuai “kadar” nya dan pada “tempatnya”, dan pertanyaan anda ( “… Adilkah kita ini? Tidakkah kita ini berlebihan? …”) bagaimana “proporsi” keadilan menurut anda? apakah harus disamakan, disetiap tempat harus diadakan tempat-tempat kebaktian kecil bagi mahasiswa Kristen, atau ruangan2 kecil (sperti mushola) untuk “pengakuan dosa” disetiap pompa bensin atau tempat2 umum?

    …..

    (” .. Jaman Rasulullah masih hidup, di Madinah hanya ada satu mesjid. Apa umat Islam ketika itu tidak mampu membangun lebih dari satu? Rasanya tak mungkin. Orang-orang ketika itu rela menyumbangkan apa saja untuk Islam. Mesjid hanya satu dengan tujuan persatuan. Di situlah semua orang berjamaah, bersilaturrahmi. Di satu tempat.

    Kota Madinah ketika itu memang kota kecil. Saya tentu tak berharap kota sebesar Jakarta hanya punya satu mesjid. Itu tak masuk akal. Tapi saya yakin kota Madinah di jaman itu lebih besar dari area kampus saya. Kalau Madinah cukup dengan satu mesjid, kenapa kampus tidak? Kenapa kampus masih perlu ditambah dengan beberapa mushalla, plus puluhan ruangan untuk pengganti mushalla? .. ” )

    saya sungguh kecewa orang “sekaliber” anda bisa membandingkan suasana Madinah dijaman Rasullullah (S.A.W) 1400 tahun yg lalu dengan suasana universitas/kampus di tanah air, di hari sekarang.

    anda bisa “menganalisa” apa jadinya jika cuma ada satu tempat sholat bagi mahasiswa Muslim di kampus seluas UGM, atau UI, atau ITB :) , pasti mahasiswa itu akan kelelahan pulang-pergi dari masjid ke fakultas, atau naik-turun tangga, sementara lazimnya dalam waktu perkuliahan terdapat sholat dzuhur(siang) dan ashar(sore) dan jarak antara 2 waktu sholat cuma sekitar 2 jam.

    ………

    (” .. Dalam situasi yang sudah berlebih itu, orang Islam masih ribut ketika orang Kristen hendak mendirikan satu gereja. Hanya satu gereja saja. .. “)

    setujukah anda jika ada tmpat ibadah tanpa ada jemaat adalah ke-sia sia-an? itu yg terjadi di Indonesia, warga (Muslim) tidak akan “ribut” jika pendirian gereja itu sesuai dengan jumlah yg membutuhkannya, harap baca peraturan pemerintah dalam membangun tempat ibadah yg berlaku di Indonesia, bukan yg di Jepang :) .

    silent (and peaceful (: ) majority Islam di Indonesia sudah mejadi ter-toleran di dunia dengan memberikan hak beribadah dan mendirikan tempat ibadah, ( jangan naif, di Indonesia banyak kathedral atau gereja-gereja mewah)

    4. anda menumbuhkan sikap skeptis yg terjadi pada diri anda kepada pembaca Muslim. dan menginginkan system sekulerisme hadir di negara-negara Muslim seperti Indonesia

    (” .. Kami, muslim yang minoritas di Jepang, untungnya tidak mengalami hal itu. Alangkah indahnya kalau minoritas di negeri muslim juga tidak mengalami hal itu. .. “) spertinya saya tidak perlu menjelaskan sekulerisme kepada anda :)

    finnaly ..

    bukankah agama Islam itu agama dakwah dan agama Kristen itu agama missioner?

    masing2 agama hadir dalam eksklusifitas masing-masing, janganlah mencampur-adukan ajaran masing-masing dengan “jargon” pluralisme agama, ingat, Ummat Islam Indonesia telah sepakat bahwa pluralisme agama, liberalisme,sekularisme itu HARAM, atas fatwa ulama di Indonesia, bukan di Jepang :)

    wassalamu’alaykum

  164. van_borsa Says:

    Untuk fauzi, saya tertawa baca pendapat mu. Mungkin kamu dipasung jd ga tau info dan realita apa yg sbenarnya terjadi di dunia luar.. Anda tidak lebih dan sm sprti sang teroris si ali imron, imam samudra dsb, Kalian patut berkumpul jd 1 tempat yaitu NERAKA!!

  165. JT Says:

    Pak Hasan….ijin share yaa….

  166. karya elly Says:

    Batalkan SKB 2 menteri yg mensyaratkan 60 tandatangan warga setempat utk mendirikan rmh badah. SKB ini bertentangan dgn UUD 1945. Kalo mau bangun rmh ibadah aja hrs izin 60 tetangga,namun mendirikan usaha PANTI PIJAT cukup hanya persetujuan dari 2 org tetangga saja. Rakyat mau beribadah mendekatkan diri kpd Tuhan dipersulit,tapi kalo mau mendekatkan diri kpd setan dipermudah. Negara apa nih? SKB 2 menteri sdh melanggar hak asasi manusia. Menteri Agama dan Mendagri hrs sgr membatalkan SKB dimaksud, tunjukkan sense of crisis,jgn sampe terjd pertumpahan darah yg besar barusan bertindak,nanti uda terlambat. SBY,mana pedulimu? SBY,mana actionmu? SBY,mana hati nuranimu? Cepat bertindak,jgn cuma politik pencitraan saja. Rakyat menunggumu berbuat utk menyejukkan hati mrk. Jgn lagi curhat kpd rakyat, tapi curhat dari rakyat “minoritas” hrs sgr direspon dan dicari solusi terbaiknya yg “win win solution”. Damai di hati,damai di Indonesia,damai di bumi.

  167. JT Says:

    Pa Hasan Ijin share yaa…tapi maaf judulnya saya ganti tidak apa apa yaa….terima kasih…hanya judul saja yang saya ganti….saya bikin judulnya Toleransi Beragama…terima kasih banyak…

  168. John Delwinto Says:

    Batalkan SKB dua menteri.
    Ganti dengan UU yang berimbang dan adil.
    Menteri agama harus sekali-kali yang beragama Kristen, Katolik, Buddha, Hindu dll.
    Peraturan dibuat oleh manusia untuk kebaikan manusia, bukan sebaliknya, menindas yang kecil.
    Ubah semua peraturan yang berat sebelah.

  169. Rima Says:

    Sebelumnya saya minta maaf. Saya beragama Kristen. Dan saya banyak mempelajari beberapa agama. salah satunya Islam. Saya senang bahkan kagum dengan sejarah Islam dari awal terbentuk sampai dengan berkembangnya Islam. Saya kagum dengan ajaran2 dari Muhammad.
    Dan menurut saya Islam adalh agama yang indah, yang setahu saya mengajarkan cinta kasih dan toleransi yang tinggi terhadap sesama.
    Mungkin, akan lebih baik kita mempelajari sesuatu, bukan hanya satu tujuan atau pandangan, tapi membuka akal budi dan pengertian yang sebijak2nya dan seluas-luasnya. Dengan begitu kita tidak lekas2 marah dengan segala situasi yang sangat sensitif untuk dibahas.

    Alangkah Indahnya jika banyak orang2 seperti Kang Hasan, tidak hanya dari agama yang sama, tetapi juga agama lain baik itu minoritas maupun mayoritas.

  170. jamila Says:

    Komentar pak jafar lebih masuk akal menurut saya,,,,daripada isi artikelnya (bukan semua isi artikle salah,,masih ada sisi positif yang disampaikan pak hasan)

  171. Hasanudin Abdurakhman Says:

    Untuk semua pembaca dan pemberi komentar.
    Maaf, saya tidak bisa menjawab komentar satu persatu, karena terlalu banyak. Silakan kalau ada yang setuju dengan artikel saya. Juga silakan tidak setuju. Saya hanya mengatakan kata hati saya, tidak ada maksud lebih dari itu. Saya hanya mencoba jujur tentang apa yang saya rasakan dan fikirkan. Kalau Anda kebetulan seperasaan dengan saya, alhamdulillah. Kalau tidak pun alhamdulillah.
    Tentang apa yang saya tulis, saya yakin kita semua sudah punya sikap. Perdebatan tak akan berarti banyak pada perubahan sikap kita masing-masing. Renungan dan fikiranlah yang mungkin suatu saat akan mengubahnya. Jadi, tetaplah berfikir, dan berfikirlah dengan jernih.

    Hasan

  172. ade christy Says:

    buat saudara jafar :

    jujur saya sangat sedih dgn komentar anda, anda membaca artikel ini dari satu sudut pandang saja (kaum muslim saja) dan tidak dipandang dari sisi ke “minoritasan” orang lain.

    BUKAN MAKSUD HATI MEMPROVOKASI, TAPI MOHON KEBESARAN JIWANYA..

    1. mau sedikit mengoreksi dari komentar anda : “orang Kristiani lazimnya menggunakan gereja pada hari minggu atau hari2 besar saja, koreksi saya jika saya salah”

    (kegiatan ibadah kami tidak hanya dihari minggu saja dan pada hari2 besar saja gan, sebagai contoh kegiatan digereja ane ada kegiatan ibadah untuk kaum wanita pada hari selasa, hari kamis ada kegiatan pelatihan untuk guru2 sekolah minggu, jumat ada latihan untuk palayanan hari minggu dan sabtu ada kegiatan ibadah untuk pemuda dan remaja serta doa beston dan doa syafaat bersama)

    2. koreksi lagi “silent (and peaceful (: ) majority Islam di Indonesia sudah mejadi ter-toleran di dunia dengan memberikan hak beribadah dan mendirikan tempat ibadah, ( jangan naif, di Indonesia banyak kathedral atau gereja-gereja mewah)”

    saya selaku minoritas sangat SEDIH dengan komentra anda : “(jangan naif, di Indonesia banyak kathedral atau gereja-gereja mewah)”. jujur ajaran agama kami sama sekali tidak mengajarkan untuk “naif”. dari komentar anda : “majority Islam di Indonesia sudah mejadi ter-toleran di dunia dengan memberikan hak beribadah dan mendirikan tempat ibadah” , sangat menunjukan bahwa Indonesia hanya milik orang islam saja.
    Ingat kawan Indonesia bukan milik islam atau kristen atau katholik atau budha atau hindu atau konghucu. Tetapi Indonesia adalah islam, kristen, katholik, budha, hindu dan konghucu.

    ane yakin anda bisa mengomentari sperti hal diatas karena ane yakin anda tidak pernah mengalami rasanya menjadi minoritas, bagaimana susahnya membangun rumah ibadah bagi kami dan dulu ketika ane masih kuliah, kami para mahasiswa kristen tidak diberikan sarana untuk kami mengadakan persekutuan ibadah dihari jumat, bahkan terkadang kami memakai hamparan tanah kosong untuk melaksanakan kebaktian yang notabennya beralaskan tanah dan beratapkan langit. tetapi ane masih bersyukur bisa beribadah bersama.

    maaf sekali lgi saudara Jafar, bukan maksud manggurui atau apalah sebutnnya. tapi ane mohon kebesaran hatinya dalam membaca komen ane.

    GBU saudara Jafar^^

  173. -anul- Says:

    Saya suka komentar Saudara Jafar. Yuks Hidup Damai.

  174. Isa Anshori Says:

    cuman pingin tau/jika ada yang bisa menjawab, sebenarnya tinggi mana antara hukum kedudukan UUD 45 pasal 29 yaitu Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu dengan hukum administrasi negara soal pendirian tempat ibadah bagi umat beragama??

  175. van_borsa Says:

    Untuk saudara jafar.. Dari nama mu saja saya bs mengenal bahwa kamu sealiran dengan noordin m top dkk. Merasa paling benar jd merasa berhak untuk membunuh orang2 tdk bersalah.. Tuhan itu maha pengasih dan penyayang tp bgmn sejenis kamu bs membunuh sesama manusia atas nama Tuhan mu??? Ckckckkk…cckkk… Kalo aliran mu tidak suka dengan pluralisme dan perbedaan, silakan tinggal aja di hutan atw sekalian anda berbondong2 tinggalkan planet bumi ini… Dunia di ciptakan bukan untuk org2mu saja tp untuk semua manusia tnp memandang agama, suku maupun ras.. Cobalah kamu renungi apa yg ada dipikiran mu itu sudah benar atw tidak??? Dan saran saya kalo kamu berdoa mintalah tunjukan jalan yg benar bukan jalan yg lurus! Nyebut… Nyebut…

  176. sasaji Says:

    assalamualaikum,
    my bro and my sis..buat apa kalian ribut2 masalah agama..hentikan kekerasan dgn alasan agama..jgn membanding2kan agama satu dgn agama yg lain..semua sudah ada yg mengatur..mari bergandeng tangan…dmn2 tuh klo yg kecil pasti tertindas jgn munafiklah…jgn membuka luka2 lama spt di poso atau ambon…gw bangga tinggal di Indonesia yg kehidupannya beragam…Hentikan Perdebatan yg melibatkan agama pasti akan berakhir dengan kekerasan,saling ejek dsb.
    lo punya Tuhan gw juga punya Tuhan tp apakah Tuhan masing2 mengajarkan keburukan….hambanya aja yg sok pinter,sok menang sendiri,sok kuasa…mending bersyukur deh lo dikasih tinggal di indonesia yg kaya budaya,yg kaya keanekaragaman,yg kaya alamnya…sisingkan lengan agama masing2 utk Indonesia tercinta ini…Hari gini msh bicarain minioritas mayoritas…makin ketinggalan aja deh Indonesia deh gara2 kalian…ayo pemuda muslim,kristen,budha,hindu,konguchu,dan atheis bersatu untuk Indonesia…
    walaikum salam

  177. van_borsa Says:

    Untuk anshori, yah jelas UUD45, namanya jg undang undang dasar negara republik indonesia, jd UUD45 harus dipegang sbg dasar yg utama.

  178. Budiman Sudjatmiko Says:

    Assalamu’alaikum. Trimakasih atas artikelnya. Jd mshsw UGM di era Prof. Kusnadi? Berarti kita ada di periode yg sama.I miss him so much..Artikel anda menunjukkan sebuah empati.Hanya mrk yg bs merasakan berada pd posisi orang lain, yg bs menunjukkan empati serupa dgn anda. Selamat, anda sdh mengajarkan pd banyak orang utk miliki empati itu. Jg termasuk mengajarkan pd saya. Wassalamu’alaikum: Budiman Sudjatmiko

  179. Pengikut Kristus Says:

    Saya apresasi artikel ini. Memang benar kata kakek saya, “Di negara kita ini, ternyata mendirikan rumah ibadah lebih susah daripada mendirikan tempat maksiat.”
    Kami hanya ingin mengingatkan, kasus HKBP Ciketing hanyalah satu dari ribuan kasus serupa lain yang terjadi di republik milik orang dari aneka macam suku, ras, dan agama ini. Ini hanya secuil contoh diskriminasi dan ketidakadilan yang terjadi di republik yang kemerdekaannya didapat dari darah dan air mata orang-orang dengan segala macam suku, ras, dan agama.
    Kenapa agama bisa jadi pemicu kebencian? Kami lahir, besar, dan sama-sama membangun negeri ini dengan keringat dan air mata, sama dengan kalian yang seenaknya melarang kami beribadah, menyegel tempat ibadah kami, membunuh pemimpin umat kami.
    Lupakah kita, agama hanyalah candu dan ciptaan manusia? Lupakah kita, bukan agama yang Tuhan ingin ada? Yang Dia inginkan adalah kita, ciptaan-Nya, mengikuti ajaran-Nya yang penuh dengan kasih dan kemuliaan. Yang terpenting adalah tindakan kita pada sesama selama kita masih dipercaya hidup di dunia yang sangat sementara ini.
    Niat kami membangun gereja hanyalah berkumpul untuk mengucap syukur dan berdoa. Tidak tebersit sedikitpun kami ingin berbuat onar apalagi berbuat maksiat.
    Lagipula, siapa kita ini, manusia pembuat kejahatan, oknum-oknum sesat, dan apalah hak kita, sehingga kita merasa pantas menggantikan peran Tuhan di dunia untuk menghakimi orang lain? Terus aniaya saja kami, pukuli kami, tusuk perut kami, segel dan, kalau perlu, terus saja bakar gereja kami! Tetapi, pegang kata-kata kami ini: Tuhan kami, Allah Abraham, Ishak, dan Yakub, telah mengajari kami untuk terus mengampuni dan mengasihi mereka yang menganiaya kami. Sebab, bagi kami, “Hidup adalah untuk Kristus dan mati adalah keuntungan. Jikalau kami masih diberi hidup, itu adalah untuk memuliakan Tuhan dan mengasihi sesama, seburuk apapun perlakuan mereka.”
    Kami adalah anak roh dan keturunan Ishak, anak Abraham sebagai hasil kesetiannya memegang janji Tuhan. Kami bukan keturunan Ismail, anak hasil keraguan Abraham akan janji Tuhan lalu menuruti godaan sesat gundiknya.
    Kami ingin selalu ingat kata-kata terakhir Yesus Kristus, anak Allah yang terus kalian tolak itu, di atas kayu salib: “Ampunilah mereka, Bapa, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

    Mari bersatu! Itulah kunci yang membakar semangat para inisiator negara kebhinekaan ini untuk lantang mendeklarasikan kedaulatan bangsa ini 65 tahun silam. Tuhan memberkati Indonesia!

  180. annes Says:

    To Pak Hasan:
    Salam Kagama Pak Hasan, he…
    artikel yang bagus, karena berdasarkan pengalaman jadi tidak sekedar teori tanpa pernah merasakan/melakukan sehingga tidak tahu impactnya…
    Tapi sih kalo saya lihat dosen-dosen yang kuliah di luar negeri cara berpikirnya lebih terbuka, baik kristen maupun islam atau agama yang lain, karena di luar negeri dia pasti menjumpai orang-orang dengan latar belakang berbeda seperti ateis, yahudi atau yang kita anggap aneh.
    soalnya saya punya dosen yang katanya agamanya gak jelas tapi dia punya alasan sendiri.

  181. Spice girl Says:

    Setuju dengan pendapat Bp.John Delwinto , setiap warga negara apapun agamanya berhak mendapat kesempatan yang sama , baik itu dalam kehidupan bernegara maupun bermasyarakat.
    Semoga Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi…amien..

