Politik Yang Tak Rasional

14 April 2008

Majalah Tempo minggu ini memberitakan persiapan Pemilu 2009. Ada 70-an partai yang sudah mendaftar untuk jadi peserta. 24 di antaranya partai baru. Duh, sulit bagi saya membayangkan surat suara dengan logo 70 partai. This is insane!

Mengapa orang berbondong-bondong bikin partai? Demikian mudahkah? Tenyata tidak mudah. Butuh ratusan juta rupiah untuk bikin partai. Ada yang sudah menghabiskan 10 miliar!!!

Hmmmm. Ternyata banyak elit kita yang sudah demikian kaya, sehingga dengan enteng menghambur-hamburkan uang untuk bikin partai. Ini lagi-lagi insane. Di pemilu 2004, dari puluhan partai baru hanya Partai Demokrat yang bisa mendulang suara signifikan. Yang lain harus puas dengan jadi partai gurem.

Tapi hal itu nampaknya tidak menjadi pelajaran. Mengapa? Apa sih yang menarik di dunia politik?

Tak hanya pendirian partai yang hangat. Ancang-ancang untuk jadi caleg juga seru. Ada teman saya yang katanya sudah menyiapkan 500 juta rupiah. Ini memang jumlah kecil, karena dia tidak sangat serius untuk jadi caleg di Golkar. Yang serius katanya harus menyiapkan 1,5 M. Lha kalau nggak serius kenapa buang-buang 500 juta? Embuh.

Jadi ingat dulu, saya pernah ditawari untuk nyalon jadi bupati. Kebetulan waktu itu saya masih jadi dosen. Kampung kelahiran saya sedang dipersiapkan untuk jadi kabupaten baru, Kabupaten Kubu Raya. Tawaran itu langsung saya tolak. Di samping karena merasa tidak kompeten untuk jadi bupati, saya juga tidak punya uang.

Sekarang sedang kasak-kusuk mau pemilihan bupati juga, bulan Oktober nanti. Entah siapa yang bakal naik jadi bupati.

Siapapun, nampaknya politik kita memang sudah tak lagi rasional. Wajar saja kalau produknya juga gila-gilaan.

wordpress plugins and themes

Leave a Reply