Posts Tagged ‘Mesjid’

Muhammad Noboru Sato

4 September 2009
Muhammad Noboru Sato

Namanya Noboru Sato. Nama keluarga Sato adalah nama keluarga yang populasinya paling tinggi di Jepang. Ia seorang muslim. Waktu masuk Islam di depan namanya ditambahi nama Muhammad. Kami memanggilnya Brother Sato atau Sato san.

Saat saya pertama kali mengenalnya tahun 1997 Sato san berumur kira-kira 50-an tahun, mungkin sudah mendekati 60. Saya agak banyak berinteraksi dengan beliau saat saya jadi General Secretary di Islamic Center. Sato san adalah President di lembaga tersebut. Dia adalah President seumur hidup. Tiap tahun pengurus berganti, tapi Sato san selalu dipilih menjadi President.

Setidaknya ada dua alasan untuk hal itu. Pertama, Sato san adalah yang paling senior di antara kami. Menjadikan dia sebagai pemimpin adalah cara kami untuk menghormati dia. Alasan lain bersifat pragmatis. Beliau adalah orang Jepang, penduduk asli di kota itu. Dia tahu lebih banyak tentang berbagai hal mengenai daerah itu. Yang jelas, dia tidak akan pergi dari kota itu sebagaimana kami para pendatang.

Kami menyewa dua kamar apartemen sederhana untuk dijadikan Islamic Center. Di situlah salat Jumat dan berbagai acara dakwah diadakan. Termasuk toko daging dan makanan halal. Ruangan yang kami sewa tidak besar. Karenanya kalau ada acara yang menghadirkan banyak orang seperti salat Ied, kami meminjam ruangan besar milik universitas di dormitori untuk mahasiswa asing.

(more…)

Paranoia Kristenisasi

2 September 2009

Suatu ketika di tahun 2005. Saat itu saya bekerja sebagai dosen di sebuah PTN di Kalimantan. Kebetulan saya menjabat sebagai Ketua Jurusan/Program Studi. Saya sebetulnya baru saja pulang dari tugas belajar di luar negeri. Saya diangkat jadi Ketua Jurusan karena posisi itu lowong, dan kami sedang kekurangan staf pengajar.

Suatu hari saya menerima SMS berbunyi sebagai berikut:
“Tolong kau awasi gerak-gerik Ibu B itu. Hati-hati, sudah ada satu
mahasiswa kita yang dia murtadkan.”
Pengirim SMS itu adalah kawan saya, beberapa tahun lebih tua dari saya. Saya mengenal dia sejak sama-sama kuliah. Kebetulan kami satu fakultas, dan saya juga pernah tinggal sekamar dengan dia di asrama daerah tempat saya tinggal di masa-masa awal kuliah dulu. Saat mengirim SMS itu dia adalah Dekan di fakultas tempat saya bekerja. Artinya dia adalah atasan saya.

(more…)