  182. Pengikut Kristus Says:

    Saya apresasi artikel ini dan saya sangat berterima kasih kepada Kang Hasan atas kesediannya menuangkan pikirannya yang menunjukkan kebesaran jiwanya. Sebagai umat Kristen, saya paling tergelitik membaca paragraf delapan, “”Mbak mengkhawatirkan kristenisasi?” tanya saya. Ia mengangguk.”
    Sejauh yang saya tahu, memang kekhawatiran itulah yang menjadi ketakutan terbesar hampir sebagian besar umat Muslim di negeri tercinta ini setiap mendengar pembangunan gereja di lokasi dekat tempat tinggalnya. Kenyataan inilah yang terus membuat saya tak habis pikir hingga detik ini. Dengan sudah lebih dari 90 persen umat Islam di negeri ini, apalagi sih yang kalian harapkan lagi? Membangun negara Islam? Menjadi negara Islam terbesar di dunia?
    Pertanyaan kedua, sepicik dan sedangkal itukah ajaran yang kalian pegang? Lagipula, jika memang benar ada kristenisasi, dalam hal ini banyak orang di sekitar lokasi gereja itu yang lantas memutuskan mengikut Kristus–bukan memeluk Kristen yang kategorinya agama itu–apa ruginya buat kalian? Apa dengan begitu hidup kalian akan tambah susah?
    Pun, kali ini sekali saja pikirkan dengan akal sehat, apa juga untungnya buat kami? Apa dengan begitu hidup kami akan jauh lebih mudah ketimbang kalian, hai umat penuh ketakutan?
    Bagi saya, berdasarkan pengalaman hidup yang saya kecap, orang yang takut akan kehadiran orang lain yang berpandangan berbeda adalah orang-orang kerdil yang dia sendiri ragu akan keyakinan yang dia percayai. Umat yang merasa terusik akan aktifitas peribadatan umat lain adalah pribadi-pribadi kerdil yang jangan-jangan mereka sendiri tidak yakin, apakah mereka sudah berada di jalan yang benar? Apakah iman yang mereka pegang sekarang, karena didapat sejak kecil dari ajaran orangtua, bisa memberi mereka keselamatan kekal?
    Entah kalian, bagi kami jelas, seperti ada di Alkitab (kalian sebut Bibel) 100 persen kami dapat kepastian, setelah mati kami akan masuk surga dan kembali ke rumah Bapa. Dongeng belaka? Bukan, karena kami sudah mengakui bahwa Yesus Kristus dari Nazaret adalah Tuhan yang turun ke dunia untuk menebus dosa-dosa manusia lewat mati di atas kayu salib.
    Bukan dongeng, karena kami sudah mengaku lewat lidah dan hati, hanya lewat imanlah seorang dibenarkan, bukan lewat kegiatan-kegiatan ritual pengorbanan, atau mencium tanah lima kali sehari ke arah Kabbah di Arab sana, negerinya orang-orang tamak, rakus, dan pemerkosa itu, yang isinya ternyata hanya batu. Entah itu batu jenis apa.
    Lalu iman kepada siapa? Kepada Bapa yang Esa dan anak Allah, Yesus yang kalian tolak dan ragukan hingga kini.
    Kembali ke fenomena susahnya mendirikan gereja di negeri ini, saya kembali teringat kata-kata ayah saya. Memang benar ungkapan keprihatinannya, “Di negara kita ini, ternyata mendirikan rumah ibadah lebih susah daripada mendirikan tempat maksiat.”
    Kami hanya ingin mengingatkan, kasus HKBP Ciketing hanyalah satu dari ribuan kasus serupa lain yang terjadi di republik milik orang dari aneka macam suku, ras, dan agama ini. Ini hanya secuil contoh diskriminasi dan ketidakadilan yang terjadi di republik yang kemerdekaannya didapat dari darah dan air mata orang-orang dengan segala macam suku, ras, dan agama.
    Kenapa agama bisa jadi pemicu kebencian? Kami lahir, besar, dan sama-sama membangun negeri ini dengan keringat dan air mata, sama dengan kalian yang seenaknya melarang kami beribadah, menyegel tempat ibadah kami, membunuh pemimpin umat kami.
    Lupakah kita, agama hanyalah candu dan ciptaan manusia? Lupakah kita, bukan agama yang Tuhan ingin ada? Yang Dia inginkan adalah kita, ciptaan-Nya, mengikuti ajaran-Nya yang penuh dengan kasih dan kemuliaan. Yang terpenting adalah tindakan kita pada sesama selama kita masih dipercaya hidup di dunia yang sangat sementara ini.
    Niat kami membangun gereja hanyalah berkumpul untuk mengucap syukur dan berdoa. Tidak tebersit sedikitpun kami ingin berbuat onar apalagi berbuat maksiat.
    Lagipula, siapa kita ini, manusia pembuat kejahatan, oknum-oknum sesat, dan apalah hak kita, sehingga kita merasa pantas menggantikan peran Tuhan di dunia untuk menghakimi orang lain?
    Terus aniaya saja kami, pukuli kami, tusuk perut kami, segel dan terus saja bakar gereja kami! Dan, kalau itu masih kurang, salib saja kami, seperti orang-orang tak beriman lakukan kepada Tuhan kami.
    Tetapi, pegang kata-kata kami ini: Tuhan kami, Allah Abraham, Ishak, dan Yakub, telah mengajari kami untuk terus mengampuni dan mengasihi mereka yang menganiaya kami. Sebab, bagi kami, “Hidup adalah untuk Kristus dan mati adalah keuntungan. Jikalau kami masih diberi hidup, itu adalah untuk memuliakan Tuhan dan mengasihi sesama, seburuk apapun perlakuan mereka.”
    Kami adalah anak roh dan keturunan Ishak, anak hasil kesetiaan Abraham memegang janji setia Tuhan. Kami bukan keturunan Ismail, anak hasil kedagingan dan keraguan Abraham akan janji Tuhan lalu menuruti godaan sesat gundiknya.
    Saudaraku sebangsa dan setanah air, pegang kata-kata kami ini: Seburuk apapun, sehina apapun, perlakuan kalian kepada kami, kami akan selalu mengikuti teladan Yesus Kristus, anak Allah yang terus kalian tolak itu, yang dengan tetap rendah hati mendoakan orang-orang yang menganiaya Dia. Kalian tahu apa isi doanya saat melepas nyawanya di atas kayu salib? “Ampunilah mereka, Bapa, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,” demikian Alkitab.

    Jika tulisan ini kalian anggap provokatif, mari kemukakan pikiran kalian di sini. Gunakan akal sehat, jangan debat kusir tanpa pengetahuan yang menjadi senjata para oknum sesat penusuk jemaat di luar sana.
    Inti tulisan ini adalah saya ingin kembali mengingatkan kita untuk terus bersatu dan bertoleran, saudara-saudaraku! Itulah kunci yang membakar semangat para inisiator negara kebhinekaan ini untuk lantang mendeklarasikan kedaulatan bangsa ini 65 tahun silam.

    Kami mengasihi kalian. Tuhan memberkati Indonesia!

  183. Ignatius Says:

    Tulisan yang bagus, mengingat saya juga hidup di negeri orang dan miris tentunya melihat laman internet yang isinya berita buruk dari Indonesia.

    Pola pikir seperti ini sebenarnya perlu ditanamkan dalam² di benak masyarakat kita, bahwa pluralisme itu lumrah dan kita harus SADAR bahwa kita hidup dalam salah satu negara yang paling memiliki keragaman budaya dan hal² lain.

    Ada suatu masalah terselubung lain yang sebenarnya. Jika kita mau menilik lebih jauh, intinya masyarakat kita butuh pendidikan yang layak (jika tidak mau dikatakan tinggi). Semakin tinggi pendidikan seseorang, saya rasa cara berpikir dan cara pandangnya akan berbeda dalam menyikapi suatu hal. Celakanya, hal ini seperti terkondisikan pemerintah yang kurang atau bahkan tidak memperhatikan hal ini. Bayangkanlah, apa bangsa kita bisa bersaing dengan bangsa lain di masa yang akan datang? Tahun 2010 masih sibuk berantem dengan bangsa sendiri. Ampun,deh.

    Na ja, capek rasanya berkoar tentang pemerintah lagi. Daripada makan ati, saya kembalikan semua ke individu masing².

    Semoga Indonesia bangkit!

  184. jamila Says:

    Saudara van_borsa ,,,saia yang netral bukan dari agama kalian bisa menganggap anda “GILA” dan punya waham sendiri…sejak kapan saudara jafar terdengar seperti nurdin m.top… Bahasa dia sangat sopan tau…tidak ada mengajak kedalam kekerasan…
    Anda yang seperti orang tak berpendidikan berkata…menghina agama dia… Jadi orang provokator seperti anda diragukan apakah punya agama atau tidak….sebaiknya anda berkaca saudara van_borsa
    Untuk saudara jafar yang sabar saja,,orang seperti itu hanya mengadudomba sifatnya

  185. Pengikut Kristus Says:

    Saya apresasi artikel ini dan saya sangat berterima kasih kepada Kang Hasan atas kesediannya menuangkan pikirannya yang menunjukkan kebesaran jiwanya. Sebagai umat Kristen, saya paling tergelitik membaca paragraf delapan, “”Mbak mengkhawatirkan kristenisasi?” tanya saya. Ia mengangguk.”
    Sejauh yang saya tahu, memang kekhawatiran itulah yang menjadi ketakutan terbesar hampir sebagian besar umat Muslim di negeri tercinta ini setiap mendengar pembangunan gereja di lokasi dekat tempat tinggalnya. Kenyataan inilah yang terus membuat saya tak habis pikir hingga detik ini. Dengan sudah lebih dari 90 persen umat Islam di negeri ini, apalagi sih yang kalian takutkan dan harapkan lagi? Menjadikan Indonesia negara Islam? Ataukah takut jika banyak penganut agama islam–agama penuh ketakutan–”menyeberang” ke iman lain dan meninggalkan kalian di neraka?
    Pertanyaan kedua, sepicik dan sedangkal itukah ajaran yang kalian pegang? Lagipula, jika memang benar ada kristenisasi, dalam hal ini banyak orang di sekitar lokasi gereja itu yang lantas memutuskan mengikut Kristus–bukan memeluk Kristen yang kategorinya agama itu–apa ruginya buat kalian? Apa dengan begitu hidup kalian akan tambah susah?
    Pun, kali ini sekali saja pikirkan dengan akal sehat, apa juga untungnya buat kami? Apa dengan begitu hidup kami akan jauh lebih mudah ketimbang kalian, hai umat penuh ketakutan?
    Bagi saya, berdasarkan pengalaman hidup yang saya kecap, orang yang takut akan kehadiran orang lain yang berpandangan berbeda adalah orang-orang kerdil yang dia sendiri ragu akan keyakinan yang dia percayai. Umat yang merasa terusik akan aktifitas peribadatan umat lain adalah pribadi-pribadi kerdil yang jangan-jangan mereka sendiri tidak yakin, apakah mereka sudah berada di jalan yang benar? Apakah iman yang mereka pegang sekarang, karena didapat sejak kecil dari ajaran orangtua, bisa memberi mereka keselamatan kekal?
    Entah kalian, bagi kami jelas, seperti ada di Alkitab (kalian sebut Bibel) 100 persen kami dapat kepastian, setelah mati kami akan masuk surga dan kembali ke rumah Bapa. Dongeng belaka? Bukan, karena kami sudah mengakui bahwa Yesus Kristus dari Nazaret adalah Tuhan yang turun ke dunia untuk menebus dosa-dosa manusia lewat mati di atas kayu salib.
    Bukan dongeng, karena kami sudah mengaku lewat lidah dan hati, hanya lewat imanlah seorang dibenarkan, bukan lewat kegiatan-kegiatan ritual seperti kalian yang mencium tanah lima kali sehari–karena takut masuk neraka?–ke arah Kabbah di Arab sana–negerinya orang-orang tamak, rakus, dan pemerkosa–yang isinya ternyata hanya batu. Entah apa khasiat batu itu sehingga sampai perlu disembah dan dicium ketika ibadah haji (koreksi saya jika salah).

    Kembali ke fenomena susahnya mendirikan gereja di negeri ini, saya kembali teringat kata-kata ayah saya. Memang benar ungkapan keprihatinannya, “Di negara kita ini, ternyata mendirikan rumah ibadah lebih susah daripada mendirikan tempat maksiat.”
    Kami hanya ingin mengingatkan, kasus HKBP Ciketing hanyalah satu dari ribuan kasus serupa lain yang terjadi di republik milik orang dari aneka macam suku, ras, dan agama ini. Ini hanya secuil contoh diskriminasi dan ketidakadilan yang terjadi di republik yang kemerdekaannya didapat dari darah dan air mata orang-orang dengan segala macam suku, ras, dan agama.
    Kenapa agama bisa jadi pemicu kebencian? Kami lahir, besar, dan sama-sama membangun negeri ini dengan keringat dan air mata, sama dengan kalian yang seenaknya melarang kami beribadah, menyegel tempat ibadah kami, membunuh pemimpin umat kami.
    Lupakah kita, agama hanyalah candu dan ciptaan manusia? Lupakah kita, bukan agama yang Tuhan ingin ada? Yang Dia inginkan adalah kita, ciptaan-Nya, mengikuti ajaran-Nya yang penuh dengan kasih dan kemuliaan. Yang terpenting adalah tindakan kita pada sesama selama kita masih dipercaya hidup di dunia yang sangat sementara ini.
    Niat kami membangun gereja hanyalah berkumpul untuk mengucap syukur dan berdoa. Tidak tebersit sedikitpun kami ingin berbuat onar apalagi berbuat maksiat.
    Lagipula, siapa kita ini, manusia pembuat kejahatan, oknum-oknum sesat, dan apalah hak kita, sehingga kita merasa pantas menggantikan peran Tuhan di dunia untuk menghakimi orang lain?
    Terus aniaya saja kami, pukuli kami, tusuk perut kami, segel dan terus saja bakar gereja kami! Dan, kalau itu masih kurang, salib saja kami, seperti orang-orang tak beriman lakukan kepada Tuhan kami.
    Tetapi, pegang kata-kata kami ini: Tuhan kami, Allah Abraham, Ishak, dan Yakub, telah mengajari kami untuk terus mengampuni dan mengasihi mereka yang menganiaya kami. Sebab, bagi kami, “Hidup adalah untuk Kristus dan mati adalah keuntungan. Jikalau kami masih diberi hidup, itu adalah untuk memuliakan Tuhan dan mengasihi sesama, seburuk apapun perlakuan mereka.”
    Kami adalah anak roh dan keturunan Ishak, anak hasil kesetiaan Abraham memegang janji setia Tuhan. Kami bukan keturunan Ismail, anak hasil kedagingan dan keraguan Abraham akan janji Tuhan lalu menuruti godaan sesat gundiknya.
    Saudaraku sebangsa dan setanah air, pegang kata-kata kami ini: Seburuk apapun, sehina apapun, perlakuan kalian kepada kami, kami akan selalu mengikuti teladan Yesus Kristus, anak Allah yang terus kalian tolak itu, yang dengan tetap rendah hati mendoakan orang-orang yang menganiaya Dia. Kalian tahu apa isi doanya saat melepas nyawanya di atas kayu salib? “Ampunilah mereka, Bapa, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,” demikian Alkitab.

    Jika tulisan ini kalian anggap provokatif, mari kemukakan pikiran kalian di sini. Gunakan akal sehat, jangan debat kusir tanpa pengetahuan yang menjadi senjata para oknum sesat penusuk jemaat di luar sana.
    Inti tulisan ini adalah saya ingin kembali mengingatkan kita untuk terus bersatu dan bertoleran, saudara-saudaraku! Itulah kunci yang membakar semangat para inisiator negara kebhinekaan ini untuk lantang mendeklarasikan kedaulatan bangsa ini 65 tahun silam.

    @Saudara Jafar: Pendapat Anda bagus, Anda menggunakan nalar ketika berpendapat. Tapi jangan hanya nalar, jangan lupa sertakan hati. :)

    Kami mengasihi kalian. Tuhan Yesus memberkati Indonesia!

  186. Pengikut Kristus Says:

    Saya apresasi artikel ini dan saya sangat berterima kasih kepada Kang Hasan atas kesediannya menuangkan pikirannya yang menunjukkan kebesaran jiwanya. Sebagai umat Kristen, saya paling tergelitik membaca paragraf delapan, “”Mbak mengkhawatirkan kristenisasi?” tanya saya. Ia mengangguk.”
    Sejauh yang saya tahu, memang kekhawatiran itulah yang menjadi ketakutan terbesar hampir sebagian besar umat Muslim di negeri tercinta ini setiap mendengar pembangunan gereja di lokasi dekat tempat tinggalnya. Kenyataan inilah yang terus membuat saya tak habis pikir hingga detik ini. Dengan sudah lebih dari 90 persen umat Islam di negeri ini, apalagi sih yang kalian takutkan dan harapkan lagi? Menjadikan Indonesia negara Islam? Ataukah takut jika banyak penganut agama islam–agama penuh ketakutan–”menyeberang” ke iman lain dan meninggalkan kalian di neraka?
    Pertanyaan kedua, sepicik dan sedangkal itukah ajaran yang kalian pegang? Lagipula, jika memang benar ada kristenisasi, dalam hal ini banyak orang di sekitar lokasi gereja itu yang lantas memutuskan mengikut Kristus–bukan memeluk Kristen yang kategorinya agama itu–apa ruginya buat kalian? Apa dengan begitu hidup kalian akan tambah susah?
    Pun, kali ini sekali saja pikirkan dengan akal sehat, apa juga untungnya buat kami? Apa dengan begitu hidup kami akan jauh lebih mudah ketimbang kalian, hai umat penuh ketakutan?
    Bagi saya, berdasarkan pengalaman hidup yang saya kecap, orang yang takut akan kehadiran orang lain yang berpandangan berbeda adalah orang-orang kerdil yang dia sendiri ragu akan keyakinan yang dia percayai. Umat yang merasa terusik akan aktifitas peribadatan umat lain adalah pribadi-pribadi kerdil yang jangan-jangan mereka sendiri tidak yakin, apakah mereka sudah berada di jalan yang benar? Apakah iman yang mereka pegang sekarang, karena didapat sejak kecil dari ajaran orangtua, bisa memberi mereka keselamatan kekal?
    Entah kalian, bagi kami jelas, seperti ada di Alkitab (kalian sebut Bibel) 100 persen kami dapat kepastian, setelah mati kami akan masuk surga dan kembali ke rumah Bapa. Dongeng belaka? Bukan, karena kami sudah mengakui bahwa Yesus Kristus dari Nazaret adalah Tuhan yang turun ke dunia untuk menebus dosa-dosa manusia lewat mati di atas kayu salib.
    Bukan dongeng, karena kami sudah mengaku lewat lidah dan hati, hanya lewat imanlah seorang dibenarkan, bukan lewat kegiatan-kegiatan ritual seperti kalian yang mencium tanah lima kali sehari–karena takut masuk neraka?–ke arah Kabbah di Arab sana–negerinya orang-orang tamak, rakus, dan pemerkosa–yang isinya ternyata hanya batu. Entah apa khasiat batu itu sehingga sampai perlu disembah dan dicium ketika ibadah haji (koreksi saya jika salah).
    Kembali ke fenomena susahnya mendirikan gereja di negeri ini, saya kembali teringat kata-kata ayah saya. Memang benar ungkapan keprihatinannya, “Di negara kita ini, ternyata mendirikan rumah ibadah lebih susah daripada mendirikan tempat maksiat.”
    Kami hanya ingin mengingatkan, kasus HKBP Ciketing hanyalah satu dari ribuan kasus serupa lain yang terjadi di republik milik orang dari aneka macam suku, ras, dan agama ini. Ini hanya secuil contoh diskriminasi dan ketidakadilan yang terjadi di republik yang kemerdekaannya didapat dari darah dan air mata orang-orang dengan segala macam suku, ras, dan agama.
    Kenapa agama bisa jadi pemicu kebencian? Kami lahir, besar, dan sama-sama membangun negeri ini dengan keringat dan air mata, sama dengan kalian yang seenaknya melarang kami beribadah, menyegel tempat ibadah kami, membunuh pemimpin umat kami.
    Lupakah kita, agama hanyalah candu dan ciptaan manusia? Lupakah kita, bukan agama yang Tuhan ingin ada? Yang Dia inginkan adalah kita, ciptaan-Nya, mengikuti ajaran-Nya yang penuh dengan kasih dan kemuliaan. Yang terpenting adalah tindakan kita pada sesama selama kita masih dipercaya hidup di dunia yang sangat sementara ini.
    Niat kami membangun gereja hanyalah berkumpul untuk mengucap syukur dan berdoa. Tidak tebersit sedikitpun kami ingin berbuat onar apalagi berbuat maksiat.
    Lagipula, siapa kita ini, manusia pembuat kejahatan, oknum-oknum sesat, dan apalah hak kita, sehingga kita merasa pantas menggantikan peran Tuhan di dunia untuk menghakimi orang lain?
    Terus aniaya saja kami, pukuli kami, tusuk perut kami, segel dan terus saja bakar gereja kami! Dan, kalau itu masih kurang, salib saja kami, seperti orang-orang tak beriman lakukan kepada Tuhan kami.
    Tetapi, pegang kata-kata kami ini: Tuhan kami, Allah Abraham, Ishak, dan Yakub, telah mengajari kami untuk terus mengampuni dan mengasihi mereka yang menganiaya kami. Sebab, bagi kami, “Hidup adalah untuk Kristus dan mati adalah keuntungan. Jikalau kami masih diberi hidup, itu adalah untuk memuliakan Tuhan dan mengasihi sesama, seburuk apapun perlakuan mereka.”
    Kami adalah anak roh dan keturunan Ishak, anak hasil kesetiaan Abraham memegang janji setia Tuhan. Kami bukan keturunan Ismail, anak hasil kedagingan dan keraguan Abraham akan janji Tuhan lalu menuruti godaan sesat gundiknya.
    Saudaraku sebangsa dan setanah air, pegang kata-kata kami ini: Seburuk apapun, sehina apapun, perlakuan kalian kepada kami, kami akan selalu mengikuti teladan Yesus Kristus, anak Allah yang terus kalian tolak itu, yang dengan tetap rendah hati mendoakan orang-orang yang menganiaya Dia. Kalian tahu apa isi doanya saat melepas nyawanya di atas kayu salib? “Ampunilah mereka, Bapa, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,” demikian Alkitab.
    Jika tulisan ini kalian anggap provokatif, mari kemukakan pikiran kalian di sini. Gunakan akal sehat, jangan debat kusir tanpa pengetahuan yang menjadi senjata para oknum sesat penusuk jemaat di luar sana.
    Inti tulisan ini adalah saya ingin kembali mengingatkan kita untuk terus bersatu dan bertoleran, saudara-saudaraku! Itulah kunci yang membakar semangat para inisiator negara kebhinekaan ini untuk lantang mendeklarasikan kedaulatan bangsa ini 65 tahun silam.
    @Saudara Jafar: Pendapat Anda bagus, Anda menggunakan nalar ketika berpendapat. Tapi jangan hanya nalar, jangan lupa sertakan hati. :)
    Kami mengasihi kalian. Tuhan Yesus memberkati Indonesia!

  187. Pengikut Kristus Says:

    Saya apresasi artikel ini dan saya sangat berterima kasih kepada Kang Hasan atas kesediannya menuangkan pikirannya yang menunjukkan kebesaran jiwanya. Sebagai umat Kristen, saya paling tergelitik membaca paragraf delapan, “”Mbak mengkhawatirkan kristenisasi?” tanya saya. Ia mengangguk.”
    Sejauh yang saya tahu, memang kekhawatiran itulah yang menjadi ketakutan terbesar hampir sebagian besar umat Muslim di negeri tercinta ini setiap mendengar pembangunan gereja di lokasi dekat tempat tinggalnya. Kenyataan inilah yang terus membuat saya tak habis pikir hingga detik ini. Dengan sudah lebih dari 90 persen umat Islam di negeri ini, apalagi sih yang kalian takutkan dan harapkan lagi? Menjadikan Indonesia negara Islam? Ataukah takut jika banyak penganut agama islam–agama penuh ketakutan–”menyeberang” ke iman lain dan meninggalkan kalian di neraka?
    Pertanyaan kedua, sepicik dan sedangkal itukah ajaran yang kalian pegang? Lagipula, jika memang benar ada kristenisasi, dalam hal ini banyak orang di sekitar lokasi gereja itu yang lantas memutuskan mengikut Kristus–bukan memeluk Kristen yang kategorinya agama itu–apa ruginya buat kalian? Apa dengan begitu hidup kalian akan tambah susah?
    Pun, kali ini sekali saja pikirkan dengan akal sehat, apa juga untungnya buat kami? Apa dengan begitu hidup kami akan jauh lebih mudah ketimbang kalian, hai umat penuh ketakutan?

  188. Pengikut Kristus Says:

    Bagi saya, berdasarkan pengalaman hidup yang saya kecap, orang yang takut akan kehadiran orang lain yang berpandangan berbeda adalah orang-orang kerdil yang dia sendiri ragu akan keyakinan yang dia percayai. Umat yang merasa terusik akan aktifitas peribadatan umat lain adalah pribadi-pribadi kerdil yang jangan-jangan mereka sendiri tidak yakin, apakah mereka sudah berada di jalan yang benar? Apakah iman yang mereka pegang sekarang, karena didapat sejak kecil dari ajaran orangtua, bisa memberi mereka keselamatan kekal?
    Entah kalian, bagi kami jelas, seperti ada di Alkitab (kalian sebut Bibel) 100 persen kami dapat kepastian, setelah mati kami akan masuk surga dan kembali ke rumah Bapa. Dongeng belaka? Bukan, karena kami sudah mengakui bahwa Yesus Kristus dari Nazaret adalah Tuhan yang turun ke dunia untuk menebus dosa-dosa manusia lewat mati di atas kayu salib.
    Bukan dongeng, karena kami sudah mengaku lewat lidah dan hati, hanya lewat imanlah seorang dibenarkan, bukan lewat kegiatan-kegiatan ritual seperti kalian yang mencium tanah lima kali sehari–karena takut masuk neraka?–ke arah Kabbah di Arab sana–negerinya orang-orang tamak, rakus, dan pemerkosa–yang isinya ternyata hanya batu. Entah apa khasiat batu itu sehingga sampai perlu disembah dan dicium ketika ibadah haji (koreksi saya jika salah).
    Kembali ke fenomena susahnya mendirikan gereja di negeri ini, saya kembali teringat kata-kata ayah saya. Memang benar ungkapan keprihatinannya, “Di negara kita ini, ternyata mendirikan rumah ibadah lebih susah daripada mendirikan tempat maksiat.”

  189. Pengikut Kristus Says:

    Kami hanya ingin mengingatkan, kasus HKBP Ciketing hanyalah satu dari ribuan kasus serupa lain yang terjadi di republik milik orang dari aneka macam suku, ras, dan agama ini. Ini hanya secuil contoh diskriminasi dan ketidakadilan yang terjadi di republik yang kemerdekaannya didapat dari darah dan air mata orang-orang dengan segala macam suku, ras, dan agama.
    Kenapa agama bisa jadi pemicu kebencian? Kami lahir, besar, dan sama-sama membangun negeri ini dengan keringat dan air mata, sama dengan kalian yang seenaknya melarang kami beribadah, menyegel tempat ibadah kami, membunuh pemimpin umat kami.
    Lupakah kita, agama hanyalah candu dan ciptaan manusia? Lupakah kita, bukan agama yang Tuhan ingin ada? Yang Dia inginkan adalah kita, ciptaan-Nya, mengikuti ajaran-Nya yang penuh dengan kasih dan kemuliaan. Yang terpenting adalah tindakan kita pada sesama selama kita masih dipercaya hidup di dunia yang sangat sementara ini.
    Niat kami membangun gereja hanyalah berkumpul untuk mengucap syukur dan berdoa. Tidak tebersit sedikitpun kami ingin berbuat onar apalagi berbuat maksiat.
    Lagipula, siapa kita ini, manusia pembuat kejahatan, oknum-oknum sesat, dan apalah hak kita, sehingga kita merasa pantas menggantikan peran Tuhan di dunia untuk menghakimi orang lain?
    Terus aniaya saja kami, pukuli kami, tusuk perut kami, segel dan terus saja bakar gereja kami! Dan, kalau itu masih kurang, salib saja kami, seperti orang-orang tak beriman lakukan kepada Tuhan kami.
    Tetapi, pegang kata-kata kami ini: Tuhan kami, Allah Abraham, Ishak, dan Yakub, telah mengajari kami untuk terus mengampuni dan mengasihi mereka yang menganiaya kami. Sebab, bagi kami, “Hidup adalah untuk Kristus dan mati adalah keuntungan. Jikalau kami masih diberi hidup, itu adalah untuk memuliakan Tuhan dan mengasihi sesama, seburuk apapun perlakuan mereka.”
    Kami adalah anak roh dan keturunan Ishak, anak hasil kesetiaan Abraham memegang janji setia Tuhan. Kami bukan keturunan Ismail, anak hasil kedagingan dan keraguan Abraham akan janji Tuhan lalu menuruti godaan sesat gundiknya.
    Saudaraku sebangsa dan setanah air, pegang kata-kata kami ini: Seburuk apapun, sehina apapun, perlakuan kalian kepada kami, kami akan selalu mengikuti teladan Yesus Kristus, anak Allah yang terus kalian tolak itu, yang dengan tetap rendah hati mendoakan orang-orang yang menganiaya Dia. Kalian tahu apa isi doanya saat melepas nyawanya di atas kayu salib? “Ampunilah mereka, Bapa, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,” demikian Alkitab.

  190. Pengikut Kristus Says:

    Kami hanya ingin mengingatkan, kasus HKBP Ciketing hanyalah satu dari ribuan kasus serupa lain yang terjadi di republik milik orang dari aneka macam suku, ras, dan agama ini. Ini hanya secuil contoh diskriminasi dan ketidakadilan yang terjadi di republik yang kemerdekaannya didapat dari darah dan air mata orang-orang dengan segala macam suku, ras, dan agama.
    Kenapa agama bisa jadi pemicu kebencian? Kami lahir, besar, dan sama-sama membangun negeri ini dengan keringat dan air mata, sama dengan kalian yang seenaknya melarang kami beribadah, menyegel tempat ibadah kami, membunuh pemimpin umat kami.
    Lupakah kita, agama hanyalah candu dan ciptaan manusia? Lupakah kita, bukan agama yang Tuhan ingin ada? Yang Dia inginkan adalah kita, ciptaan-Nya, mengikuti ajaran-Nya yang penuh dengan kasih dan kemuliaan. Yang terpenting adalah tindakan kita pada sesama selama kita masih dipercaya hidup di dunia yang sangat sementara ini.
    Niat kami membangun gereja hanyalah berkumpul untuk mengucap syukur dan berdoa. Tidak tebersit sedikitpun kami ingin berbuat onar apalagi berbuat maksiat.
    Lagipula, siapa kita ini, manusia pembuat kejahatan, oknum-oknum sesat, dan apalah hak kita, sehingga kita merasa pantas menggantikan peran Tuhan di dunia untuk menghakimi orang lain?
    Terus aniaya saja kami, pukuli kami, tusuk perut kami, segel dan terus saja bakar gereja kami! Dan, kalau itu masih kurang, salib saja kami, seperti orang-orang tak beriman lakukan kepada Tuhan kami.
    Tetapi, pegang kata-kata kami ini: Tuhan kami, Allah Abraham, Ishak, dan Yakub, telah mengajari kami untuk terus mengampuni dan mengasihi mereka yang menganiaya kami. Sebab, bagi kami, “Hidup adalah untuk Kristus dan mati adalah keuntungan. Jikalau kami masih diberi hidup, itu adalah untuk memuliakan Tuhan dan mengasihi sesama, seburuk apapun perlakuan mereka.”

  191. Dastan Says:

    Halo Kang Hasan, saya izin mengomentari tulisan Kang Jafar di atas. Halo Kang Jafar. Sepertinya saya juga tidak akan bermanis-manis seperti para komentator di atas.

    1. http://berbual.com , sejak pertama masuk ke halaman ini, pembaca Indonesia yg “logical” akan langsung men-set pikiran bahwa isi dari halaman ini adalah bualan. maaf jika saya berlebihan.

    Maaf,jika saya merasa Anda memang berlebihan. Pertama bagaimana menilai logical thinking seseorang hanya dari persepsinya dalam membaca sebuah judul? Saya pribadi ketika membaca judul ini tidak serta merta berpikir bahwa isinya hanya “bualan” semata. Apakah dapat disimpulkan saya termasuk orang yang tidak logis?

    2. “Mesjid Yes, Gereja No Way”, judul tulisan yg mengelabui pembaca terutama pembaca non-Muslim, disini berarti pembaca non-Muslim diharapkan meng-amin-i judul tulisan ini.
    disisi lain, jika yg membaca seorang Muslim maka “iklan” yg sangat jitu untuk menarik perhatian. mengangkat minat membaca, dan meng-amin-i isi tulisan.

    CMIIW, kalau tidak gara-gara kata-kata ini belum tentu saya dan Anda mau membaca tulisan ini dan bahkan memberikan komentar.

    3. anda tinggal di jepang atas pilihan anda sendiri kan? anda memilih keputusan itu tentu anda sudah “kenal” konsekuensinya tinggal di negara dgn sistem non-Muslim. Jika saja anda meneladani Rasullullah (Sallallahu Alaihi Wasalam) saat tinggal di negeri dengan system non-Islami (Quraysi, Mekkah), Baginda Rasul (S.A.W) diperintahkan “hijrah” oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan beliau pun hijrah ke Madinah.”

    “saya sungguh kecewa orang “sekaliber” anda bisa membandingkan suasana Madinah dijaman Rasullullah (S.A.W) 1400 tahun yg lalu dengan suasana universitas/kampus di tanah air, di hari sekarang.”

    Saya juga kecewa Anda bisa membandingkan suasana yang dialami Kang Hasan dengan suasana ribuan tahun yang lalu (bukan hanya di Madinah). Jika beliau harus ke luar negeri untuk bersekolah, bekerja karena tugas dari universitas atau negara mungkin? Bagaimana ternyata hal itu bukan atas pilihan beliau pribadi? Bagaimana jika ternyata ilmu yang tersedia di negara kita (saat ini) belum cukup untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik? Apakah kita tidak boleh menuntut ilmu di negeri orang dengan tujuan membangun Indonesia dan, tidak usah munafik, untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga dengan lebih baik?

    4. sebagai perbandingan pluralitas, ibadah seorang Muslim dan ibadahnya Kristiani itu jauh berbeda, ” dan tidak menyembah Tuhan yg sama “.

    orang Kristiani lazimnya menggunakan gereja pada hari minggu atau hari2 besar saja, koreksi saya jika saya salah :) ,

    Saya koreksi, gereja tidak hanya digunakan pada hari minggu saja dan tidak hanya untuk beribadah pada hari minggu. Gereja juga memiliki acara-acara di luar hari minggu baik itu yang berkaitan langsung dengan kegiatan gereja maupun kegiatan sosial lain. Gereja juga memiliki kantor bagi para pengurus gereja yang digunakan setiap hari serta fasilitas layanan masyarakat seperti pelayanan kesehatan, perpustakaan,dll yang bisa dinikmati semua orang tanpa terkecuali.

    5. proporsi keadilan adalah menempatkan sesuatu sesuai “kadar” nya dan pada “tempatnya”, dan pertanyaan anda ( “… Adilkah kita ini? Tidakkah kita ini berlebihan? …”) bagaimana “proporsi” keadilan menurut anda? apakah harus disamakan, disetiap tempat harus diadakan tempat-tempat kebaktian kecil bagi mahasiswa Kristen, atau ruangan2 kecil (sperti mushola) untuk “pengakuan dosa” disetiap pompa bensin atau tempat2 umum?

    Itu yang saya tanyakan kembali kepada Anda mengenai proporsi keadlian yang katanya juga ada di sila ke-5 Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jika kita ingin membandingkan jumlah tempat ibadah milik semua Agama yang diakui di Indonesia dengan jumlah penganut agama tersebut apakah sudah cukup adil? Silahkan Anda hitung sendiri.

    6. “silent (and peaceful (: ) majority Islam di Indonesia sudah mejadi ter-toleran di dunia dengan memberikan hak beribadah dan mendirikan tempat ibadah, ( jangan naif, di Indonesia banyak kathedral atau gereja-gereja mewah)”

    Tolong digarisbawahi kata “banyak” dan “mewah”. Ini memberikan impresi kepada saya bahwa hak (untuk beribadah) itu secara eksklusif hanya milik golongan tertentu dan (sudah untung) “diberikan” ke golongan lain dengan alasan-alasan tertentu. kata “mewah” juga offensif menurut saya. Bagaimana tidak “mewah” jika misalnya umat Kristen hanya punya beberapa tempat ibadah sementar jemaatnya banyak. Pastilah mereka akan menggunakan semua sumber daya yang mereka miliki untuk membangun tempat ibdah yang paling nyaman bagi mereka. Selain itu bagaimana kita mengukur kadar “kemewahan” suatu tempat ibadah?

    Cuma sekadar pandangan dari saya. Salam:)

  192. irwin BP Lumbantoruan Says:

    Aku tak komentar byklah..
    Tulisan abanganda Hasan ini paten kali.
    Trus aku dr kecil Bapakku itu slalu blg gini,
    “Samanya Tuhan org Kristen & Islam.”
    krn sama2 yg menciptakan langit & bumi
    “Langit & bumi kita kan sama..!!!”
    Gitulah katanya dari sejak awak kecil.
    Maka, DAME-DAME lah kita smua akh..

  193. Waldo Says:

    i love this article..
    Seandainya semua orang islam di indonesia memiliki pmikiran yang terbuka seperti anda.
    saya tau dengan kenyataan yang terdapat di indonesia ini bahwa orang-orang islam yang berintelektual tinggi cenderung lebih dapat melihat suatu perbedaan itu untuk mengukur tingkat toleransi kita kepada sesama umat.
    Mereka jauh lebih tidak di butakan oleh segala doktrin agama (yang sudah di beri oleh orang tua ataupun ulama ataupun guru agama)
    jayalah indonesia!!
    meskipun berbeda-beda tetapi kita tetap 1 jua!!!

  194. ir1 Says:

    Kang, Bagus sekali tulisannya.. Saya Ijin share ya.. nuwun

  195. El Bram Apriyanto Says:

    Saya sungguh bangga melihat sebuah fakta bahwa di Indonesia masih ada Islam sejati seperti pembuat tulisan hebat ini. Saya sundduh merindukan lahir lebih banyak lagi orang-orang hebat seperti beliau. Yang mengerti bahwa agama tidak boleh jadi alasan untuk perpecahan.

  196. I Love ALLAH Says:

    Menurut saya
    keegoisan adalah salah satu sifat yang sangat melekat pada manusia. Umat islam bukannya takut akan banyaknya bangunan-bangunan agama lain yang didirikan didekat Mesjid..
    Kami hanya ingin kita saling menghargai dan menghormati agama dan tata cara peribadatan masing-masing agama tanpa mengganggu dan mempengaruhi agama lain..

    Agama-ku,Agama-ku
    Agama-mu,Agama-mu

  197. Teratai Biru Says:

    Saya mendapatkan tautan ini dari teman di FB. Terima kasih sudah berbagi pengalaman yang mencerahkan! Saya akan bagi-teruskan kepada teman-teman.

    Indonesia memerlukan lebih banyak Kang Hasan, sehingga semboyan bhinneka tunggal ika bisa sungguh terwujud, di hadapan kenyataan kemajemukan Indonesia.

    Kata satu teman saya, yang tahu yang benar dan salah hanya dan hanya DIA; yang berhak menghakimi sesuatu benar atau salah hanyalah DIA; dan tidak ada panggilan lain bagi manusia selain hidup damai dalam keberbedaan..

    Salam,
    TB

  198. Qpeduli Says:

    Ingat:lakum dinukum waliyadin.
    Q percaya tak ada konflik antar agama, yg ada adalah konflik umat beragama,
    dimana seseorang itu hidup dilingkungan yg kurang mengajarkan toleransi, lingkungan yg hanya mengajarkan kebencian terhadap hal-hal tertentu,, pendidikan yg kurang, dan cara memahami agama yg kurang, pemikiran yg sempit, serta kaku.. sehingga terjadi konflik!
    Karena Q percaya masing-masing agama pasti mengajarkan kebaikan dan tak pernah mengajarkan untuk saling membenci siapapun.

  199. Numan Says:

    Two tumbs up untuk penulis dan tulisan ini.

  200. ade christy Says:

    @pengikut Kristus :

    Mohon maaf sebelumnya.. :) sebagai pengikut Kristus yang sejati, seharusnya tulisan komentator anda jgn terlalu provokatif kawan, saya juga pengikut Kristus tetapi saya mohon dgn sangat berbesar hatilah dan tunjukan bahwa kita ini garam dan terang dunia. dan terus mendoakan mereka yg menganiaya kita. Jujur saya juga gak suka dgn kasus di HKBP Ciketing, tapi ayolah tunjukan bahwa kita PENGIKUT KRISTUS YANG SEJATI.

    Jangan mendebatkan soal keagamaan, karena sejatinya agama tidak berasal dari Tuhan. Tuhan hanya mengajarkan 2 Hukum Terutama : “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan jiwamu serta kasihanilah sesamamu manusia seperti kamu menyayangi diri sendiri.” saya tidak mengatakan bahwa agama salah, tetapi marilah kita menjalankan kegiatan agama kita masing2 secara rukun dan damai tanpa menjelekan satu sama lain.

    dan kalo ada sekelompok orang/ orang yang menjelekan agama orang lain saya yakin dia tidak menjalankan agama dengan baik, karena ia tidak mematuhi 2 Hukum terutama yang Tuhan ajarkan. dan saya yakin tidak ada agama manapun yang mengajarkan kejelekan, kekerasan dan kemunafikan di jagat raya ini (kecuali aliran sesat).

    Kawan2, dari pada ribut mendingan kita sama2 saling berlomba dalam berbuat kebaikan, sebagai contoh : memerangi kemiskinan, kebodohan dan korupsi.

    *sekali lagi maaf dan semoga komen saya tidak menyinggung :)

    dan buat kawan2 yang komen lainnya marilah kita KOREKSI DIRI dulu dan minta ampun kpd Tuhan, apakah kita sudah menjalankan ibadah kita masing2 dgn baik. jujur saya merasa masih belum sempurna dalam menjalankan ibadah saya.
    jgn mengurusi ibadah orang lain ya kawan2, karena ibadah itu urusan manusia dgn Tuhannya bukan manusia dgn manusia.

    GBU :)

  201. van_borsa Says:

    Untuk Jamila, heheheh…. Biasanya kalo org merasa spt yg dibilang psti tersinggung, jd wajar saja kalo anda terrsinggung.. Bagi saya lebih baik tidak beragama drpd menjadi salah 1 dr pengikut yg senang menciptakan teror.. Org yg tidak beragamapun msh bs menunjukan kasih thdp sesama, sementara sejenis…???(Sebut saja umar patek, noordin, baasyir,imam samudra smpe ke osama bin laden…) Saya dsini menyamakan jafar krn dia punya ideologi tdk beda dgn noordin yaitu anti pluralisme dan anti perbedaan.. (Baca di artikelnya bagian akhir).. Tulisan nya mmg dgn kata2 halus tp dibagian akhir sangat mengandung racun/maut.. Skr saya tanya, apakah para terorisme senang dgn perbedaan/pluralisme?? Jawabannya pasti TIDAK.. Skali lg mf, sy tidak menyinggung agama manapun tp saya tidak suka orang munafik, yg ekstrim dan yg buta hati nuraninya..

  202. van_borsa Says:

    Untuk Jamila, heheheh…. Biasanya kalo org merasa spt yg dibilang psti tersinggung, jd wajar saja kalo anda terrsinggung.. Bagi saya lebih baik tidak beragama drpd menjadi salah 1 dr org yg senang menciptakan teror.. Org yg tidak beragamapun msh bs menunjukan kasih thdp sesama, sementara sejenis…???(Sebut saja umar patek, noordin, baasyir,imam samudra smpe ke osama bin laden…) Saya dsini menyamakan jafar krn dia punya ideologi tdk beda dgn noordin yaitu anti pluralisme dan anti perbedaan.. (Baca di artikelnya bagian akhir).. Tulisan nya mmg dgn kata2 halus tp dibagian akhir sangat mengandung racun/maut.. Skr saya tanya, apakah para terorisme senang dgn perbedaan/pluralisme agama??? Jawabannya pasti TIDAK.. Skali lg mf, sy tidak menyinggung agama manapun tp saya tidak suka orang munafik, yg ekstrim dan yg buta hati nuraninya.. Hati2 dlm tulisan saudara jafar, diakhir tertulis bahwa: umat islam indonesia sepakat bahwa pluralisme agama, liberalisme dan sekularisme adalah ”HARAM“ berarti saudara jafar sm saja membuat kesimpulan kalo agama yg berbeda dgn agamanya jafar (hindu, budha, kristen, dan katolik) adalah HARAM.. Ckckkk….ckkckkk… Susah sih kalo merasa paling bener dan pnya ideologi tertutup… Sekali lg ke laut aje… Hehehehe… PEACE BO….

  203. Pengikut Kristis Says:

    @ade christy: Terima kasih, saudaraku, telah mengingatkan. Saya bukan provokatif. Saya ingin mengajak umat penyegel gereja ini untuk berdebat secara intelektual.

    Saya hanya ingin mengetahui, apa sih sebenarnya di balik penolakan gereja-gereja itu?

    Assalamu’alaykum Bung Jafar, Bung Fauzi, mari kita berdiskusi. Terutama Bung Jafar, akan saya ingat ucapan Anda ini:
    =========================================
    “ingat, Ummat Islam Indonesia telah sepakat bahwa pluralisme agama, liberalisme,sekularisme itu HARAM, atas fatwa ulama di Indonesia, bukan di Jepang :)
    =========================================
    Ooops… atau jangan-jangan kalian sudah “pulang” menyusul nabi kalian ke neraka?

    Tuhan memberkati!

  204. Fransiskus Says:

    Indahnya hidup penuh kedamaian dan kasih sayang…bayangkan kalo Anda2 semua hidup dalam permusuhan dan perselisihan…bayangkan anak2 kita harus tonjok2an dengan teman nya yang berbeda agama…kalo di negara ini sampai terjadi hal ini…saya lebih baik mencari negara lain untuk ditempati…

  205. van_borsa Says:

    Saya mnt mf kalo komen saya menyakiti hati anda.. Tetapi komen saya tidak tertuju untuk agama tertentu, sekali lg tidak.. tp tolong lah qta kembali lagi dan jaga UUD45&kemurnian Pancasila. Hargai dan hormati setiap perbedaan yg ada, hidup berdampingan dgn dgn damai sejahtera.. Saya yakin Islam mengajarkan perdamaian, Kristen mengajarkan cinta kasih, Budha&hindu mengajarkan kebaikan. Setiap agama mengajarkan keharmonisan hubungan manusia dgn Tuhan maupun sesamanya.. Ciptakan kedamaian demi kesatuan dan persatuan NKRI.. Oiya saya mau ucapkan minal aidzin walfaidin mohon maaf lahir dan bathin bwt forum ini, kalo ada salah2 kata mohon dimaafkan… Ingat pesan pahlawan qta NKRI harga mati..

  206. ary Says:

    bang hasan terimakasih. saya kaum minoritas dengan ratusan teman kaum minoritas. banyak diantara mereka yang menghargai saya. walaupun tidak sedikit yang tidak.pertanyaan utama saya saat ini adalah “APAKAH KITA AKAN TETAP BERMUSUHAN BILA KITA DILAHIRKAN TANPA MENGANUT SATU AGAMAPUN? ATAU JANGAN2 KITA AKAN BERMUSUHAN DENGAN ALASAN KULIT KITA YANG BERWARNA? ATAU MUNGKINKAH KITA AKAN SALING MEMBUNUH HANYA KARENA PERBEDAAN RAMBUT DIKEPALA KITA?” PESAN SINGKAT SAYA ADALAH KITA SUDAH MENEMPATKAN AGAMA DITEMPAT YANG SALAH… MAKASIH

  207. van_borsa Says:

    Mohon maaf kalo komen saya menyakiti hati saudara jafar/jamila.. Komen saya jg tidak bemaksud menghina/menyalahkan agama manapun.. Saya yakin Islam mengajarkan perdamaian, Kristen/Katolik mengajarkan cinta kasih, Budha&Hindu mengajarkan kebaikan.. Dan semua agama mengajarkan keharmonisan hubungan antara manusia dgn Tuhan maupun dgn sesama manusia. Yg saya himbau mari qta kembali ke UUD45 dan kemurnian Pancasila yg ud diperjuangkan oleh para pahlawan qta.. Hargai dan hormati perbedaan, yg Mayoritas lindungi yg minoritas, dan yg minoritas hargai yg mayoritas.. Qta sm2 berjalan dlm kedamaian.. Kalo ada kata2 saya yg salah, saya mohon maaf dan ini ga ditujukan untuk agama tertentu. Oiya Minal aidzin walfaidin mohon maaf lahir bathin dan slmt idul fitri untuk semua umat islam di dunia.. :)

  208. peace4uall Says:

    Tulisan yang bagus…menurut saya,semua agama pasti mengajarkan akan kebaikan dan tidak mengajarkan kebencian…seandainya saja ada orang yang merasa benci akan agama orang lain,itu adalah sifat pribadi orang nya saja dan tidak mendalami agama yang di anutnya..seandainya saja ada oknum yang jahat,janganlah di kait-kaitkan dengan agama yang di anut nya…setiap manusia tidaklah sempurna…perbedaan di setiap celah pasti ada, bagaimana kita saling menghargai satu sama lain dan menjunjung tinggi nilai-nilai perbedaan seperti PANCASILA yang menjadi pegangan negara Indonesia akan sangat indah…buat teman-teman yang tidak suka,cobalah berpikir kembali apakah dirinya sudah sempurna dan menjadi manusia yang paling benar…bersatulah rakyat Indonesia…musuh sesungguhnya adalah terorisme yang mengatasnamakan suatu agama,bukanlah ajaran agama nya..

  209. Kristenisator Says:

    Sedikit berkomentar mengenai KRISTENISASI

    Supaya tidak terjadi salah paham, ada satu agama yang mengaku Kristen di Indonesia ini yang setiap akhir pekan selalu melakukan pengabaran keyakinannya kepada setiap warga di daerahnya. Mereka menyebut diri mereka Saksi-saksi Yehuwa, atau Saksi Jehova atau Jehovah’s Witnesses.

    Bagi agama Kristen dan Katolik umumnya, mereka ini tidak diakui sebagai bagian dari Kristen. Namun bagi Saksi Yehuwa ini mereka tetap menganggap diri mereka sebagai Kristen, dan terus melakukan apa yang adalah KEWAJIBAN mereka untuk menyebarkan agamanya pada setiap orang bila ada kesempatan.

    Jadi bagi anda yang non nasrani mohon jangan salah paham, KRISTENISASI ini dilakukan oleh umat Saksi-saksi Yehuwa, bukan oleh agama Kristen/Katolik yang anda kenal.
    Saksi-saksi Yehuwa beribadah di gerejanya yang disebut Balai Kerajaan. Setiap sabtu atau minggu mereka akan berpasang-pasangan menyebarkan “Kristen” mereka door to door, atau di tempat publik seperti Mall dan sebagainya.

  210. Ravi Says:

    emang bagus berfikiran seperti ini,.tapi pada kenyataannya di lapangan sangat berbeda kang,..rata2 missionaris itu bukan hanya ingin membangun gereja saja,seperti artikel anda ini,.tapi mereka juga mengajak warga sekitar lokasi gereja yg akan di bangun untuk masuk kristen dengan di iming2 uang dan kesejahteraan finansial,..dan ini terjadi di kota tempat saya tinggal sekarang,.
    klw cuma buat gereja saja dan dapat izin dari pemda setempat kita masyarakat awam juga pasti bakal tenang2 saja,.masyarakat indonesia udah banyak yg pintar koq,..

  211. Billy Says:

    membaca arrtikel dan comment yg ada di artikel ini, saya menjadi ingin untuk berkomentar. saya adalah seorang katolik.
    saya kira apabila perbincangan dan perdebatan mengenai agama ini tidak akan pernah ada ujungnya mengingat setiap orang memiliki pola pikir yang berbeda-beda. dan kita sudah layak dan sepantasnya untuk menghargai perbedaan pola pikir tersebut.
    namun sebetulnya, besar harapan saya kepada seluruh masyarakat di negara Indonesia kita yg tercinta ini untuk memahami 1 hal bahwa AGAMA itu merupakan bentuk representasi dari IMAN, dan IMAN itu merupakan bentuk representasi dari KEPERCAYAAN. nah, apabila agama itu berlandaskan kepercayaan, maka tidak perlu kita khawatirkan mengenai kristenisasi, muslimisasi, hinduisasi, atau yg lainnya. krn apabila seseorang sudah percaya, maka itu adalah hak dasar orang tersebut mempertahankan atau melepaskan kepercayaannya.
    marilah kita semua menghargai kepercayaan masing2 umat beragama. kita hormati apa yang menjadi hak dan kewajiban kita masing2 dalam kehidupan beragama. toh saya kira, tujuan kita memiliki agama itu kan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat. sy berharap kepada umat muslim utk menghargai minoritas (katolik, kristen, hindu, budha, konghucu) dan agama mayoritas pun hendaknya menghargai juga keberadaan umat muslim.
    well, saya harap kehidupan kita semua WN Indonesia terus lebih baik di kemudian hari baik dalam kehidpuan pribadi, bernegara, beragama, dan yang lainnya.

    nb: daripada kita mikirin agama yg tidak berujung, mending mikirin gimana caranya membuat mental anggota DPR yang kalo kata alm. Gus Dur kayak mentalnya anak TK itu, menjadi bermental yg lebih dewasa (paling ga bermental anak SD atau SMP lah…hahahaha….:hammer)

  212. Billy Says:

    RALAT
    “… sy berharap kepada umat muslim utk menghargai minoritas (katolik, kristen, hindu, budha, konghucu) dan agama mayoritas pun hendaknya menghargai juga keberadaan umat muslim…”

    yang BENAR
    “… sy berharap kepada umat muslim utk menghargai minoritas (katolik, kristen, hindu, budha, konghucu) dan agama MINORITAS pun hendaknya menghargai juga keberadaan umat muslim…”

    :p

  213. Jafar A. Suprapto Says:

    awalnya saya tidak ingin mengomentari komentar :)
    tapi apa daya,

    bukankah Rasullullah (shallallahu Alaihi Wasalaam) pernah berkata
    “katakanlah kebenaran walaupun itu sakit”

    @ Hasanudin Abdurakhman (kang hasan)

    seorang yg berfikiran jernih tidak akan mengajak orang pada kesalahan

    …..

    @Jamila

    jazakallohu..
    bukankah Islam adalah ajaran yang sesuai/menyempurnakan akal
    note: jika kita komentari orang gila berarti kita gila (:
    …..

    @ade christy

    senang saya mendapat koreksi, tetaplah bersifat kritis
    penting anda ketahui, komentar saya ditujukan utk penulis artikel yg telah salah memahami Islam utk itu saya mengajaknya ” .. mari kita bukakan pikiran kita secara Islam. ”

    1. yg saya tulis adalah “lazimnya”, saya tidak mengetahui ada ritual seperti itu “disetiap” gereja,
    klo boleh saya tau anda jemaat Kristen apa?. lalu apakah kegiatan2 yg anda sebut td “wajib” dilakukan di gereja?

    2. kata “naif” disana ditujukan pd penulis (kan komentar saya utk penulis artikel), bukan pd kaum Kristiani.

    ya anda benar Indonesia bukan milik Islam,
    bgitu juga Perancis bukan milik Katholik, dan India bukan milik Hindu, dan China bukan milik Budha, atau Swiss bukan milik Atheist, tp dinegara negara td, Ummat Islam minoritas, dan dilarang beribadah (larangan mengenakan jilbab, larangan adzan, larangan shalat Jum’at) apalagi tempat ibadah. anda bisa bandingkan dgn mayoritas Islam di Indonesia.

    jika saya adalah minoritas, dan saya mendapat tekanan dalam beribadah, sesuai dengan ajaran Islam yg tegas dan damai, saya akan memilih utk bersabar atau hengkang dari tempat itu.

    gpp kok, saya tidak merasa di-guru-i (:, justru “saya senang dikoreksi” jika memang saya salah.

    @-anul-

    saya jg suka komentar anda, padat, singkat, berbobot (:

    @pengikut Kristus

    tulisan (copy/paste) anda membuktikan anda bukan pengikut Kristus

    ……….

    Jafar Adhikara Suprapto

    =================
    link FATWA/keputusan Ummat Islam Indonesia tentang SEPILIS (SEKULERISME, PLURALISME AGAMA, LIBERALISME):
    Download:

    http://www.mui.or.id/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=31&Itemid=84

    http://www.mui.or.id/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=32&Itemid=84

  214. Ray Says:

    cuma gara2 segelintir org yg prinsipnya terlalu ” sok OK”,indonesia jadi lemah ?? pastinya jangan sampai..Negara dimana saya berada saat ini aman2 saja, padahal Mayoritas bos..bnr2 ga ada yg namanya bangunan milik minoritas,tp beribadah dipersilahkan. eh sekarang AQMI coba2 masuk ni negara, dihadanglah sama tentara + PENOLAKAN TERHADAP PERUSUH NEGARA + negara aman coba2 bikin rusuh..mamam dahh tuh..walau ga tinggal di indosesia ..ttp CINTA INDONESIA>> JANGAN BIARKAN INDONESIA LEMAH ,kita bangsa yg PERKASA bos ( terbukti )..Sukses smua kawan2 SeTanah Air n Sebangsa..aminnnn

  215. ute Says:

    nice artikel. saya sangat setuju dengan hal tersebut.bukankah setiap orang memiliki kebebasan menganut apapun yang mereka yakini yang terbaik dan begitupun dengan agama. bukankah Allah swt telah mengatakan “untukmu agamamu dan untukku agamaku” jadi sebaiknya kita mempraktekkan sifat toleransi dan tenggang rasa yang dulu kita pernah pelajari selama 12 tahun.ok thank’s ats artikelnya yah n sharingnya

  216. van_borsa Says:

    Kepada saudara2ku, SADARLAH…. Tuhan tidak membutuhkan tangan2 jahat manusia untuk membunuh orang2 tidak bersalah, Tuhan tidak butuh tangan2 jahat untuk menegakkan agama dan kebenaran dengan pedang… Lihatlah semakin hari Tuhan semakin nyata menegur qta semua, semakin dinyatakan bahwa Tuhan sendiri yang akan bertindak untuk meratakan umat yang tidak benar (tanpa harus ada aksi2 terorisme spt bom bunuh diri, pembantaian dsb) kejadian nyata yang Tuhan tampakkan adalah kejadian banjir yang luar biasa di pakistan akhir2 ini dsaat mreka msh dlm keadaan puasa/bulan puasa, tahukah anda ratusan ribu jiwa tewas dan jutaan jiwa lainnya hilang (kejadian ini mirip spti air bah swktu zaman Nabi Nuh dmn Tuhan melenyapkan umat yang tidak berkenan kepadaNya) belum lama peristiwa di INA yakni gempa&Tsunami di Aceh, padang, jogjakarta, sukabumi dsb.. Apakah masih KURANG??? SADARLAH…. AGAMAmu tidak menyelamatkan… AGAMAmu tidak diturunkan dari Tuhan tapi IMAN yg BENAR itu yg MENYELAMATKAN.. Jika kamu beragama saat ini ujilah KEBENARAN nya sebab KEBENARAN patut di uji.. Berdoalah minta Tuhan tunjukan jalan yg BENAR bukan jalan yang LURUS, sebab banyak yg mengira jalannya LURUS tp pdhal ujungnya menuju kpd MAUT… (ingat jalan yg LURUS belum pasti BENAR tp jalan yg BENAR sudah pasti membawa qta kpd KESELAMATAN, Amien….) Berdoalah dengan sungguh2 dalam ROH&KEBENARAN sebab TUHAN adalah ROH YG HIDUP (BUKAN DZAT/MATERIAL).. Kesimpulannya jadi siapakah yg akan menunjukan &menegakkan KEBENARANNYA??? Jawabannya yang pasti BUKAN Osama bin laden, BUKAN Baasyir FPI&Laskar2nya, BUKAN Imam samudra Ali imron beserta kroni2nya TETAPI DIA ADALAH TUHAN PEMILIK SEMESTA ALAM DAN FIRMANNYA YG HIDUP YG MENGAJARKAN KASIH KEPADA SELURUH UMAT MANUSIA, adakah yg lebih besar dari KASIH??? Jawaban MUTLAK TIDAK ADA.. Anda yg punya hati nurani/iman yg terang pasti mengerti apa yang saya sampaikan.. Tetapi hati yang dipenuhi kegelapan pasti menghujat saya.. GOD BLESS INDONESIA!!

  217. Netral Says:

    @ Ridwan : Anda bukan Kristen yang baik, sebaiknya baca dahulu isi blog nya jangan lihat kulitnya aja, tidak baik menjudge sebelum memahami dahulu

    @ Fauzi H : Anda bukan muslim yang benar, jangan bicara tentang tidak ada nya kekerasan fisik di Indonesia ini, lupa dengan kejadian Mei 2008? Kasus Poso bukan dimulai dari kaum Kristiani, tapi tentang siapa yang memulai atau bukan, keduanya salah dimata Tuhan, kata siapa Gereja gampang dibangun diluar negeri? Di Arab tidak ada 1 pun gereja berdiri, sedangkan negara2 yang anda sebutkan tadi masih memperbolehkan berdirinya mesjid, siapa yang kini lebih bertoleran??
    Tolong berkomentar berdasarkan fakta, jangan asbun
    Banyak saudara2 disini yang seiman dengan anda memiliki iman lebih besar dari anda, perdalam iman mu dengan benar
    @ All : Sesungguhnya Allah atau Tuhan kita tidak memilah2 kita berdasarkan agama, tapi lebih kepada apa yang telah kita perbuat terhadap orang lain, agama itu buatan manusia, cinta itu ajaran Allah dan Tuhan
    Apakah Anda lebih memilih agama daripada Tuhan/Allah kita sendiri? Agama hanya membantu kita untuk selalu dijalan yang benar, hendaknya jangan sampai salah dalam menafsirkan ajaran agama, istilah lainnya jangan me-Nuhankan agama …

  218. tansams Says:

    so nice artikel. be a positive thinker the otherwise~ ^_^)v

    be wise is the key of life.
    wise your mind in every mind side,not just some side.

  219. jojo Says:

    izin share ya…:)

  220. You may ignore me Says:

    @van_borsa: i’m with you : )

    @jafar: kasian ya jadi kamu.. ckckck :’|

  221. Terranova Says:

    @ Bagus

    OOHHH GITU
    JADI TEMAN2 YANG MUSLIM ITU LEBIH DEKET SAMA TUHAN KARENA IBADAH 5 KALI SEHARI?? DAN ORANG KRISTEN CUMAN HARI MINGGU, GITU??

    SOMBONG LU!

  222. Allohuma'ana Says:

    @Pengikut Kristus

    Komentar anda sangat-sangatlah jahat dan jelas menyakitkan bagi kami kaum muslim.

    Apakah dalam agama anda anut dibenarkan untuk menjelek2an agama lain?? (sy menanyakan jg kpd teman2 kristiani yg lain?)
    Kalau anda merasa yakin thdp agama yg anda anut ya silahkan namun tdk dengan menjelek2an agama kami.
    Lihat komentar saudara2 kami, adakah yang menghina agama anda??

    Anda telah merusak esensi dr artikel ini dimana penulis menginginkan kt sesama umat beragama agar saling rukun dan saling menghormati.
    SHAME ON YOU!!!

    Perlu anda ketahui… didalam agama kami yaitu Islam, kitab kami sangat menghargai,menghormati dan jg tidak sedikit pujian-pujian kpd Isa atau yg biasa anda sebut Yesus. Dan juga kami mengakui serta menghormati kitab anda.

    Sepatutnya yg anda benci adalah org2 yahudi dimana mereka sangat membenci, menghina serta membunuh (dlm versi anda) Isa/Yesus. Dan hingga saat ini mereka tidak mengakui kitab anda dan juga Isa sebagai utusan Tuhan.

    Once again…. SHAME ON YOU!!!!!!

  223. vents Says:

    Smua agama sama aja cm trgntung pola pikir klian smua memandang agama tersebut.
    Inget indonesia berdiri karena PANCASILA n byk keragaman yg d sbt BHINNEKA TUNGGAL IKA. Yg perlu d garis bawahi d sini bhinekka tunggal ika.. Biarpun kita berbeda tp tetap 1 tujuan n satu bangsa! INDONESIA.!!

  224. bastian Says:

    bagus…..
    cerita yang inspiratif untuk perjuangan kemajemukan di negara kita….
    kalau orang berpikir seperti itu….
    aman dehhh kehidupan keberagamaan kita

  225. Azuki Says:

    Saya orang Katolik. Dan saya tahu persis rasanya jadi kaum minoritas yg hidup dalam ancaman, ketakutan, diskriminasi sosial, dan perlakuan2 tidak adil lainnya.

    Wajar jika banyak orang Nasrani yg sakit hati dan marah karena perlakuan2 buruk ini. Karena kepahitan yg kami alami karena kepercayaan yg kami anut sudah menjadi makanan sehari2.

    Bagi kaum Muslim, saya tidak membenci Anda. Tapi terkadang saya juga tidak bisa menahan sakit hati karena begitu kejamnya beberapa orang dari kaum Anda memperlakukan kami.

    Tempat ibadah kami dibakar dan dibom, pemimpin agama kami dibunuh, kepercayaan dan iman kami dihina dan dilecehkan, berbagai keperluan dan juga urusan kami juga dipersulit hanya karena kami bukan bagian dari kaum Anda.

    Selama ini kami diam, bersabar. Berharap bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika yg terdengar megah dan indah itu bisa benar2 jadi nyata. Tapi kenyataannya masih begitu kejam buat kami.

    Saya tidak menyalahkan seluruh kaum Anda. Saya tahu persis banyak dari Anda yg memiliki impian yg sama dengan saya, yakni kita semua hidup berdampingan dengan damai.

    Saya hanya mohon, dukungan dan pembelaan dari Anda semua.

    Jika Anda menemukan perlakuan yg tidak adil kepada kami, diskriminasi atau apapun, belalah kami. Dukung kami. Suara Anda tentu saja akan jauh lebih didengar daripada jerit dan tangis kami.

    Bagaimanapun impian kami belum pupus. Walau entah sampai kapan.

  226. james Says:

    Pemikiran yg sangat bagus. Jika dilihat dr cerita anda, kesadaran anda timbul dr pengalaman. Sayangnya tidak banyak org muslim yg memiliki pengalaman spt anda. Kami sebagai kaum minoritas dan kaum yg sering diperlakukan sangat tidak adil sebenarnya ingin berteriak. Tapi kamipun menyadari memang beginilah yg harus terjadi, krn yg bertahan sampai dengan kesudahannya akan mendapatkan mahkota kehidupan. Jika banyak org islam yg merasa dizolimi, apalagi kami? Bagaimana jika seandainya kalian yg diperlakukan seperti kami? Agama bukan untuk diperdebatkan dan bukan untuk dijadikan alasan untuk membunuh. Agama harusnya dijadikan alat untuk mempersatukan.
    Jgnlah saling membalas kejahatan dengan kejahatan. Karena semuanya tidak akan ada habisnya…terimakasih untuk muslim2 yg mempunyai pemikiran yg terbuka, yg telah banyak membantu kami. Karena menurut kami lebih mudah membangun tempat prostitusi daripada gerja. Berarti negara ini lebih rela menjadi negara yg rusak moralnya drpd melihat org diluar agamanya damai. EGOIS yah..

  227. ranto Says:

    saya setuju dengan bapak, karna di jepang atau negara2 maju lainnya(kecuali Malaysia), mereka sangat menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia. setiap orang di berikan kebebasan untuk memeluk agamanya masing2, dan di Indonesia pun hal seperti itu di tuangkan dalam UUD 1945 mengenai kebebasan beragama. mengapa demikian? karna Indonesia merdeka bukan karna perjuangan satu agama saja, melainkan karna beragam macam agama yang bersatu. oleh karna itulah di buat PANCASILA dan UUD 1945. agar rakyat Indonesia dapat bersatu padu dan membangun Negara Indonesia menjadi semakin makmur.
    bukan berperang atau berdebat seperti komentar di atas.
    klo memang agama salah satu dari kalian yang benar, tunjukanlah dalam perlakuan kalian sehari-hari menurut perintah agama masing-masing.
    saya pikir dalam setiap ajaran agama, tidak ada yang mengajarkan untuk berbuat jahat terhadap sesama manusia.

    oleh karna itu, marilah kita berbuat baik satu sama lain, karna itulah yang di kehendaki allah.

  228. jeda Says:

    Pengikut kristus: sadarkah bahwa kata2 anda menyakiti umat muslim yg tdk ikutan menjelek2an kepercayaan anda? Mengatakan siti hajar bunda ismail sbg gundik, yg mana ia merupakan salah satu wanita yg kami muliakan…salah seorang bunda nabi yg lemah lembut dan penuh kasih sayang? Perjuangan nya belari dr safa ke marwah untuk mendapati air bagi putra tercinta yg kehausan lalu Allah tuhanku memberikan sumber mata air zam2(yg sampai skrg bisa kita rasakan mukjizatnya ) dan kami bersujud menghadap ka’bah bkn menyembah ka’bah tp menyatukan pandangan seluruh umat muslim di dunia..ibadah yg kami rasakan indah,rapih teratur…mohon hilangkan kata2 penuh kebencian yg menyakiti hati muslim…kepada pak jaffar:walaupun sesama muslim saya rasa penyataan anda kurang tepat dihadirkan pada wacana spt ini,dmn hal itu sngt sensitif dgn kondisi saat ini..memang Rasul berkata sampaikanlah kebenaran walaupun menyakitkan..tp saya rasa Rasul pun membaca kondisi keadaan…mohon jgn saling menebar kebencian…wassalam

  229. Tahu yang benar Says:

    @ Jafar

    Jadi menurut anda agama lain selain Islam adalah kafir?
    Lihat video youtube FPI bunuh Ahmadiyah, tidak ada satu pun di dunia ini agama yang mengajarkan membunuh manusia selain Islam. Yang lebih memalukan lagi saling bunuh sesama agama Islam. Sebenarnya semua agama itu baik tapi oknum2 Islam yang membuat Islam itu tercoreng di mata dunia. Semua teroris beragama Islam yg menganut mati Jihad. Hanya org2 bodoh yang percaya bisa masuk sorga setelah membunuh sesama manusia. Hanya agama Islam yang mengajarkan saling membenci & saling membunuh. Kalau anda mau membersihkan nama Islam di mata dunia bubarkan FPI yang jelas2 bikin Islam bagai iblis di muka bumi Indonesia membunuh, membakar, menusuk, & merusak, & berbuat anarkis ke sesama manusia. Apa anda tidak malu banyak org beragama Islam seperti itu. Semua agama kristen mengajarkan cinta kasih, tidak ada saling dendam, saling mengasihi. Jadi anda seharusnya tahu mana yang benar & mana yang salah

  230. Ella Says:

    Saya baru pertama mengunjungi blog anda dan terkesan dengan tulisan ini. Semoga pemikiran yg sederhana dan empatik seperti ini bisa lebih meluas di masyarakatn indonesia sehingga mengurangi (kalau blm bs hilang sama sekali) tindakan yg tidak mengenakkan bagi kaum minoritas.

  231. joe Says:

    dalam hal ini saya sependapat dengan pembuat website ini. Pemikiran yang terbuka tidak tertutup dengan kaum/kelompoknya sendiri membuat anda menjadi lebih bijak. Orang2 yang berkomentar pedas terhadap website anda sebenarnya mereka seperti katak dalam tempurung yang hanya memikirkan diri mereka sendiri didalam tempurung (negara) yang ada.
    @ jafar : mohon maaf sebelumnya mungkin anda berpikiran bahwa kami hanya beribadah 2x, sabtu or minggu. Anda sangat tidak mengerti kekristenan. Kami beribadah raya hari minggu, tetapi hari2 selain minggu kami pun beribadah, bahkan ada yg beribadah setiap hari, dan sebelum beribadah kami melakukan persiapan ibadah…
    Sampai saat ini kami seperti ditekan dan dihalangi oleh pihak mayoritas…ingat agama kristen semakin di tekan akan semakin melejit..percayalah. Justru Tuhan mengijinkan kami di Indonesia ditekan bukanlah semata2 karena kalian sebagai mayoritas meng-khendakinya. Saya malah berpikir bahwa Tuhan yang mengijinkan agar kami tidak berkelakuan kotor sebagaimana orang2 di barat sana melakukan hal2 jahat dimataNYA.
    Kami tidak menghina Tuhan anda…karena kami pun menyadari bahwa sakit rasanya ketika Tuhan kami dihina. Kami tidak melarang kalian beribadah, karena kamipun menyadari karena sangat tidak nyamannya ketika tempat ibadah kami dihancurkan. Sekarang yang menjadi pertanyaan saya kepada anda bp.Jafar yang terhormat, apakah ada salahnya membangun sebuah gereja? apakah alasannya karena kami hanya ibadah 2x seminggu? Saya rasa anda hanya memiliki ketakutan pribadi kepada gereja. Mohon maaf sebelumnya, di negara ini lebih mudah membangun sarana dan prasana untuk tempat pelacuran dan prostitusi bahkan perjudian daripada sebuah gereja untuk umat kristiani beribadah.

    terimakasih

  232. yref Says:

    bagi saya sih, semua hal yang dialami oleh orang kristen jaman sekarang ini adalah sudah di nubuatkan, bahwa orang kristen akan susah untuk berbakti. jadi bagi saya, lebih baik saya perkuat iman percaya saya sehingga saya tetap bertahan menjadi orang kristen.

  233. sarah simanjuntak Says:

    terimakasih banyak untuk sharing pemikirannya pak..
    berharap besar, Indonesia dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki open-minded seperti bapak..

    mohon ijin copas ya pak…

    salam,
    *sarah simanjuntak*

  234. dave Says:

    berbagi itu mudah jika pernah merasakan sakit

  235. Rosyidah Says:

    Saya setuju banget dgn artikel ini, kenapa kita harus takut pada suatu agama ,kenapa harus memaksakan kehendak n keyakinan kita pada orang lain.Karena agama kan urusan masing2 individu dengan Tuhan, karena saya bisa mencontohkan diri sendiri,yang sejak kecil hidup dalam lingkungan keluarga non muslim, sekolah di sekolah Khatolik sejak TK sampai Kuliah, dgn adik saya seorang Pendeta Kristen , bisa mendapat Hidayah menjadi Mualaf n Alhamdulilah berusaha khusyuk tapi. tetap rukun dengan keluarga n teman2 non muslim. Orang yang takut ,biasanya tidak mengerti . Alangkah indahnya Dunia jika kita semua bisa rukun, lebih baik perbaikin perbuatan n beribadah kita, tidak usah menghalangi ibadah orang lain.

  236. Silalahi Says:

    Tulisan Anda sangat BAIK, Pemikiran yg baik.

    Agama ibarat Pahanya Istrikita.
    Kita ga mau paha istri kita dikatakatain ada korengnya, dibanding2kan, dihina, dilempar atau diseminarkan… wah bisa marah dong gua.

    Setiap agama refrensinya beda..jadi sudah pasti berbeda tiap agama.. artinya ga usah dibanding2kan atau diperdebatkan karena pasti BEZA.. ok.. tks

  237. dea Says:

    Terimakasih bung Hasan…..briliant ….
    Memang kita sbg manusia hrs open minded,membuka wawasan yg bisa dilakukan tanpa harus keluar negeri…kalau ada kemauan tentunya.Sy tdk bermksud membuat polemik di arena ini,sy hanya minta izin menulis sekedar pengalaman dalam hidup saya.
    Sy jd ingat 30 th lalu ketika jd aktivis mahasiswa…ada gejala akan meng”hijaukan” kampus,dan gejala itu bukan berkurang tp malah bertambah saat ini…Skrg ini setiap org merasa hrs ber-lomba2 menjadi org yg “agamis”dan merasa agamanya plg betul..
    Sy Christian dgn lingkungan keluarga Muslim,dirumah ada Alquran(terjemahan resmi dr pemerintah),sy juga sering membaca terjemahannya…Sy jadi inget suatu saat alm Gus Dur pernah marah dlm suatu acara,kata beliau “makanya kalau baca Alquran jgn separuh2″…sungguh dalam arti kata2 beliau…
    Sekali waktu sy pernah memberi makan bbrp Tukang beca..tiba2 sy dgr ada yg teriak “jgn terima makanan dari org KAFIR”…sgt terkejut memang,tetapi tdk seberapa krn sdh terbiasa dikatakan oleh”sebagian” kaum Muslim bhw org Kristen identik dgn KAFIR…sgt sedih memang,bgm bisa,dlm Alquran jls mengakui Nabi Isa dan Maryam,yg oleh penganut Christian disebut berbeda (Isa Almasih dan Marry…tergantung bhs masing2)..
    Pd tulisan sdr Jaffar sy membaca sebutan “negara kafir”(tentunya yg dimaksud negara org2 bule..)..Jadi sdr Jaffar bermaksud selain negara yg menganut paham/agama Islam adalah KAFIR…Anda juga mengatakan bhw bung Hasan telah salah mengartikan ajarn Islam…Jadi maksudnya hanya Islam anda yg benar dan semua negara yg bukan menganut agama Islam adalah Kafir….sungguh memprihatinkan…
    Menurut saya,semua agama mengajarkan yg baik…yang penting bagaimana kita melaksanakannya….hanya saja saat ini ada kecenderungan manusia membuat persepsi sendiri dr ajaran yg diberikan Tuhan melalui Nabi2Nya…makanya dari komentar tulisan disini bisa kita lihat….(Mngkin ini mksd alm Gus Dur)
    Sy kebetulan sdg tinggal di Malaysia (lecturer)…terlepas dari arogansi sebagian besar rakyatnya(memang menyebalkan)…hrs diakui bhw mereka lebih disiplin dp org Indonesia,kehidupan beragama lbh jelas dan tenang..mrk punya Mahkamah Syariah yg akan menghukum Umat Islam yg melanggar aturan Syariah…tapi mereka sama sekali tidak mengganggu umat agama lain…tidak pernah ada kegelisahan kl mau ketempat ibadah (takut dibakar,atau disakiti).Bbrp wkt yg lalu ada org yg membakar gereja,polisi lsg bertindak,diadili dan dihukum…Apakah di Indonesia pernah terjadi yg demikian?
    Akhir kata NKRI mempunyai UUD 45,Pancasila,Bhinneka Tunggal Ika…Kasihan pendiri Negara ini dahulu yg sdh berjuang mempersatukan bangsa ini…AgamaKU AgamaKu,AgamaMu AgamaMU..
    Mohon maaf bila ada kata2 yang menyinggung individu pembaca artikel dan komentar ini
    Salam Damai dan Kasih

  238. ray Says:

    Artikel yang menggugah akan pentingnya toleransi beragama.
    Saya seorang muslim dan semasa kuliah tinggal kos di rumah yang penghuninya non muslim (Kristen).
    Selama masa itu tidak pernah ada masalah.
    Tidak ada larangan untuk beribadah, dan saya pun tidak merasa terusik saat dirumah ada acara Natal keluarga pemilik kos.

    Jangan terlalu sensitif akan kebebasan beragama. Jangan sampai hanya karena perbedaan agama lantas dijadikan alasan untuk bermusuh-musuhan.

  239. edy Says:

    sayang gus dur sudah tiada………..!!!

  240. perihatin Says:

    Perihatin saya membaca komen2nya..
    Tidak ada yg benar menurut saya..
    Sama saja bobroknya dan mudahnya diprovokasi..
    Cintailah damai, teman..

  241. qpeduli Says:

    Stop Semua,,,
    Yg kita butuhkan adalah :
    1. Saling memaafkan,,,
    2. Tanamkan dalam diri kita sikap toleransi yg saling menghormati.
    3. Saling menjaga ketertiban & keamanan.
    4. Tahan diri selalu musyawarahkan!

  242. Aki Says:

    artikel bagus, jika kita liat masalah agama di indonesia lebih banyak di latar belakangi kepentingan POLITIK n KANTONG untuk beberapa golongan !! berhubung masyarakat indonesia masih banyak yg tingkat pendidikannya sangat rendah jadi sangatlah mudah untuk di dokrin berdasarkan PAHAM AGAMA YG SALAH.

    brp % dari umat islam yg bisa baca Al Quran ??
    brp % yg benar benar tau isinya ?

    baca tulis huruf latin aja susah …… bagaimana dengan huruf arab ?? untuk orang orang yg telah membuat SESAT ….. TAUBATLAH hukuman sudah jelas tertulis ! 4:150-152

  243. jojo_kece Says:

    wah, ga berasa gara2 baca ni artikel + komen2nya udah jam stengah lima subuh!

    @om hasan: Nice article!

    @all (kecuali Fauzi, Ridwan, dan idiot lainnya): kita hidup sebaik2nya menurut iman kita aja lah ya, yang penting hepi, ga ngusik orang lain, dan please, jangan tampil dongo macam Fauzi, Ridwan, dsb. Don’t argue with idiots, they’ll bring ur level down to theirs!

    “Buka pikiran, buka hati.” Karena jika salah satunya hilang, hilang sudah hak anda sebagai manusia, karena anda bukan manusia lagi!

  244. Yolanda Says:

    thanks buat sharingnya, pak Hasan.
    1. judul yang kontroversial, sebenernya untuk melihat, siapa yang menghakimi tanpa melihat isi lebih dulu :)
    2. isinya jelas, koq.. tanpa saya baca profilnya, saya tau pak Hasan adalah muslim yang taat. yang tadinya waktu kuliah seperti katak di dalam teh kotak, tapi karena punya wawasan yang terbuka, jadi berubah pola pikirnya.
    3. jadi masalahnya, bangsa kita mayoritas adalah manusia2 yang wawasannya tidak terbuka. tidak hanya umat muslim, tapi umat kristen juga ada.
    4. kayaknya pengguna internet yang rajin membaca ulasan2 seperti ini berkisar umur 20 tahun ke atas, yang sudah keras pola pikirnya sehingga tidak bisa berubah. jadi mungkin lebih baik yang dilakukan : mari mendidik anak2 kita penerus bangsa Indonesia agar menjadi manusia2 dengan wawasan yang terbuka….

  245. Alexander Says:

    Agama sebagai alat tuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta..
    kenapa harus di perdebatkan…toh tuh tergandung pda diri individu mau memeluk apa yg dia yakini…
    Sekarang yg terpenting…Pemerintah and Masyarakat bisa ga menjamin kebebasan beribadah setiap semua.Agama
    jdi Agama janganlah di PERDEBATKAN…….

  246. Pakerti Wicaksono S. Says:

    ada cerita juga yang cukup baik dibagikan oleh teman saya dan saya juga ingin membagikan cerita ini pada anda semua..semoga berkenan..

    Tuhan Milik Semua Orang…

    Suatu hari di semarang setelah kebetulan ikut misa harian pagi … seperti biasa aku duduk di depan gua Bunda Maria … setelah selesai berdoa aku cuma duduk berdiam aja disitu.
    Tiba-tiba aku tertarik melihat seorang wanita setengah baya … kalau tidak bisa dikatakan sudah sepuh .. berjalan tertatih … sudah agak membungkuk dengan kemoceng ditangan dan serbet seadanya di pundaknya.

    Beliau datang menghampiri patung… dan berkata… “Gusti Yesus… Gusti Maria.. nyuwun sewu.. kulo bade resik-resik..!” (Gusti Yesus.. Gusti Maria.. mohon maaf, permisi, saya mau bersih-bersih)…

    Aku tertegun dan secara tidak sadar tertarik dengan apa yang dilakukan si ibu.

    Dengan perlahan (karena faktor umurnya mungkin) dia mulai membersihkan area sekitar gua … menghilangkan debu yang ada .. membersihkan sisa-sisa lelehan lilin .. mengganti karangan bunga yang sudah tampak layu..

    Sekitar setengah jam berlalu… si ibu lalu selesai melakukan pekerjaannya.

    Sebelum meninggalkan tempat bekerjanya, si ibu berkata lagi… “Gusti Yesus … Gusti Maria … sampun, kulo sampun rampung.. mugi-mugi berkenan. Kulo bade nyambut gawe, mohon pangestune..”
    Duh nerjemahinnya gimana ya ? (Gusti Yesus .. Gusti Maria .. sudah, saya sudah selesai .. mudah-mudahan berkenan. Saya mau bekerja.. minta restunya) …sekali lagi aku terpana … doa yang sangat sederhana dari seorang yang juga sangat sederhana, tapi semuanya mencerminkan kepasrahan yang sangat dalam buatku .. aku tertarik .. jiwa isengku kumat … aku ikutin si ibu … di halaman gereja yang juga bersebelahan dengan sebuah sekolah katholik yang cukup ternama di kota itu, ternyata beliau menggelar jualannya … si ibu jualan nasi pecel … agak jauh aku terus perhatikan si ibu … setelah beliau selesai dan siap berjualan, langsung aku datangi, aku pengen tau dia lebih jauh dan sekalian sarapan pikirku..

    Basa basi sebentar dan sambil nunggu pesenan aku coba ajak ngobrol beliau :
    (pake bahasa indonesia aja ya… mumet..)

    “Memang biasa bersih2 di gereja to bu..?”

    “Iya mas.. sudah terbiasa dari dulu”

    “Sudah berapa lama bu…?”

    “Wah mas sejak gadis..”

    Wuih … dah lama banget itu pasti pikirku .. aku makin iseng nanyanya …

    “Koq tadi ga sisan ikut misa pagi to bu..? dan aku kayanya ga pernah liat ibu selama ini..?”

    Si ibu senyum… sambil ngasih nasi pecel pincu’an pesenanku… terus beliau ngomong…

    “Saya muslim mas…”

    Deg… bengong aku dengernya… lama aku pegang tuh nasi pecel sambil bengong ngeliatin si ibu … ga karuan rasanya hati ini …

    “Dari muda aku sudah jualan ditempat ini mas… aku dapet rejeki ditempat ini .. kan ga ada salahnya aku ingin menunjukkan rasa terima kasihku pada Yang Punya Tempat Ini… aku ga salah to mas…?”

    Aku gelagepan ditanya gitu…

    “Wah ya ga to bu… ibu hebat banget.. ibu dibayar…?

    “Saya ga pernah minta itu mas… saya ikhlas melakukannya.. sekedar menunjukkan rasa terima kasih saya… tapi mungkin sekitar 5 tahun ini romo Maringi memberi saya 100rb sebulan..”

    “Putra berapa bu…?

    “3 mas… 1 laki-laki 2 perempuan… sudah selesai semua mas…”

    “Maksud ibu…?”

    “Yang perempuan dua duanya sudah nikah dan hidupnya lumayan… yang laki-laki 4 tahun lalu sudah lulus sekarang sudah kerja”

    “Lulus apa bu…?”

    “Ekonomi mas… sarjana… wah ibu ga ngerti mas masalah itu… yang penting mereka semua sudah bisa nguripi (menghidupkan) hidup mereka sendiri-sendiri. Saya sekarang tetep jualan karena memang ini yang cuma saya bisa mas.. ga pengen nganggur dirumah”

    “Nyuwun sewu.. bapak masih ada bu..?”

    “Masih mas… tuh mbecak… mangkalnya juga disini..”

    Aku bengong… ga bisa berkata-kata… nunduk sambil makan… tiba-tiba si ibu ngomong lagi…

    “Mungkin saya keliatan aneh ya mas… saya muslim, saya sholat tapi saya masuk ke gereja, mungkin bahasa mas saya berdoa disana.. saya sendiri ga ngerasa berdoa disana.. saya cuma minta ijin dan minta restu saja. Tapi mungkin ini bisa buat mas bawa pulang nanti… kalau Tuhan itu ada dimana-mana… dan Dia itu untuk siapa saja… ga pernah membeda-bedakan.. manusia aja mas yang
    senengnya membeda-bedakan. Maaf ya mas kalau saya salah… maklum orang kecil dan bodo saya… ga pernah sekolah…”

    “Ga bu… ibu ga salah… ibu hebat… bahkan mungkin dari orang yang paling pinter sekalipun. Beruntung saya bisa ketemu ibu..”

    Aku ga sanggup ngomong apa-apa lagi… setelah pamit.. aku jalan kaki pulang ke tempat saya tinggal dan hari itu ga habis rasa kagumku pada si ibu… dengan kesederhanaannya… beliau mengajarkan aku dan menunjukkan aku satu hal yang sangat luar biasa… Tuhan ada dimana-mana.. Tuhan ada buat semua orang … selama kita pasrah… berserah, percaya dan tulus meminta padaNya… Dia pasti
    menunjukkan jalan buat kita. God Bless U Mbok Narti.. God Bless U and your family…

    (kejadian itu mungkin sekitar 5 tahun lalu… dan 2 tahun setelah itu aku kesana lagi.. beliau sudah tidak berjualan… padahal kangen aku pengen ketemu beliau.. mungkin beliau sudah dilarang anaknya jualan lagi.. dan berbahagia bersama cucu2nya…)

    terimakasih atas atensinya..Tuhan memberkati..

  247. Reza Says:

    Alhamdulillah…Subhanallah…
    Terus lah menginspirasi Kang Hasan, lepas Peduli u koment negatif..
    Saya salut…ini yg saya sering sampaikan pd Jemaah Pengajian saya…. benarkan/benahi diri sendiri dulu..sebelum kita membenarkan/benahi org lain…
    Islam is Rahmatan lil ‘alamiin…filosofi sholat pada akhirnya adalah memberi keselamatan bagi orang seiman maupun tdk seiman… tengok kanan tengok kiri bukan ?
    Yg Islam & yg kristen dan berkoment negatif…becerminlah…tanyakan keislaman dan kekristenan anda?
    Benarkah ? Saya kira justru memperlihatkan bahwa kalian tdk memiliki agama…..

  248. uthnezea Says:

    nice article..
    ijin copas ya pak..
    :)

  249. syifa Says:

    Assalamu’alaikum.wr.wb.
    Salam sejahtera bagi kita semua. :)

    Sebelumnya perkenalkan, Saya seorang muslim dan saya senang membaca tulisan anda,Kang Hasan.
    :)

    Sedikit share aja.
    Saya ikut di Salah satu orkestra kampus dan kebanyakan dr mereka adl kristen.
    kita semua saling menghormati.
    Ketika waktu sholat datang, kita yg beragama muslim diberikan waktu u/ sholat.
    Ketika kita mengadakan latihan di hari Minggu, kita semua latihan setelah mereka (yg beragam Kristen) selesai beribadah di gereja.
    :)

    Intinya, Indonesia itu satu.
    Betapa bahagianya bumi ini ketika semua orang dapat menerima, menghargai, dan menghormati perbedaan yang ada.
    :)

    Mohon maaf jika ada salah kata.
    Terima kasih.

    Wassalam.

  250. susan Says:

    Dear Pak Hasan,
    Saya menangis membaca artikel ini… Sungguh indah… Karna saya termasuk orang yang pernah mengalami kekerasan secara langsung bahkan hampir mati akibat menjadi kaum minoritas… meski demikian tak ada dendam sama sekali
    semoga semakin banyak termasuk kaum pemerintah yang open minded dan mampu berpikir seperti Bapak…

    @ Jafar & Bagus : anda mengatakan :o rang Kristiani lazimnya menggunakan gereja pada hari minggu atau hari2 besar saja, koreksi saya jika saya salah :) ” –> saya koreksi ya… Yup,anda amat sangat salah.Setiap hari selalu ada kegiatan baik ibadah maupun kegiatan lainnya dan itu dilakukan/membutuhkan gedung Gereja Mas/Bapak… Cobalah anda sesekali berkunjung ke Gereja agar anda tahu bahwa anda telah salah memberikan statement yang anda jadikan dasar pemikiran anda yang salah tentang pembangunan Gereja termasuk di kampus UGM. kami, kaum minoritas : Kristen, Hindu, Katolik, Budha, tidak pernah mempermasalahkan adanya pembangunan mesjid di kampus/kantor/atau tempat umum lainnya, meski bangunan ibadah kami tidak ada… Jadi sebagai muslim yang baik, anda seharusnya bersyukur dan beribadah dengan baik dan mewujudkan ibadah anda itu dalam kehidupan yang nyata : mengasihi sesama meski dia berbeda, berbuat adil kepada sesama. Mas/Bapak Jafar/Bagus, jangan menghakimi Bapak Hasan,karena ukuran yang anda pakai untuk menghakimi orang lain suatu saat nanti akan digunakan orang lain dan Tuhan untuk menghakimi anda… Cepat atau lambat, penghakiman itu akan datang pada anda jika pemikiran anda terus seperti itu… orang2 yang tidak open minded dan tidak mampu mengasihi sesamanya, akan musnah karena pada akhirnya kasih akan selalu mendapat tempat no.1 di hati manusia.

    Pesan saya untuk Mas/Bapak Jafar/Bagus : apa yang kamu inginkan orang lain lakukan kepadamu, perbuatlah itu terlebih dahulu kepada orang lain… Benahi diri dulu lebih baik daripada berkomentar yang membuat diri sendiri menjadi ilalang di tengah rumput hijau yang ingin disemai di bumi indonesia.

    Terus berkarya, Bapak Hasan… Semoga tulisan anda ini dapat menginsipirasi banyak orang dan suatu saat nanti kita akan dapat melihat Indonesia yang benar2 satu dan damai…

  251. GOD Says:

    Good kang hasan.

    dan semua pemeluk agama, ingat Tuhan kita 1, Tuhan kita sama, tujuan kita sama, hanya caranya berbeda.
    saya pernah berfikir kenapa harus ada al’quran, alkitab, tripitaka, dll lalu saya baca semua, mengartikan maksudnya. ternyata semua berkaitan. berhubungan dan saling mengikat.
    anda pernah mencobanya?
    contoh : siapa abraham itu? bapa bagi umat islam dan kristen.
    jadi anak berdamai ya… kasihan bapanya, sedih ngeliat anaknya berantem melulu

  252. dedygaluhs Says:

    semakin hari masjid hanya pula dijadikan status keislaman sebuah pemukiman ataupun sebuah institusi. layaknya kita yang mengaku islam walau hanya dalam KTP :P semakin semangatnya nasrani membangun gereja seharusnya, menjadikan masjid2 yang ada dalam diri terbangun dengan kokoh. yuk teman2 tidak perlu gereja ataupun masjid yang perlu kita perbanyak, mari kerkokoh bangunan masjid ataupun gereja dalam diri kita… keep the faith…

  253. SJ Says:

    Terima kasih kang Hasan untuk kearifanmu. Semoga dapat mencerahkan hati & kepala banyak orang.

    @Fauzy, @Jafar A. Suprapto, & @Dastan …jelas sekali bukanlah orang2 yg mengenal KASIH dan tidak mengutamakan kasih dalam hidup mereka. Tidak ada cinta universal yg mengalir dalam tulisan mereka yg seolah bijak & islami, setetespun tidak. So, sama sekali tak perlu mengupas detail tulisan mereka.

    Setelah 65 tahun merdeka, negara ini tak juga mau & mampu menjamin hak asasi warga negaranya sesuai dengan Pancasila & UUD ’45. Bahkan untuk membangun gereja di tanah milik sendiri (bukan tanah FASOS maupun FASUM loh). Negara yg mayoritas ditenagai oleh pikiran2 yg sempit, yg beregenerasi dari tahun ke tahun, yg membentuk Fauzy2, Jafar2.& Dastan2, yg meneruskannya kepada anak2 mereka yg imut2.

  254. fiat Says:

    Rekan-rekan semua, mari memulai hal yang baru degan menjadikan masa lalu sebagai pengalaman kerja yang akan membantu. tidak usah menyuruh orang harus ini itu atu begini-begitu tapi mari memulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai dari sekarang seperti kata Aa Gym. berbeda boleh tapi hormatilah perbedaan itu seperti engkau menghormati ibu bapak anda sekalian agar perbedaan itu memperkaya dan bukan menghancurkan.

    Seandainya sekarang ada jaminan pasti bahwa dengan katolik, kristen, islam, budha atau hindu saya masuk surga, maka sekarang saya akan pindah agama ke agama tersebut dan meninggalkan agama tersebut karena tujuan manusia hidup di dunia ini adalah mencari kebahagiaan kekal di surga. Akan tetapi sampai sekarang tidak ada jaminan itu. Maka dengan cara masing-masing mari mencari surga karena orang masuk surga adalah orang yang berbuat baik dan menjauhi larangan-larangan Tuhan bukan orang yang harus beragama ini-itu……cheerrss

  255. Jojon Says:

    Jika kita melarang pendirian rumah ibadah, kita akan berurusan dg yg empunya agama. Jika kebetulan yg empunya agama itu “the real Pencipta Alam Semesta” celaka lah kita di dunia and akhirat… Jika kita merasa “agama kita adlh benar” tunjukkanlah dalam sikap and perbuatan, spy “org yg tdk benar” itu mau “mengenal agama kita yg benar” bukan dgn melarang org kepercayaan lain utk beribadah, itu malah akan membuat org “antipati” thd agama anda “yg anda anggap benar” itu..

  256. Legius Paliling Says:

    Tulisan yang sangat bagus dan memberikan pencerahan bagi bangsa ini. Kang Hasan telah memberikan yang terbaik karena dapat mengingatkan kita semua untuk pentingnya hidup berdampingan dengan damai, tolong menolong dan saling menghargai sesama sekalipun berbeda keyakinan. Dengan hidup damai berdampingan sehingga tdk ada lagi istilah minoritas dan mayoritas, yang penting qualitas iman dan qualitas karakter/kepribadian. Kang Hasan telah menunjukkan kualitas yang patut dibanggakan karena kepintarannya sebagai seorang ilmuan post doktoral tetapi memiliki wawasan kebersamaan yang sangat tinggi. Anda adalah garam masyarakat yang harus di contoh oleh anak bangsa ini.

    Salam, dan jangan berhenti menulis, doa kami semoga anda bersama keluarga senantiasa dalam keadaan sehat dan sejahtera. Domo, arigatougozaimasu, mata aimasho…yoroshiku onegai itashimasite ganbatte kudasai.

    legius paliling

  257. Ojie ojie Says:

    subhanallah, semoga Allah membukakan hati yang sempit ini selalu, amin

  258. rei Says:

    well said, perfectly well said :D

  259. berneko Says:

    Kang hasan ,salam sebagai sesama anak kalbar,

    Tulisannya sangat menarik .

    Kalau saja semua orang mau membuka pikirannya baik kristen maupun islam maupun agama yang maka kita akan sampai pada sebuah pengakuan bahwa kita semua percaya bahwa Tuhan kita adalah empunya LANGIT dan BUMI BESERTA ISINYA ( sifat mutlak TUHAN yang tak terbantahkan ) ,dimana pengakuan ini memiliki arti bahwa :
    sebenarnya kita, umat yang berbeda keyakinan sekalipun sebenarnya adalah MILIK KEPUNYAAN TUHAN yang sama!!!
    atinya mau kristen ,islam ,budha,hindu or apapun agamanya kemudian keturunan orang jawa,cina,eropa,arab,afrika or apapun rasnya Ia adalah makhluk kepunyaan Tuhan karena kita semua telah percaya TUHAN ADALAH EMPUNYA LANGIT dan BUMI BESERTA ISINYA !!!
    karena kalau kita tidak bisa menerima kenyataan dan bersikukuh mengatakan bahwa Tuhan kita berbeda dengan yang lain maka sama saja kita mengatakan bahwa TUHAN kita TIDAK EMPUNYA LANGIT dan BUMI BESERTA
    ISINYA alias TUHAN kita hanya memiliki sebagian dari pada makhluk yang ada dilangit dan bumi beserta isinya (sifat TUHAN MAHA KUASA dan MAHA PEMILIK menjadi gugur dengan sendirinya)!!!!

    MAKES SENSE all of my brother n sister?

    kesadaran sebagai sesama makluk kepunyaan Tuhan yg sama seharusnya membuat kita saling menghargai perbedaan yg ada karena sesungguhnya perbedaan ini tidak akan pernah terjadi tanpa seijin TUHAN,SANG PEMILIK TUNGGAL SEGALA SESUATU!
    orang yg rasialis/membenci ras tertentu sebenarnya menghina TUHAN SANG PENCIPTA karena sesungguhnya tidak ada seorang pun yg bisa memilih untuk menjadi ras tertentu untuk keberadaannya dibumi tanpa ijinNYA!!!

    Ada begitu banyak PEMBODOHAN bisa terjadi karena kita menutup pikiran,mata dan hati kita dari nilai2 dasar kemanusiaan yg telah diberikan SANG PEMILIK kita,dan mengantikannya dgn apa kata orang tanpa kita renungkan kebenarannya.
    contoh :
    -berpikir dengan otak kita sebenarnya adalah wujud penghargaan kepada kita atas anugerah dari sang PENCIPTA/PEMILIK yg telah memberikannya otak kepada kita karena otak memang diberikan kepada kita supaya kita bisa berpikir.
    -demikian juga memakai kaki untuk berjalan dan memakai tangan untuk bekerja

    ada sebuah pertanyaan yg kiranya bisa menjadi renungan untuk kita membuka pikiran kita :
    -kalau TUHAN menginginkan kita semua sama kenapa dia menciptakan kita berbeda?atau memang sebenarnya DIA mau kita berbeda?

    Semoga sedikit perenungan diatas bisa menambah kekayaan berpikir kita semua sekaligus menjadi dukungan untuk munculnya tulisan yang sejuk seperti ini dan ujungnya bisa menularkannya kepada seluruh komponen bangsa ini.

  260. SJ Says:

    Dari berbagai Respon yg masuk, banyak yg setuju & terkesima dg pendapat kang Hasan, tapi ada pula yg kontra. Saya ingin menantang kita semua, terutama yg setuju dg kang Hasan. Apakah kita benar2 orang yg toleran (terlebih setelah membaca blog kang Hasan), ataukah kita hanya sekedar mengagumi pemikiran indah beliau tanpa meng-amin-kannya dalam kehidupan nyata kita.

    Mari kita nyatakan secara lantang, dg hati, pikiran & perbuatan nyata :

    1.Saya mendukung penyediaan tempat ibadah agama lain, di lingkungan sekolah, kampus, & kantor, sebagaimana saya inginkan tempat ibadah agama saya berada.

    2.Saya mendukung pendirian/pembangunan tempat ibadah agama lain, di lingkungan perumahan tempat tinggal saya, sebagaimana saya inginkan tempat ibadah agama saya berada.

    3.Saya menentang keras penggunaan kekerasan atas dasar agama.

    4.Saya menentang keras diskriminasi & kekerasan psikis terhadap agama lain (cth: wajib memakai jilbab di sekolah dasar negeri)

    5.Saya menentang keras penggunaan agama sebagai penentu prestasi/karir/jabatan/pangkat seseorang pada semua instansi.

    6.Saya menentang keras, pemimpin agama yang menjelekkan agama lain.

    God bless you my friend.

  261. freedom for the minoritas « zulfa fauziah risanti's Blog Says:

    [...] <a href="http://berbual.com/agama-dan-sosial-budaya/mesjid-yes-gereja-no-way/”&gt; [...]

  262. rey Says:

    pemikiran yang sangat menarik dan sungguh toleransi yang luar biasa. Menarik perlakuan ke diri sendiri. I like this very much. Semoga minoritas , mayoritas dan KKN sebagainya yang menyangkut SARA buka lagi menjadi alasan kita mengingkari pluralisme kita. ^_^

    thx so much.

  263. Adolf Hitler Says:

    ass……
    saya ingin mengomentari, mohon maaf klo ada kata-kata yang salah, maklum saya seorang muslim yang alhamdulillah terlahir sudah muslim. dan mungkin belum byk ilmu tentang semuanya karena hanya orang biasa dengan pendidikan rendah.
    @kang Hasan…. artikel bagus untuk semua, tetapi maaf agak berbau SARA yang notebene di indonesia ini sensitif sekali. pastinya akang orang yang berpendidikan tinggi dan berpengetahuan islam tinggi. semestinya akang tahu persepsi orang indonesia klo sudah berbau agama akan seperti apa…. majemuklah dengan akidah masing-masing itu wajar-wajar saja. dan maaf untuk Rasulullah SAW ya jangan dibanding-bandingkan (apalagi ada artikel rasulullah SAW dikaitkan dengan sekulerisme jaman sekarang . maaf mungkin akang masuk dalam pengagum atau penjunjung beliau apalagi dalam kacamata seorang muslim beliau sangat dikagumi dan dijunjung……. punten neh kang gak ngeguruin… saya cuma saudara sesama muslim dengan akang.
    Dari kecil saya didik dalam frame Islami walaupun yang orang tua saya ajarkan terbatas dari segi (ilmu) keislamannya dan meminta bantuan seorang ustadz agar bisa berbagai sumber.
    saya ingat perkataan ustadz saya tentang toleransi umat beragama. “bagiku agamaku, bagimu agamamu” saya pegang terus.
    @yang suka menjelekkan agama. maaf sebelumnya lebih baik mengkaji agamanya sendiri-sendiri supaya menjadi lebih baik (kalo saya cenderung mengkaji Al Quran, karena masih harus banyak belajar dan yang beragama non muslim silahkan mengikutinya menurut versinya masing-masing) daripada membicarakan perbeda yang memang sudah jelas-jelas BEDA
    Melihat dari komentar-komentar sebelumnya saya sih cuma bisa menitipkan pesan.

    - Mari kita tingkatkan iman dan takwa dan menjalankan perintah juga syariat dan menjauhi larangannya, khusus bagi yang muslim. dan untuk non muslim silahkan mengikuti sesuai dengan ajarannya.
    - Karena saya seorang muslim saya berkata “Muslim Yes”. dan untuk “Non-Muslim Up to You”, karena sudah punya syariat masing-masing asalkan saling menghargai.
    - Karena saya seorang muslim wajib menjunjungi tinggi agamanya. dan untuk urusan perbedaan saya lebih mengkonsumsinya sebagai konsumsi pribadi sendiri dan umat. saya merasa kurang sreg klo untuk konsumsi publik karena berbau SARA.

    mohon maaf kalo ada kata yang kurang berkenan, maklum pendidikan dan berpengetahuan agama yang masih rendah.

    Wass. wr wb.

  264. Orang bodoh Says:

    Mengapa setelah membaca semua ini. Anda sekalian hanya memperjuangkan ke”BENAR”an versi anda masing 2. padahal jika ingin menelaah sebenarnya Hitam dan Putih, Siang dan Malam, Perang dan Kedamaian semuanya selalu ada. ketika HITAM muncul maka perlahan tapi pasti maka lahirlah PUTIH, begitupun juga ketika PUTIH muncul perlahan tapi pasti maka lahirlah HITAM. HITAM ada hanya akan mempertegas PUTIH, PUTIH ada pun hanya akan mempertegas HITAM. Biarlah semua itu berjalan apa adanya, PUTIH dan HITAM selalu ada satu garis yang memisahkan tapi kita tidak pernah tahu apakah garis itu PUTIH atau HITAM. Jika HITAM akan selalu mengatakan garis itu PUTIH, dan begitupun sebaliknya. Mengapa kita tidak melihat dari sisi lain jika kita bisa menyingkirkan warna dalam diri KITA masing masing, alangkah damainya dunia ini, tetapi apakah jika DAMAI itu ada dan kita dapat menghargainya??? PERANG itu ada hanya akan mempertegas bahwa PERDAMIAN itu SANGAT INDAH…. jadi biarlah hidup ini berjalan apa adanya, karena semua itu BAIK…..

  265. Kristina Says:

    Trimakasih….ya pak buat artikelnya…

    Jujur saya pertama kali berkomentar di blog…
    Jujur saat saya menulis ini saya menangis, bukan karena sedih tapi Bahagia.. artikel bapak yang tulis, tulus (saya bisa rasakan itu).

    Saya bersyukur..ada seorang bapak yang mengerti kerinduan kami untuk punya tempat ibadah di Indonesia ini..selain panjangnya birokrasi yang harus dilalui, tapi juga masyarakat mayoritas disekeliling kami yang menjadi tembok penghalang… Seandainya semua orang seperti bapak, sungguh nyamannya tinggal ditengah-tengah keberagaman.. Indonesia ini beragamnya bukan hanya suku, bahasa, budaya, ras aja kan pak? tapi Agama juga kan?..saya rindu sekali Indonesia bisa menghargai PERBEDAAN..

    Sekali T’rimaksih Pak.. God Bless Us

  266. Ermenegildo Says:

    Jujur saya terharu membaca artikel ini,
    dan menangis melihat komentar2 dibawahnya.

    Buat yg Katolik, ingat bahwa paham “Extra Ecclesiam Nulla Salus” (Di Luar Gereja Tidak Ada Keselamatan) sudah DIHAPUS. Buat yang kristen, dan mungkin tidak tahu Konsili Vatikan II… ya, mau ngasih tau aja sih, ini ‘sepupu’mu berpaham seperti ini.

    Buat yg Islam…
    Peace be upon you!

  267. bambang Says:

    marilah kita hidup rukun walaupun beda agama,jangan pernah menyalahkan satu sama lain,hidup akan indah dan damai kalau kita saling menghargai satu sama lain.

  268. Akwila Obed L Says:

    @Fauzi :
    Untuk kasus Ambon dan Poso, khusus-nya untuk kasus Ambon, anda sepertinya terperngaruh berita-berita ngak jelas dari kaum militan yang ngak jelas maksudnya apa???
    Saya sebagai orang Ambon pada saat masih dalam kondisi konflik, saya baca dua sumber dari pamflet Muslim maupun Pamflet dari Nasrani ( Muslim saya dapat dari perjalan pulang dari kampus, Nasrani saya dapat dari teman dan tetangga saya yang beragama Kristen )
    dari dua sumber tersebut, saya menilai soal pembataian ada juga Kampung Islam yang dibantai begitu juga sebalik-nya, soal pengrusakan dan pembakaran rumah ibadah tidak sedikit pula Gereja dan Masjid yang dibakar atau dirusak, Soal ada umat Muslim bahkan desa Muslim yang dilindungi oleh Umat/Desa Kristen juga tidak sedikit, begitupun umat/desa Kristen yang dilindungi oleh pihak Muslim.
    Dari uraian saya diatas secara kasat mata saya menilai bahwa terjadi “pembodohan” oleh oknum2 yang tidak ingin Ambon damai, bahkan menurut informasi dari beberapa teman atau kenalan saya, atau saudara, ada kok Umat Islam yang sedang Sholat Jumat dijaga oleh pihak Kristen juga ada pihak Kristen yang sedang beribadah Minggu yang dijaga oleh pihak Muslim.
    Menurut informasi saudara, teman atau kenalan yang notabene nya dari pihak Islam maupun Nasrani, yang bikin rusuh justru orang2 yang kena ” doktrin” ngak jelas soal Ambon, pada saat mereka datang kesana……

    Soal pernyataan bahwa Umat Islam dibantai Umat Nasrani, baca deh berbagai sumber terutama soal statistik Umat beragama di ambon, Umat Islam itu sekitar 60-65% dan umat Nasrani itu 35-40%, mana ada minoritas membantai mayoritas.
    Kalau anda berpendapat dari berbagai informasi yang anda dapatkan bahwa umat Nasrani di bantu aparat, anda salah besar…
    Untuk anda ketahui, pasukan pertama yang diperbantukan adalah dari makasar yang notabene-nya banyak umat Muslim-nya dan dipimpin oleh seorang jendral bintang 2 saat itu yang merupakan anak daerah yang juga beragama Islam.

    So kesimpulannya adalah orang Ambon dibodohi oleh oknum2 tidak bertanggung jawab termasuk sumber2 yang dibaca oleh baca Bapak Fauzi.

    Nb : Sekaligus ini buat informasi mengenai konflik Ambon buat semua-nya, bacalah dari berbagai sumber sebelum mengambil kesimpulan dan berkomentar.

    Tuk oom Hasan, nice artikel Bro….

  269. Angie Simanjuntak Says:

    Terimakasih Kang Hasan, Tuhan pasti tersenyum membaca tulisan anda. Dan saya rasa Roh Tuhan sudah menyentuh kalbu kang Hasan shg bisa menelurkan tulisan yang indah dan berbobot seperti ini.
    Untuk semuanya, kejarlah kasih…. baru kemudian ilmu, supaya kita tidak menjadi sombong dan menghakimi orang lain…ilmu/hikmat baru dimintakan kpd Tuhan, hanya dan hanya untuk memuliakan namaNya ditengah saudara-saudara kita (smoga anda setuju bahwa saudara adalah semua ciptaan Tuhan tanpa memandang agamanya apa).
    Gbu.

  270. Masjid Yes, Gereja No « Manguri's Blog Says:

    [...] Copy paste dari sini [...]

  271. Memes Says:

    Artikel yg sangat membangun kerukunan umat beragama di Indonesia… Makasih bwat artikelnya yg mencerahkan kang Hasan ^^

    @Fauzi H : Sebaiknya anda melihat faktanya sebelum komentar..
    Saat ini saya sedang belajar di jerman,dan saya tidak melihat adanya diskriminasi bagi pemeluk agama Islam d sini.
    Mereka bebas beribadah n bebas memakai jilbab,tidak ada larangan.
    Bahkan buat para mahasiswa Indonesia yg beragama islam yg belajar d sini,bebas melakukan pengajian,tanpa harus merasa takut.
    Dan suasana seperti inilah yg saya rindukan d Indonesia.

    Terus berkarya kang hasan.

  272. Ivory Ozora Says:

    Cerita yang indah dan sangat menyentuh……
    Marilah kita semua masyarakat Indonesia saling menghargai antar umat beragama agar tiada kekerasan dan perpecahaan diantara kita rakyat Indonesia.

  273. dee Says:

    @Writer: nice post…wlpn jadi membuat beberapa org mesti otot2an menganggap apa yg dipercayanya lebih baik dr yg lain.
    @All:teman2 jng terbawa tulisan 2 yg bisa membuat kita akhirnya melupakan bahwa kristen itu adalah KASIH…sabar…kualitas kita dilihat dari perbuatan bukan dari seberapa besar “OTAK” kita dengan semua pengetahuan itu.
    @Jafar: Anda terlalu banyak comment yg Anda tidak mengerti, Anda hanya melihat dari satu sisi saja…ORANG BODOH ADALAH ORANG YANG BANYAK KOMENTAR UNTUK SESUATU YG DIA TAHU HANYA SEDIKIT/ TIDAK TAHU SAMA SEKALI. Nah menurut saya anda masuk kategori itu atau tidak Anda pasti tidak akan mengakuinya…tulisan Anda hanya membuktikan ketidaktahuan anda akan kekeristenan…Klo kaum anda cukup kuat “iman”nya … kenapa mesti takut akan kristenisasi…? apa anda pernah mengalaminya?…pasti tidak terlihat dari tulisan anda yg terlalu banyak baca buku TIDAK BERMUTU dan mendengar YANG TIDAK BERKUALITAS DARI SUMBER TIDAK BERKUALITAS…Inti JANGAN BANYAK COMMENT YG ANDA TIDAK TAHU…
    Buatl yg lain TOLONG DUNK TUNJUKKAN ANDA PRIBADI YG INTELEKTUAL JNG BERKOMENTAR YG ANDA TIDAK MENGERTI SEKALI….^^

  274. Agung Says:

    Ya memang kadang bayak orang yang berpikiran dangkal.
    Di kalangan mayoritas kristen, ketika ada masjid mau dibangun terkadang takut terjadi islamisasi dan begitu juga sebaliknya. padahal kalau imannya kuat niscaya takkan terjadi kristenisasi maupun islamisasi, namun yang ada adalah saling memberi contoh perbuatan yang baik menurut agamanya masing-masing dan keharmonisan bermasyarakat meski dalam keragaman kebhinekaan……

  275. zainal Says:

    niatnya bagus kok malah jd berantem… semprul kuabeh..

  276. Masjid Yes, Gereja No Says:

    [...] Copy paste dari sini [...]

  277. Efan Says:

    Mungkin bagi sebagian besar orang tempat ibadah (berupa bangunan fisik) adalah penting utk didirika (diadakan) akan tetapi bila kita mau melihat esensi yg lebih penting bahwa utk mencapai suatu tujuan beribadah yg sempurna semuanya adalah berawal dari dalam diri (hati) dan diakhiri di dalam diri (hati) juga … Jadi mohon dg sangat apabila ada yg membaca & merenungkan ttg hal ini … “Tolong dong agar lebih bertindak Bijak, Arif & Santun sebelum mengemukakan pendapat yg nantinya malah mampu membuat suasana negri kita ini akan semakin tambaha kacau” … Trims

  278. ugay Says:

    hahaahah, isu agama emang sangat mudah di politisir.. setuju dengan Zainal.. niat nya bagus, yg baca dan kasih komen edaan semuaaa (hampir semua deng)….
    AGAMA MU AGAMAMU
    AGAMAKU AGAMA KU
    jangan ada dusta di antara kitaaa, masing masing saja laah…

    salam persatuan……

  279. ugay Says:

    Ajaran Yesus VS Ajaran Kristen
    AJARAN YESUS YANG MURNI

    Pada dasarnya ajaran ketauhidan adalah pokok seruan dakwah Yesus. Pengakuan bhwa hnya Allah SWT yang patut disembah oleh manusia telah tertera dengan jelas dalam Bibel-Perjanjian Baru, seperti tertera dalam ayat-ayat berikut:

    “Dan iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka brkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, iblis! Sebab ada tertulis: Engkau hrs mnyembah Tuhan, Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.” (Matius 4:8-10)

    Dari ucapannya itu diakui dengan tegas, bahwa Allah itu satu, tiada sekutu bagi-Nya, dan Dia sajalah satu-satunya yang layak disembah.

    “Lalu seorang ahli Taurat, yang mndengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?” Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai, orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.” (Markus 12:28-33)

    “Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencoba Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kau baca di sana?” Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar, perbuatlah demikian maka engkau akan hidup.” (Lukas 10:25-28)

    “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yohanes 17:3)

    1. Sifat-sifat Allah
    Sifat-sifat Allah dilukiskan sebagai zat yang perkasa dan tiada duanya, bahkan zat Yesus sendiri pun takkan bisa menandingi. Perjanjian Baru sendiri memberikan gambaran itu sebagai berikut:
    “Raja segala jaman, Allah yang kekal, yang tak tampak, yang esa! Amin.” (I Timotius 1:17)

    “Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.” (Ibrani 12:29)

    2. Tobat
    Yesus senantiasa mengajarkan kepada bangsa Yahudi agar bertobat dan mohon ampun kepada Allah, karena tobat itu berguna untuk mencuci bersih dosa-dosa, seperti yang dikatakan dalam Perjanjian Baru:

    “Sejak waktu itulah Yesus memberitahukan: “Bertobatlah, sebab kerajaan sorga sudah dekat.” (Matius 4:17)

    “Demikian juga akan ada suka cita di sorga karena satu orang berdosa bertobat, lebih daripada suka cita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.” (Lukas 15:7)

    3. Jalan Keselamatan
    Dalam Perjanjian Baru Yesus mengatakan bahwa amal kebajikan adalah jalan menuju keselamatan:

    “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: “Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya, Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah; orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.” (Lukas 6:46-49)

    Anjuran melakukan amal kebajikan itu diserukan Yesus di mana-mana dan hampir setiap saat. Jejaknya yang nyata masih bisa dilihat pada ajaran Yakobus. Sayangnya, tentang Yakobus sendiri tidak terlalu banyak dibicarakan dalam Perjanjian Baru.

    Ketika Yesus diutus, sebelumnya bangsa Yahudi sudah mempunyai kepercayaan bahwa Allah menghukum anak-anak karena dosa orang tuanya hingga ke generasi keempat. Tetapi dengan ajaran yang dibawanya, Yesus membantahnya dengan menekankan kecintaan Allah kepada hamba-hamba-Nya seperti perumpamaan kasih Bapa kepada anak-anaknya. Dengan demikian, jika Allah saja Maha Pemurah dan Maha Pengampun mengapa manusia masih mengada-adakan sesuatu yang tidak berdasar seperti dosa warisan. Yesus selalu mengajarkan kepada umatnya agar suka memberi maaf dan ampunan pada orang lain seperti tertera dalam:

    “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya kerajaan sorga.” (Matius 5:3-10)

    “Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata padamu: Bukan sampai tujuh kali melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh puluh.” (Matius 18:21-22)

    Yesus mengatakan bahwa amal kebaikan dan budi pekerti yang baik akan diterima di sisi Allah bila didasarkan pada keikhlasan dan kemurnian hati. Yaitu saat seseorang telah melakukannya semata-mata hanya karena ingin mengharap ridho dari Allah, bukan untuk mengharapkan imbalan bagi kepentingan golongannya atau agar bisa menambah harta kekayaannya, serta bukan pula untuk memaksa orang lain agar mengikuti jejaknya dan lain sebagainya. Pada masa itu yang menjadi sasaran risalah Yesus adalah masyarakat Yahudi yang terkenal dengan kerusakan akidahnya, seperti misalnya golongan rahib Yahudi yang mewajibkan setiap umat yang hendak melaksanakan ritual keagamaan agar membayar sejumlah tarif lebih dahulu kepada mereka.

    “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu dihadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: “Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.” (Matius 6:1-3)

    Selain itu Yesus juga mengajarkan beberapa hal yang berkaitan dengan akhlak diantaranya adalah menganjurkan orang untuk membudidayakan rasa cinta, rahmat, persaudaraan, menghadapi perbuatan buruk dengan kebaikan, menghormati tetangga, berbudi luhur kepada kedua orang tua, menolong orang-orang lemah, fakir miskin, menjauhkan diri dari maksiat dan dosa, tidak pamrih, tidak congkak, dan tidak suka takabur. Ia mengatakan semua tindakan itu hendaknya didasarkan pada keikhlasan, semata-mata karena Allah, baik yang dilakukan secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi.

    Adapun yang berkaitan dengan peribadatan, Yesus amat menganjurkan kepada para pengikutnya agar menunaikan doa (sholat), puasa, dan zakat, meskipun tidak diuraikan secara terperinci dalam Perjanjian Baru.

    AJARAN KRISTEN

    Ajaran-ajaran yang telah diuraikan sebelumnya merupakan ajaran yang murni berasal dari Yesus. Lalu timbul pertanyaan, bagaimana halnya dengan akidah yang menjadi tradisi Kristen saat ini? Tentu saja itu semua diciptakan sendiri oleh mereka yang meneruskan ajaran Yesus tapi dengan cara yang menyimpang. Inilah yang akan kami bahas selanjutnya:

    1. Inkarnasi
    “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.” (Yohanes 1:1-3)

    Dengan ungkapan itulah Yohanes memulai uraiannya tentang Yesus, kehidupan dan mukjizatnya di dalam Perjanjian Baru. Setelah perkataan itu, ia melanjutkan:

    “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih Karunia dari kebenaran.” (Yohanes 1:14)

    Arti dari ungkapan Yohanes ini adalah bahwa sifat firman ketuhanan sudah menjelma dalam jasad Yesus yang manusia itu. Ini bertujuan untuk menampakkan kecintaan-Nya kepada seluruh umat manusia dan untuk menyelamatkan mereka dari siksa kekal. Dalam hal ini Mauritius Relton menjelaskan:

    “Kaum Katholik berkeyakinan, bahwa zat yang semula adalah Allah, menjelma menjadi manusia tanpa meninggalkan sifat-sifat ketuhanan-Nya. Artinya, Dia menjelma menjadi salah seorang seperti kita dengan wujud kita yang terbatas, waktu dan tempat. Ia tinggal di tengah-tengah kita untuk beberapa waktu lamanya.”

    Banyaknya ucapan-ucapan Yesus yang menekankan kerohanian yang mendalam rupanya telah disalahartikan oleh mereka. Diantaranya adalah:
    a. “Sebab sesungguhnya kerajaan Allah ada di antara kamu.” (Lukas 17:21)
    b. “Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30)
    c. “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, melainkan Dia yang telah mengutus Aku. Barangsiapa yang melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 12: 44-45)

    Sayangnya umat Kristen tidak menafsirkan kalimat-kalimat itu dalam makna kiasan seperti yang seharusnya. Mereka menafsirkan kalimat-kalimat diatas dengan langsung mengatakan bahwa Yesus adalah Allah, dengan mengatakan:
    a. “Ia dalam gambar Allah yang tidak kelihatan.” (Kolose 1:15)
    b. “Dalam rupa Allah.” (Filipi 2:6)

    Anehnya, meskipun umat Kristen berpegang teguh dengan prinsip yang mensifati Yesus dengan gelar ketuhanan, pada saat yang sama mereka juga membiarkan banyak kalimat dalam Perjanjian Baru yang menyatakan dengan tegas bahwa Yesus hanyalah seorang nabi atau utusan Allah, seperti yang tercantum dalam ayat-ayat berikut:

    “Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakan, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 11:41-42)

    “Sebab Aku berkata-kata bukan dari diriku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dia-lah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.” (Yohanes 12:49)

    “Barangsiapa yang menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku” (Yohanes 13:20)

    Yesus tidak pernah mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan atau Anak Tuhan. Yang ada hanya perumpamaan tentang Anak Tuhan, itu pun sudah menjadi ungkapan umum yang juga sering menjadi ungkapan para nabi dan orang-orang soleh lainnya di kalangan Yahudi.

    2. Trinitas
    Di antara umat Kristen sendiri sebetulnya ada perbedaan pendapat mengenai konsep trinitas ini. Ada yang berpendapat bahwa ketiga oknum, terdiri atas Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Tetapi ada juga yang berpendapat ketiga oknum itu terdiri atas Bapa, Anak dan Maria sang perawan. Menurut mereka Allah adalah kumpulan dari semua itu.

    Umat Kristen juga selalu berbeda pendapat tentang sifat ketiga oknum ini. Ada yang berkeyakinan bahwa semua itu adalah Tuhan yang zatnya sama tapi terdiri dari tiga oknum. Akan tetapi ada juga yang berpendapat bahwa tiap-tiap oknum adalah Tuhan dengan zatnya masing-masing.

    Pater Agustine menguraikan tentang trinitas dengan menyatakan bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terbagi-bagi. Mereka adalah satu Tuhan meskipun Bapa melahirkan Anak. Oleh karena itu, Bapa bukan Anak, begitupun sebaliknya, akan tetapi roh Bapa dan roh Anak bersama-sama dan bersekutu dalam satu kesatuan.

    Umat Kristen yakin bahwa Roh Kudus adalah sifat kehidupan dan cinta yang ada dalam Bapa dan Anak. Artinya, Bapa mencintai sifat ilmu yang diwariskan kepada Anak melalui pengalihan sifat ini, seperti halnya seorang anak mencintai ayahnya. Sifat ini dianggap sekuno Bapa dan Anak itu sendiri. Oleh karena itu ia mempunyai kedudukan sendiri dan disebut dengan Roh Kudus.

    Umat Kristen sangat yakin bahwa ketiga oknum ini bersamaan dalam sifat dan kerjanya, padahal ini amat menyimpang jauh dari kebenaran. Bapa beranak dan Anak diperanakkan, sedangkan Roh Kudus diperanakkan dari percampuran kedua-Nya. Selain itu, di sini Bapa bertindak sebagai pencipta, Anak sebagai makhluk (manusia), dan Roh Kudus berfungsi sebagai pemberi hidup. Padahal dalam keberadaan-Nya, Bapa tidak membutuhkan Anak, tapi Anak membutuhkan Bapa. Jadi Bapa sebagai sebab dan Anak sebagai akibat. Sudah tentu antara keduanya memiliki jarak yang jauh. Ketiga oknum itu memiliki perbedaan, baik dalam sifat maupun dalam pekerjaannya. Dengan begitu, kebersamaan ketiganya dengan sendirinya tidak bisa dikatakan satu.

    3. Penebusan Dosa
    Penebusan dosa merupakan landasan dasar agama Kristen dewasa ini. Ide ini mengandung makna bahwa Yesus mati di salib untuk menebus dosa seluruh umat manusia. Dengan demikian, bagi umat Kristen Yesus merupakan sang penyelamat.

    Dogma Kristen meyakini bahwa semua manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa. Dosa itu diwariskan dari dosa yang dilakukan Adam dan Hawa serta berlaku kekal. Meski mengakui bahwa amal soleh sebagai penentu keselamatan dan kesesatan seseorang, namun umat Kristen terbentur pada vonis dosa warisan. Dalam pandangan mereka jika Allah menerima tobat seseorang hanya berdasarkan amal solehnya maka secara otomatis Allah dianggap tidak konsisten. Pasalnya, sifat Allah yang penuh kasih itu akan berbenturan dengan sifat keadilan-Nya. Dengan kasih-Nya Allah dapat memberikan keputusan untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosanya tetapi dengan keadilan-Nya Dia harus menghukum orang-orang yang menanggung dosa warisnya dari Adam dan Hawa. Karena sifat kasih dan adil ini tidak mungkin dipertemukan, sedangkan keselamatan umat manusia merupakan keharusan maka dari itu Allah kemudian mengorbankan Yesus, Anak-Nya yang suci bersih dari dosa, untuk menebus dosa-dosa itu. Dengan roh-Nya di kayu salib Dia membawa pergi semua dosa umat manusia, sekaligus menjadi penyelamat. Dengan begitu umat Kristen meyakini bahwa Yesus harus tersalib agar bisa menjadi pembebas bagi dosa-dosa anak Adam.

    Sebetulnya semua usaha pembuktian ini timbul disebabkan karena mereka kurang paham terhadap sifat-sifat dan keputusan Allah. Mereka menafsirkan sifat-sifat Allah pada sifat-sifat dan keterbatasan manusiawi yang mereka miliki. Padahal Allah memiliki kasih sayang yang jauh lebih luas dari apa yang umat Kristen persangkakan pada-Nya. Dengan kata lain, kalau mereka mau menyadari, tanpa adanya dogma penebusan dosa pun kasih sayang Allah kepada manusia takkan berkurang hanya karena setitik kesalahan yang dilakukan oleh Adam dan Hawa.

  280. Arief Adhi Wibowo Says:

    Saya kebetulan juga pernah merasakan jadi minoritas ketika Bapak ditugaskan di Jayapura tahun 1974-1978. Kami rasakan perlakuan yang baik dari tetangga-tetangga kami yang warga Papua asli dan berbeda agama. Merekalah yang sehari2 membantu kami terutama saat2 awal tinggal di sana. Ketika kemudian pindah ke Balikpapan, persis di belakang rumah saya adalah sekolah Kristen lengkap dengan gerejanya. Kok ya nggak ada masalah2 apa. Masa kecil saya indah sekali dengan kondisi ini. Justru belakangan ini masalah perbedaan agama terasa semakin dijadikan alasan untuk ketidakharmonisan. Terlepas apapun dari kata2 orang, hidup saya sudah membuktikan betapa sebenarnya kita bisa hidup berdampingan dengan damai tanpa mengorbankan keimanan masing-masing. Tergantung kita mau atau tidak. Allah Maha Tahu kok, lebih tahu dan bijak dari sebagian orang yang merasa paling benar sendiri dan mengobarkan kebencian terhadap orang lain yg tidak sepaham atas nama agama.

  281. Bisakah kita duduk bersama sejenak? Says:

    Halo sesama bangsa Indonesia (Muslim non Muslim)

    Begini, kita ini sama2 manusia yang diciptakan Allah/Tuhan/Yahwe/Sang Hyang Widhi bersama2 dengan bumi, alam semesta dan isinya tanpa perduli darimana asal, ras, suku, jenis kelamin maupun agama kita.

    Tuhan yang kita sembahpun pada dasarnya Tuhan yang menciptakan bumi, langit beserta isinya, jadi, untuk apa kita berdebat dan bertikai?

    Timbulnya perbedaan cara menyembah dan beribadat kepada Tuhan YME bisa dikatakan lebih karena hasil interprestasi dari para Nabi dan pengaruh dari budaya setempat. Bukankah yang lebih penting itu hati yang benar2 tulus menyembah Tuhan? Bukankah satu perbuatan baik yang nyata lebih bermakna dari sejuta omongan/pidato saja?

    Saya punya pertanyaan kepada saudara2 sebangsa, siapakah yang paling senang ketika umat Tuhan/ Allah/ Yahwe? Sang Hyang Widhi saling bertikai dan membunuh? Apakah Tuhan/ Allah/ Yahwe/ Sang Hyang Widhi yang merupakan pencipta dan orang tua kita (bangsa manusia) senang melihat anak2nya saling bunuh?

  282. melda frisca Says:

    agree with U sir……

  283. salve Says:

    @ugay
    secara historis perjanjian baru merupakan kristalisasi dari perjanjian lama (taurat),
    hukum taurat musa atau yang dikenal dengan 10 perintah Allah (Allah berasal dari bahasa aramaik, Alaha) yang sangat mendasar,bahwa

    -diperintahkan untuk menyembah 1 tuhan–tapi masih tertarik dengan berhala lain (harta,klenik,jin dll),

    -Jangan menyebut tuhan Allahmu dengan tidak hormat (sedikit-sedikit berseru Allah Maha Besar tapi bergunjng,memfitnah,bersaksi dusta,menyerang yang lain)

    -Jangan membunuh…tapi tetap membunuh
    - Jangan mengambil istri saudaramu (tapi berselingkuh dan mengambil istri lebih dari satu)

    - Jangan mencuri (tapi tetap mencuri)…

    melihat betapa manusia tidak mampu, diberi hukum tapi tetap menyeleweng, telah salah menafsirkan dan menjalankan 10 perintahNya, dengan terseok-seok menggapai kebajikan maka dikirimlah teladan yang terakhir yaitu Yeshua untuk menebus kegagalan total jendral manusia tersebut.

    Disebut Firman Allah karena dengan mengikuti teknik dan praktek Yeshua,dengan terlibat aktif dalam karya penebusan (bukan sekedar penonton atau bergunjing tentang penyaliban ) maka orang boleh mendapat keselamatan kekal.

    Bibel adalah buku panduanNya dan Yeshua adalah instruktur utamaNya.

    @ugay

    Jadi bukan hingar bingar dan carut marut teologis warung kopi seperti yang ada kemukakan seakan-akan Yesus vs Kristen.
    Ini sebenarnya-benarnya Iman dan Kasih Menghadapi Jalan Pedang.

  284. Vitri Says:

    Touche for the article! :-)
    @Pakerti K. Wicaksono : saya copy paste ceritanya ya

  285. chory Says:

    Kang Hasan…minta ijin share ya…

    Semoga damai terus terwujud di Indonesia…
    Ini semua hanya proses…belum akhirnya…
    Karena apapun prosesnya, saya yakin semua akan berakhir bahagia…

    God Bless u all….

  286. David Says:

    Aku salut ma penulis artikel ini. Pemikiran yang seperti ini yang dibutuhkan untuk memimpin negeri ini. Setidaknya memimpin suatu organisasi. Bukannya seperti organisasi agama yang sering men’judge’ sesuatu hal dan diakhiri dg demo yang anarkis. Pengalaman yang berharga ditambah dengan pemikiran yang briliant. :)

  287. Gede Rana Says:

    saya ingin bertanya 2 hal kepada anda semua yang telah memberikan komentar disini,

    1. dalam komentar itu pasti berdebat??
    2. apa itu agama??

    terima kasih…

    (hanya bahan renungan saja)

    ^_^

  288. ONONIHA Says:

    Kang Hasan terlihat sekali org berpendidikan dan berwawasan luas. Buat saudara2 yg komen ingat artikel ini pengalaman pribadi so jgn ada yg malah komen pake dengkul bukan otak
    Dikomen2 ini pun terlihat org yg berpikiran sempit n mana yg berwawasan luas. Buat saudaraku Nasrani, jgn juga sok2 nulis ayat alktb, itu namanya garsak gurusuk lebih2 ada yg komen tanpa baca isi, kasian deh lu…… Ayo kang sebarkan pemikiran seperti ini kepada Mahasiswa/i indonesia tengs,

  289. b4yek Says:

    Esensi dari tulisan nya sangat menarik,..
    Secara umum orang yang bertindak diluar kenormalan adalah karena merasa terdesak,, takut yang berlebihan dan egois.

    dan alasan yang paling utama belum pernah merasakan yang dirasakan orang lain. ketika manusia berada diluar komunitas baru sadar
    ..
    by the way, nice share mas

  290. sutow Says:

    KEREN!!! SAYA SUKA PEMIKIRAN ANDA!!! Biarkan lah mereka yg bermain tuhan, sok suci, dan polisi moral itu PASTI akan hilang ditelan bumi:) individu merdeka!!!!\m/\m/

  291. Janmojavi Says:

    Tulisan yang bagus Kang Kasan, untuk membuat pikiran kita lebih terbuka.
    Mungkin kita perlu membenahi pola pengajaran kita dalam hal pendidikan agama sejak dini, perlu diajarkan adanya perbedaan serta menghormati bila ada yang berbeda dan yang berbeda itu bukanlah “musuh”. Mengenai banyaknya mushola yang kadang terasa berlebihan, saya juga sering merasa sepertinya itu karena terlalu malas atau merasa terlalu sibuk. Di satu kantor saja misalnya ada mushola di lantai tiga sementara ruang kerja di lt 1, banyak yg lbh memilih bawa sajadah dan sholat di ruang masing2. Waktu pulang kampung sya juga tdk bisa lagi menikmati alunan adzan subuh yang sayup-sayup dan terasa mengalir memasuki relung-relung hati karena yg ada sekarang adalah suara speaker adu keras shg suara adzan malah jadi nggak jelas.
    Untuk para komentator “Kata-kata yag baik keluar dari pikiran yang baik”. Terima kasih

Leave a Reply